Thursday, April 1, 2010

Agama Buddha itu non teis kan

Hari ini saya mengalami kejadian yang cukup mengesalkan....
Ketika di mata kuliah PKn, kami membahas tentang identitas nasional. Kemudian, saya bertanya terus terang, apakah di Indonesia identitas nasional itu bertentangan dengan pancasila? Saya mengutip ajaran dari dosen mata kuliah agama di universitas saya, Pak Bagoes Seta, yang mengatakan bahwa agama budha itu diakui di Indonesia demi mempertahankan identitas nasional, meskipun sebenarnya bertentangan dengan pancasila. Agama budha kan non teis, tidak percaya Tuhan.
Singkatnya, terjadi perdebatan di kelas saya. Semua murid di kelas menentang saya, termasuk dosennya yang beragama katolik. Mereka semua mengatakan bahwa budha itu percaya Tuhan. Ironisnya, sebagian besar dari mereka itu beragama Kristen, sebenarnya. Tentu saja ada juga murid yang budha.

Sungguh memprihatinkan melihat bagaimana orang-orang Kristen ternyata begitu kurang mempelajari tentang agama, tentang kebenaran.... Saya kutip saja beberapa kesalahan konsep yang jelas-jelas ngaco yang diungkapkan teman-teman saya dalam perdebatan tersebut:

1. Budha=Tuhan.
Ini jelas-jelas salah, bahkan orang budha awam sendiri pun pasti mengatakan bahwa budha itu bukan Tuhan. Budha itu manusia yang berhasil mencapai kesempurnaan, bukan Tuhan. Teman-teman saya dengan sangat ngaco mengatakan bahwa sama seperti Kristen percaya Yesus itu Tuhan, begitu juga orang budha percaya Budha itu Tuhan. Tidakkah ini ngaco?

2. Gautama itu TUhan.
Ini diungkapkan oleh dosen saya. Beliau mengatakan, "Semua agama itu kan sama, percaya Tuhan. Kan terserah Tuhan kalau Dia mau turun jadi Gautama atau jadi Yesus".
Wah wah wah.... bahkan orang Budha pun, mana mungkin bakal menerima kalau dibilang Yesus itu Gautama yang turun lagi ke dunia.

Hmm, sekalian saja saya meringkaskan hasil perdebatan panjang yang sempat terjadi di blog saya....
Sebenarnya agama budha itu agama non teis, mereka tidak percaya Tuhan. Atau kalau tidak demikian, mereka punya konsep yang berbeda tentang Tuhan. Sebagian teolog budha mengatakan bahwa mereka percaya Tuhan yang maha esa, karena dalam konsep mereka Tuhan itu adalah "sesuatu yang kekal, tidak diciptakan, maha esa", dan tidak lain itu adalah nirwana. Jadi kalau mereka ditanya apakah mereka percaya adanya Tuhan yang berpribadi, mahakuasa, menciptakan seluruh alam semesta, mengatur jalannya alam semesta tiap detik, para teolog budha sudah pasti akan menjawab TIDAK.

Tapi kenapa orang-orang Kristen di Indonesia percaya Tuhan? Itu karena agama budha yang masuk ke Indonesia itu adalah Budha yang sudah tercampur dengan filsafat/budaya Cina. Misalnya, ada yang mengatakan mereka percaya Tuhan yaitu tian gong, padahal tian gong itu adalah Tuhan dalam filsafat taoisme, yang sudah ada sebelum agama budha masuk ke Cina. Sebelum agama budha masuk cina, orang-orang cina sudah menyembah tian gong.
Karena itu, kalau ingin tahu tentang agama budha yang paling murni, tempat yang paling baik untuk mempelajarinya ya negara asal agama budha itu sendiri, yaitu India. Di sana mereka pasti mengerti benar bahwa agama budha itu tidak percaya Tuhan.

Selain itu, saya heran, kenapa mengatakan agama Budha tidak percaya Tuhan langsung dianggap menghina agama lain? Well, memang di Indonesia yang budayanya adalah percaya Tuhan, tidak percaya Tuhan itu akan langsung dicap buruk. Lain halnya kalau di luar negeri, tidak percaya Tuhan akan dianggap biasa saja. Seandainya kita hidup di India, lalu kita mengatakan bahwa budha itu tidak percaya Tuhan, mereka tidak akan menganggapnya sebagai hinaan. Malah, orang-orang budha di sana pasti akan setuju.

Orang Indonesia itu pengetahuannya mengenai agama masih sangat sempit... Banyak sekali orang Indonesia yang percaya semua agama itu percaya Tuhan yang maha esa, padahal kenyataannya, dari semua agama di dunia, hanya ada 3 agama yang percaya Tuhan yang maha esa atau monoteisme, yaitu Kristen, Islam, dan Yudaisme (Yahudi). Agama-agama lainnya tidak percaya Tuhan, mereka percaya dewa/budha/roh nenek moyang, dll. Contohnya adalah Agama Shinto (Menyembah Dewa Matahari), agama Yunani (Percaya Dewa Zeus, dewi atena, dll), dan berbagai macam agama-agama animisme (menyembah roh nenek moyang) dan dinamisme (menyembah benda-benda keramat).

Kenapa agama budha diakui di Indonesia padahal itu non teis? Ada beberapa jawaban:
1. Karena saat pancasila dibuat, sudah terlanjur banyak penganut agama budha di Indonesia.
2. Karena terkadang orang budha itu mengecoh orang Indonesia dengan mengatakan bahwa agama mereka percaya Tuhan yang maha esa, tapi mereka tidak mengatakan bahwa yang mereka maksud itu nirwana, bukan Tuhan yang berpribadi.
3. Karena awal terbentuknya bangsa Indonesia adalah dari kerajaan-kerajaan hindu-budha. Maka dari itu, jika agama budha (dan hindu) tidak diakui di Indonesia, maka sama saja Indonesia memisahkan diri dari sejarahnya sendiri. Hal ini bisa melenyapkan identitas nasional bangsa.

Well, back to my story today.... Setelah kami berdebat, akhirnya saya memutuskan mengalah karena saya merasa percuma saja diperdebatkan, semua tidak akan ada yang mengalah, ntar malah bakal jadi berantem kalau diteruskan.... Ada beberapa orang yang meledek mengatakan saya tidak bisa jawab lagi, tapi saya tidak gubris.... Saya tetap berkepala dingin.

Dan kemudian, sepulang kuliah, saya sharing hal itu di fb, dan rupanya itu memancing perdebatan lanjutan, yang berlangsung sampai saat ini. Lebih jelasnya bisa dilihat di facebook saya.

Anyway, bagi yang tidak percaya bahwa budha itu non teis, silahkan baca link-link berikut ini. Sebagian link ini ditulis oleh orang budha lho.
http://id.wikipedia.org/wiki/Tuhan_dalam_agama_Buddha
http://www.wihara.com/forum/topik-umum/435-apa-itu-tuhan.html
http://pa-in.facebook.com/topic.php?uid=62042742642&topic=11143
http://forthetruth.wordpress.com/2008/01/28/pemeluk-agama-buddha-juga-atheis/
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=2591.0
http://dharma.forum777.com/dasar-dasar-budhis-f11/ketuhanan-dalam-agama-buddha-t23.htm

Sedangkan mengenai tian gong yang diklaim sebagai Tuhannya agama budha itu, itu sebenarnya bukan ajaran budha, melainkan ajaran taoisme... Ini buktinya
http://poanthian.webs.com/download/00_pengertian_thian_kong.pdf

Tuhan memberkati....

222 comments:

  1. paulus, agama buddha memiliki 3 aliran. dan setiap aliran memiliki konsep "Tuhan" yang berbeda.

    tapi yang jelas, Buddha =/= Tuhan.
    kalau ada satu aliran buddha yang percaya pada Tuhan. itu mereka sebut sebagai Dewa.

    agama buddha primitif, tidak percaya kepada dewa/tuhan. namun agama buddha yang sekarang (campuran dari kebudayaan china), percaya adanya dewa-dewa.

    tapi, aku ulangi sekali lagi, yang jelas Buddha =/= Tuhan/Dewa.

    karena Buddha artinya yang tercerahkan / sadar.
    yakni, sudah keluar dari lingkaran reinkarnasi.
    sedangkan dewa itu masih ada dalam lingkaran reinkarnasi. liat aja film kera sakti.
    yang tinggal di langit aja bisa jatoh ke bumi.

    ReplyDelete
  2. menurutku, bukannya budha tidak percaya kepada Tuhan, tetapi mereka mempunyai konsep Tuhan yang cukup berbeda
    Tuhan mereka adalah Tuhan yang impersonal, mereka sendiri percaya bahwa ada hukum2 misalnya hukum alam, sebab akibat, nonkontradiksi, dll. Hukum2 inilah yg bertindak sebagai Tuhan untuk menciptakan alam semesta, dan mengatur seluruh dalil kehidupan dan takdir
    konsep nirwana mereka adalah persatuan dengan Tuhan (maksudnya menjadi satu dengan kebenaran alam semesta, tidak ada kesadaran, perasaan, dan kehendak)

    ReplyDelete
  3. @atas: itu kan konsep panteis :D
    Sama aja dengan non teis kan
    makanya, saya sudah berkali2 bilang di topik sebelumnya, agama budha itu non teis, tapi bukan ateis :D

    ReplyDelete
  4. kak paulus, saya mau tanya yah. taoisme itu bukannya salah 1 aliran di dalam budha yah? thx yawh..

    ReplyDelete
  5. taoisme itu filsafat dari cina, sudah ada di cina sebelum budha masuk ke cina. jadi tentu saja bukan aliran. kecuali kalau ada orang yang mencampur adukkan taoisme dengan budha lalu menyebutnya "aliran".

    ReplyDelete
  6. Sekarang gini ya, PT saya tanya apa tujuan mu menuliskan blog seperti ini??!!! Kamu lebih baik jangan SOK MENGERTI ttg kepercayaannya org.. Klo pengikut Buddha non theis, lalu kenapa??? Kalaupun non theis, pernahkahh kamu mendengar ajaran Buddha mengajari sesuatu yang melanggar di smua agama?? pernahkah ada kabar tentang Pengikut agama Buddha menyakiti sesama??!!! jadi, jgn terlalu mengkritik.. Klo masalah kepercayaan Buddha ituw bukan Tuhan, kembali lagi pada personalnya, kepada siapa km bertanya??? kepada orang yang bergama ktp saja ataukah pada orang yang imannya kuat??!! Jika pun, ada beberapa orang yang sama dengan agama anda yang menjawab tidak percaya adanya Tuhan, bagaimana??!! apa saya boleh bilang kalau agama anda tidak percaya pada Tuhan??!!! tidak bisaa di judge dari beberapa pihakk... Lagipulaa buat apa si, membuat kritikan agama Buddha seperti ini??!!!
    klo saya di suruh mengkritik agama anda, sayapun juga bisaa!!!

    ReplyDelete
  7. PT yg terhormat ...

    kelihatannya orang skrg menganggap bahwa smua agama itu sama saja dan bisa dicampur2 ...

    tapi saya akan memberitahukan ilustrasi :

    noname adaLah seorang manusia ... dan pada saat mati noname masuk ke dalam api penyucian ... tapi cm sebentar karena seteLah itu dia masuk ke daLam gerbang yg penuh cahaya di mana maLaikat2 Allah datang menyambutnya ... setiap hari ia dimanjakan oLeh bidadari2 Allah dan mereka berhubungan seksuaL setiap hari .... tapi noname tidak perna merasa bosan dan maLah merasa kagum kepada para bidadari Allah , karena merka tetap saja perawan meskipun suda meLakukan hubungan seksuaL berkaLi2 ...

    Namun kaLian arus tahu ... sebeLum menjadi noname .. noname hanyaLah seorang setan yg terbuat dari api ... kemudian ia direinkarnasi menjadi jin dan akhirnya menjadi siluman ...

    tetapi tidak cukup sampai di situ ... karena ia menjadi siluman yg perna menoLong manusia ... maka ia direinkarnasi menjadi dewa perang jaman Yunani kuno , yaitu Ares ...

    Karena Ares jatuh cinta pada aphrodite ... mereka memperanakan banyak anak , saLah satunya Ateros .... kemudian karena berbuat sALah pada Zeus karena berkompLot dengan Hades dan the Titans ... maka Ares direinkarnasi kembaLi menjadi saLh seorang sangha ... kemudian ia direinkarnasi kembaLi menjadi manusia yg bernama Nietzsche ...

    Nietzsche mengatakan agama adaLah penyakit yg harus dihiLangkan dan masyarakat modern teLah membunuh Allah .... Nietzsche mati giLa dan terkena sifiLis .... kemudian ia bertemu Allah di sorga ... dan sekaLi Lagi maLaikat bernama castiel bertaruh dengan azazeL , saLah satu maLaikat Lucifer , apakah jiwa ini akan menjadi seorang apa di masa depan ...

    ia direinkarnasi menjadi seorang ahLi matematika di Britania raya bernama bertrand russeL ... dan pada saat ia mati .... sekali Lagi ia mengatakan pada Allah ... "Bagaimana aku dapat mempercayai Allah , kaLo Allah ga pernah memberi bukti yg jeLas ... setidaknya penampakan kepadaku" ....

    akhirnya ia pun direinkarnasi menjadi anonim ...

    ReplyDelete
  8. kataE smua agama itu sama ae ... brarti doktrin2E bisa berLaku de smua orang dong ... brarti kehidupan ini sebetuLnya campur aduk .... ^^

    bingung kan ... ilustrasi noname itu pake agama apa ... kristen protestan ada ... isLam ada ... buddha ada ... katolik ada ... Yunani Kuno ada ... ateis ada ... khan katanya smua agama itu sama saja ...

    jadi siLahkan piLih yg mana ... ^^

    ReplyDelete
  9. haduh2... blog nya loh.. menimbulkan pertengkaran terus. aku baru lihat dari yg agama2 di indonesia, itu udah ada pertengkaran kacau balau. sekrang di sini mulai lagi. tolong dong paulus, jangan buat pertengkaran. saya tahu kalau blog ini kita bisa menulis bebas sesuka kita, tapi kalau jadi begini kan malah merusak hubungan, dll. jadi tolong lah, jangan mengpost yg menimbulkan pertengkaran2 seperti ini. bener2 g enak. saya mohon yah paulus.
    tq
    -oishi-

    ReplyDelete
  10. Salut ma km koko... ^^
    meski ditentang dunia tetap bela kbnrn... hebat!!!
    kebnrn tu dr dlu emang selalu jd minoritas...
    biarin lah wes... let people say what they want... percm debat2 klo g digerakkan sm Roh Kudus & emang bukan umat pilihan mau debat sampe kyk apa jg y tetep g diterima... hahaha

    ReplyDelete
  11. hmm,
    Semua kebenaran klo dibukakan emang akan langsung membuat orang2 terpisah jadi 3, yg setuju, netral, ama yg bener2 ga percaya. Liat aja murid2 Yesus, setelah dikhotbahin keras ttg keberadaan Yesus sbelum Abraham, pada kabur kebanyakan. Jadi yah, ini emang risiko klo nulis kebenaran si.
    Tapi cece saran, km jangan terlalu tanggapin pendapat yg penuh dengan emosi... Percuma, itu malah bikin dia lebih benci. hahaha. Biarkan saja. :)

    ReplyDelete
  12. Salut buat Anonim yang komen tgl 02 April, 2010 06:07...
    mantapp gan...

    ReplyDelete
  13. salah kaprah memang orang Indonesia sering terlalu mem-besar2kan keyakinan... Buddha tidak mengharuskan orang untuk mempercayai apa yang diucapkanNya (agak aneh ya?) Tetapi lebih menitikberatkan kepada keyakinan melalui pembuktian... istilahnya jangan percaya begitu saja akan JJS (janji janji surga)... Apakah Paulus pernah menonton film (dokumenter) Zeitgeist Final Edition? Lost Tomb Of Jesus? Semogalah lebih menguatkan keyakinan kita akan 'Kebenaran'

    ReplyDelete
  14. Maksudnya 'kebenaran' itu apa ya?
    Film Lost Tomb Of Jesus itu kan film yang penuh rekayasa, penuh cacat...

    ReplyDelete
  15. paulus apakah kamu tahu "the lost chapter of the bible"?
    bisa tolong dijabarin gak?
    karena emank katanya ada bagian alkitab yg hilang..
    thx b4

    ReplyDelete
  16. gw setuju dengan kalimat
    "Budha itu manusia yang berhasil mencapai kesempurnaan, bukan Tuhan. Teman-teman saya dengan sangat ngaco mengatakan bahwa sama seperti Kristen percaya Yesus itu Tuhan, begitu juga orang budha percaya Budha itu Tuhan. Tidakkah ini ngaco?"

    yesus/nabi Isa adalah utusan Allah yang begitu hebat sehingga dianggap tuhan. Padalah nabi Isa tidak pernah mengatakan dirinya tuhan.

    ReplyDelete
  17. Silahkan anda mengecek dulu Alkitab sebelum bicara. Yesus dengan jelas mengatakan diri-Nya adalah Tuhan di Yohanes 13:13-14. Berikut ini bunyi ayat tersebut:
    "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;"

    Mengenai "the lost chapter of the bible", saya belum pernah mendengarnya, tapi saya tahu memang banyak penyesat-penyesat yang menuduh bahwa ada bagian Alkitab yang hilang atau sengaja dihilangkan oleh gereja. Itu adalah AJARAN SESAT. Kalau ingin tahu lebih banyak mengenai itu, bisa mengontak saya lewat YM atau MSN saya.

    ReplyDelete
  18. PT, di bawah ini ada Artikel yang bagus. Mudah2an memberi sedikit pencerahan :) Saya sendiri beragama Kristen yang sekarang ini sedang mempelajari literatur Budha. Semakin saya baca, semakin banyak yang mirip sebenar-nya dengan ajaran dari Tuhan Yesus sendiri. Dan soal Budha percaya Tuhan atau tidak, jawaban-nya adalah "Ya", Budha percaya sama Tuhan, yang di bilang sama Budha : "Now I see you, O Creator of this body" pada saat Budha mencapai pencerahan. Bisa di baca di Dhammapada, buku kumpulan dari khotbah2 Budha. Mungkin saran saya, sebelum mengkritik lebih lanjut ttg agama Budha, sebaik-nya PT sendiri mempelajari agama Budha sendiri, apakah ajaran yang di ajarkan oleh Budha itu sebenar-nya baik atau tidak. Silahkan mencari jawaban-nya di hati saudara sendiri, dan jangan mencoba mencari jawaban dengan cara mengkritik orang lain, karena pendapat orang masing-masing berbeda. Bahkan ajaran Kristen sendiri bisa berbeda-beda antara gereja yang satu dengan gereja yang lain. Satu ayat yang sama di Alkitab, bisa di tafsirkan berbagai macam artian oleh gereja yang berbeda. Manakah yang benar? Hanya Tuhan yang tahu.

    Berikut ini adalah artikel yang bagus dari Kompas :

    http://filsafat.kompasiana.com/2009/12/21/yesus-dan-buddha-bermesra-ria-sambil-minum-teh-di-surga/

    ReplyDelete
  19. dear anonim,
    terima kasih untuk komentarnya. Sekarang saya akan tanggapi.
    Pertama, saya perlu meluruskan bahwa di sini saya bukan bermaksud menjelek-jelekkan agama budha. Saya menghormati agama apapun. Namun saya sangat suka membaca banyak buku tentang agama-agama di dunia ini, termasuk agama budha. Tujuan saya di sini adalah menginformasikan kebenaran bahwa agama budha itu non teis--suatu kebenaran yang sudah diakui kebanyakan orang budha sendiri di luar indonesia.
    Kedua, saya sudah banyak mempelajari mengenai agama budha. Dan saya sangat merekomendasikan kepada anda untuk membaca link-link yang saya berikan di artikel saya di atas. Dari komentar anda, saya bisa menyimpulkan bahwa anda belum melihat link-link tersebut. Dan saya juga sangat merekomendasikan untuk membaca buku-buku mengenai budha yang berasal dari luar Indonesia. Sebab agama budha yang di indonesia ini sekarang bukanlah agama budha yang murni, melainkan sudah tercampur-campur dengan budaya indonesia dan filsafat tionghoa.
    Ketiga, mengenai kutipan dari budha yang anda sebutkan itu. Jika anda serius mempelajari agama budha, maka anda akan mengerti bahwa yang dimaksud oleh gautama di kata-katanya tersebut adalah pikirannya sendiri. Anda boleh membuka salah 1 link yang saya berikan di artikel saya itu dan menemukan bahwa di tripitaka sendiri dikutip gautama mengatakan "dengan pikiran kita, kita menciptakan kita". Jadi, anda jangan hanya mengambil sepatah-sepatah saja kalimat budha itu. Bacalah keseluruhan filsafat budha itu, dan anda akan mendapati kebenarannya: bahwa gautama sendiri tidak percaya pada eksistensi Tuhan.

    Mengenai pendapat anda bahwa agama budha dan kristen mempunyai banyak kemiripan, saya katakan: saya sudah amat sangat banyak mendengar tentang berbagai usaha-usaha orang-orang untuk bisa menyelaraskan ajaran budha dan kristen. Padahal jika anda mempelajarinya baik-baik, anda akan mendapati bahwa semua itu terkesan sangat dipaksakan. Jika anda belajar benar-benar teologi kristen dan budha, perbedaan itu sangat terlihat jelas.

    Saya menyarankan anda membaca buku-buku karya Ravi Zacharias, teolog Kristen asal India yang disebut-sebut sebagai ahli perbandingan agama no.1 di dunia saat ini. Beliau membuat 2 buku yang sangat bagus "The Lotus and The Cross--Percapakan Yesus dengan Budha" dan "Yesus di antara allah-allah lain". Di kedua buku ini Ravi Zacharias menjelaskan betapa kontrasnya ajaran Yesus dibanding ajaran Gautama, muhammad dll. Beliau juga tegas menyatakan bahwa agama budha adalah agama non teis. Mengenai usaha untuk menyelaraskan agama budha dengan kristen, Zacharias menanggapi tajam: "pada saat engkau berusaha menyatukan kebohongan dengan kebenaran, engkau sudah menciptakan kebohongan yang lebih besar lagi".

    Mengenai ajaran agama budha itu baik atau tidak, saya katakan: baik! Dan itu adalah hal lain yang tidak ada hubungannya dengan artikel saya ini. Tujuan saya adalah mengatakan "agama budha itu non teis", bukan "agama budha itu tidak baik".

    Sekian dari saya. Semoga membantu. Tuhan memberkati...

    ReplyDelete
  20. Dear Paulus,

    terima kasih atas ulasan yang anda berikan kepada saya. Sangat membuka wawasan saya dan berarti kita sama-sama setuju bahwa agama Budha itu baik adanya. Karena menurut saya ajaran-nya pada inti-nya sama dengan ajaran Kristen yaitu "Cinta Kasih".

    Dan terus terang saya terkadang tidak setuju dengan pendapat beberapa orang Kristen yang terlalu fanatik dengan kepercayaan-nya, tanpa melihat inti ajaran sebenar-nya dari Tuhan kita Yesus Kristus yang terkasih. Beberapa orang Kristen yang fanatik ini, terlalu gampang "menghakimi" segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kepercayaan mereka, dan dengan mudah-nya mengatakan orang lain akan masuk neraka jika tidak percaya. Padahal Tuhan Yesus sendiri mengajarkan agar kita jangan menghakimi orang lain, karena nanti kita akan di hakimi dengan ukuran yang sama.

    Saya sendiri menganggap Budha sendiri adalah salah satu tokoh yang patut dicontoh cara hidup-nya dan ajaran-nya di dunia ini. Budha itu seperti Mother Theresa yang sangat saya kagumi. Dan juga seperti Fransiscus dari Asisi yang sangat saleh.

    Namun mengenai Budha itu non teis, saya rasa saya masih tidak setuju. Alasan ketidak-setujuan saya adalah setau saya Budha sendiri tidak mewariskan tulisan apa-apa. Jadi yang kita tau sekarang ini adalah tulisan-tulisan yang di tulis oleh anak didik dari Budha sendiri. Dan seperti kita ketahui, di antara anak didik Budha sendiri terdapat perbedaan pendapat mengenai ajaran Budha.

    Jadi tentang "detail" yang ada di agama Budha, kita sendiri sudah tidak tau mana yang benar, mana yang tidak, yang berasal dari ajaran Budha sendiri.

    Dan ingat lho, "Budha" dan "Agama Budha" itu berbeda. Dan "Agama Budha" itu sendiri terbagi-bagi ke dalam berbagai aliran.
    Mungkin saja ada aliran Budha yang tidak percaya sama Tuhan, dan ada aliran Budha yang lain yang percaya sama Tuhan.

    Jadi pernyataan Paulus itu yang mana "Agama Budha itu Non Teis" atau "Budha itu Non Teis"? Dan juga ingat, terdapat banyak sekali aliran agama Budha di dunia ini, sama-sama mengaku mereka mengikuti ajaran Budha.

    salam,
    denny (tadi-nya anonimous)

    ReplyDelete
  21. Dear Denny,
    benar bahwa agama budha terdiri dari berbagai aliran. Karena itulah saya mengatakan "agama budha itu non teis", bukan "agama budha itu ateis". Perhatikan perbedaan besar antara non teis dengan ateis. Agama non teis itu mencakup agama-agama deis (percaya Tuhan yang hanya sekedar menciptakan alam semesta lalu meninggalkannya begitu saja), panteis (percaya alam semesta itu sendirilah Tuhan), pananteis (mirip dengan panteis), dan juga ateis.
    Dari yang sudah saya pelajari, aliran-aliran dalam agama budha memang mempunyai konsep Tuhan yang bervariasi. Ada yang panteis, ada yang pananteis, dan bahkan ada yang ateis. Namun tidak ada 1pun aliran yang teis.

    Karena itulah saya berani mengatakan bahwa agama budha itu non teis. Sebab selain saya sudah mempelajarinya sendiri, para tokoh-tokoh perbandingan agama yang saya kenal pun juga mengatakan bahwa agama budha itu non teis. Di antaranya Ravi Zacharias yang sudah saya sebutkan, dan juga beberapa pendeta ahli apologetika dan perbandingan agama yang saya kenal langsung.

    Salam,
    PT

    ReplyDelete
  22. masa masa yesus yang hilang
    sejak usia 19th sampai skitar 23 tahun yesus tidak berada di yerusalem, ia sedang belajar ajaran buddha di tibet. terdapat beberapa peninggalan yesus di sebuah vihara yang merupakan tanda dan bukti bahwa yesus mempelajari agama buddha di tibet, maka tidak heran kalau ajaran yesus sama dengan ajaran buddha yaitu kasih sayang

    ReplyDelete
  23. baca buku tentang kristen di gramedia yang berjudul masa-masa yesus yang hilang

    ReplyDelete
  24. apa bedanya kata nonteis dan ateis? awalan "non" dan "A" berarti "tidak" sedangkan "teis" diartikan sebagai tuhan. jadi dengan kata lain anda menyebut kalau agama buddha nonteis ya sama saja mengatakan agama buddha itu ateis alias tidak bertuhan.

    ReplyDelete
  25. Zet,

    1. Ajaran Yesus secara fundamental sangat berbeda dengan ajaran gautama. Dan yang jelas, Yesus tidak pernah 1 kalipun pernah mengutip kata-kata gautama ataupun menyinggung tentang gautama. Kalau memang ajaran Yesus itu sama dengan budha, kenapa Yesus tidak pernah menasihatkan untuk mempelajari agama budha? Kenapa Yesus tidak pernah mengutip ajaran agama budha? Kenapa Yesus tidak pernah menceritakan tentang agama budha yang pernah Dia temui?
    Berikut ini saya sebutkan sebagian kecil dari perbedaan besar antara ajaran Yesus dengan gautama:

    a. gautama: segala sesuatu bersifat sementara
    Yesus: Firman-Ku kekal selama-lamanya

    b. gautama: Mengajarkan reinkarnasi/rebirth
    Yesus: Hidup hanya sekali saja

    c. gautama: Dengan pikiran kita, kita menciptakan kita
    Yesus: Manusia diciptakan oleh Tuhan, dan manusia hidup oleh firman yang keluar dari mulut Allah.

    d. gautama: penderitaan yang dialami sejak lahir dikarenakan dosa orang tersebut dalam kehidupannya yang sebelumnya (sebelum reinkarnasi)
    Yesus: Penderitaan dialami karena manusia sudah memiliki natur berdosa sejak lahir.

    e. gautama: penderitaan adalah ilusi
    Yesus: Penderitaan adalah akibat nyata dari keberdosaan manusia

    2. Kalau bicara buku, buku sesat di dunia ini ada jutaan. Gak cuma buku yang anda sebutkan itu, masih banyak buku-buku sesat lain di dunia ini. Dan nyatanya ada banyak sekali buku yang menggambarkan betapa jelasnya perbedaan agama budha dengan Kristen. Jika anda bilang "yang ada di buku pasti benar", Mana buku yang anda percayai?

    3. Saya sudah menjelaskan perbedaan non teis dengan ateis sebelumnya. Saya bisa menangkap bahwa anda tidak mengerti apa-apa tentang panteis, pananteis dan sebagainya. Anda taunya hanya ateis dan teis. Saya sarankan anda belajar lebih banyak mengenai filsafat perbandingan agama.

    Salam,
    PT

    ReplyDelete
  26. baiklah paulus, saya melihat anda seorang yang piawai berkata. memiliki pengetahuan yang luas tentang agama-agama. tetapi saya ingatkan, hati-hati dengan kelebihanmu itu,,kalau km tidak menggunakannya dengan benar, kelebihanmu akan menclakaimu,,, termasuk membuat blok seperti ini. anda boleh bangga dengan keyakinan anda,, tetapi tidak perlu fanatik. anda bagaikan cangkir yang penuh dengan air sehingga selalu tumpah ketika diisi air...

    note:

    a. tidak semua ajaran yesus sma dengan gautama, tetapi sebagian ada yang sama. contoh: ajaran cinta kasih.

    b. gautama mengajarkan semua yang terkondisi adalah tidak kekal atau sementara (kecuali hukum alam)

    c. benarkah manusia hanya hidup satu kali (berarti tidak ada kehidupan setelah kematian)? kalau begitu kenapa kita tidak memuaskan apa yang kita mau,, kan hidup cuma satu kali... ga ada surga dan neraka.

    d. setau saya manusia keluar dari rahim seorang ibu, bukan dari mulut allah. kalau allah bisa berfirman berarti allah bisa di persinifikasikan, lalu apakah anda pernah bertemu allah?

    e. apa dasar anda berkata bahwa gautama mengajarkan penderitaan adalah ilusi? gautama mengajarkan realita atau kenyataan, penderitaan dan kebahagiaan itu ada, dan datang silih berganti. dan bahkan gautama mengajarkan jalan untuk menghentikan penderitaan, yaitu dengan menjalankan delapan unsur jalan utama.

    f. anda pernah mendengar hukum sebab akibat?? dimana gautama membahas tentang hukumaksi dan reaksi, segala sesuatu ditentukan oleh diri sendiri.

    g. tidak seharusnya membahas perbedaan, bukankah sebaiknya membahas persamaan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama?

    ReplyDelete
  27. Seorang teman memberikan kesaksian, suatu ketika antara sadar dan tidak, rohnya diajak keliling surga oleh malaikat. Untuk memberikan bukti kepadanya bahwa surga itu ada, sebab selama ini ia tidak percaya.
    Setelah sekian lama berkeliling, sampailah ia di suatu tempat, dimana ia melihat wajah-wajah yang sudah ia begitu kenal. Para Nabi dan orang-orang suci saling bercekrama. Disatu tempat yang agak jauh dari keramaian, ia melihat ada Yesus dan Buddha [Sidharta] sedang minum teh penuh canda tawa dan saling berdiskusi.
    Ia berhenti sejenak untuk melihat peristiwa ini dan mendengarkan pembicaraan antara keduanya.
    BUDDHA : Bagaimana nih, kenapa pengikut Anda masih ada yang suka menghina pengikut saya? Katanya menyembah berhala dan sesat!
    YESUS : Wah, Maaf , Kawan, saya juga bingung, apa yang suka menghina pengikutmu itu adalah benar-benar pengikutku atau hanya sekedar mengaku!
    BUDDHA : Tuh, Anda lihat sendiri buktinya ! Lihat apa yang sedang dilakukan pengikutmu! [ Buddha menunjuk ke sebuah layar yang sedang menayangkan siaran langsung dari dunia, dimana tampak seorang pendeta dalam khotbahnya menyinggung adiknya yang masih beragama Buddha sebagai penyembah patung, apa patung bisa menyelamatkan orang? Berkata begitu sambil tertawa ]
    Bagaimana tanggapanmu, kawan?
    YESUS : Jangan menyalahkan saya dong, seingat saya, saya tidak pernah mengajarkan begitu kepada mereka. Anda tahu sendiri apa yang saya ajarkan adalah cinta kasih dan jangan menghakimi.
    BUDDHA : Oh, begitu? Apa ini tidak membela diri?
    Tapi pada saat yang bersamaan, dilayar adegan berganti acaranya, terlihat seorang pengikut Buddha yang giliran menertawakan penganut nasrani, yang begitu bodohnya percaya kalau Yesus itu juru selamat manusia, karena Yesus sendiri tidak bisa menjaga keselamatannya sendiri saat mau disalib.
    YESUS : Tuh , lihat! Sekarang pengikutmu yang menghina pengikutku, apa tanggapanmu, kawan?
    BUDDHA : Kok bisa begitu ya? Padahal aku tidak pernah mengajarkan kepada mereka untuk saling menghina . Aku selalu mengajarkan harus selalu mengendalikan pikiran, mata, telinga, mulut dan perasaan. Selalu menyucikan pikiran, perbanyak kebaikan, dan jauhi kejahatan. Bahwa harus selalu mengasihi makhluk lain. Tapi saya ragu juga kalau orang itu adalah pengikutku!
    YESUS : Kawan, ternyata kamu pintar membela diri juga ya? Ah, aku bercanda.
    Akhirnya Yesus dan Buddha saling berpandandangan, senyum-senyum dan geleng-geleng.
    YESUS : Sungguh sayang, pengikutku di dunia tidak tahu, bahwa Anda adalah teman baikku minum teh di surga.
    BUDDHA : Jadi, sama dong kalau begitu?!
    Itulah pengalaman saya, kata temanku.
    Oh, begitu ya? Tidak bohong nih?
    Katakan saya bohong, lha apa untungnya?

    ReplyDelete
  28. dear paulus: apakah anda benar-benar pengikut yesus??
    kalau anda benar2 pengikut yesus, tolong sebaiknya anda hapus blok ini. terimalasih.

    ReplyDelete
  29. Mengenai ajaran budha bahwa penderitaan adalah ilusi, anda bisa membaca lebih lengkap di http://paulusteguh.blogspot.com/2010/06/penderitaan-menurut-agama-buddha-sebuah.html

    Intinya, gautama mengajarkan bahwa penderitaan itu adalah ilusi yang muncul akibat keinginan-keinginan kita. Kita ingin hidup nyaman; akibatnya, muncul derita dalam diri kita ketika muncul bencana alam. kita ingin hidup tanpa pertengkaran; akibatnya muncul derita ketika kita bertengkar.
    Gautama mengajarkan bahwa ilusi penderitaan ini bisa dilenyapkan apabila kita tidak menginginkan apapun.

    Mengenai pendapat anda bahwa sebaiknya kita membahas persamaan, bukan perbedaan: Pendeta Stephen Tong pernah mengatakan "orang pintar melihat perbedaan, orang bodoh melihat persamaan saja".
    Intinya, sebagai orang pintar, kita harus melihat persamaan dan perbedaan. Bukan persamaan saja, juga bukan perbedaan saja.
    Sama seperti orang yang mau beli mobil. Orang yang bodoh akan bilang "semua mobil itu sama". Orang yang pintar akan menyelidiki keunggulan dan kelemahan masing-masing jenis mobil. Dia akan melihat persamaan dan perbedaan masing-masing mobil.
    Sama seperti orang yang mau kuliah. Orang yang bodoh akan berkata "semua univ itu sama saja". Orang yang pintar akan mencari info mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing univ. Dia melihat persamaan dan perbedaan masing-masing univ.

    Itulah filosofi yang saya percayai: kita harus melihat persamaan dan perbedaan, bukan
    persamaan saja.

    Mengenai percakapan gautama dan Yesus, saya sudah membacanya di kompasiana. Well, adakah bukti bahwa percakapan tersebut memang benar?
    Sebaliknya, saya pernah membaca kesaksian seorang biksu myanmar yang mengaku dibawa ke neraka lalu melihat gautama berada di neraka. Zaman sekarang, sudah terlalu banyak orang yang mengaku-ngaku diberi penglihatan, dibawa ke surga dan neraka dsb. Di antara sekian banyak, Mana yang mau anda percayai?


    Mengenai saran anda untuk menghapus blog ini: bisa dijelaskan dulu alasannya?

    ReplyDelete
  30. dasar orang2 skarang sok pinter mengenai adanya Tuhan, klu emang tuhan sbagai maha tahu,maha adil, maha penyayang dan maha apa saja,,,, itu adalah bohong,,,,!!!! masalahnya banyak gereja yang dibakar tuhannya hanya diam saja, ada phastur yang dimasa ditemanggug tuhannya juga diam saja (MUNGKIN TUHAN LAGI JALN-JALAN KLU GAK LG TIDUR LELAP X H@@@@,,,,) dan gak mau tahu knapa harus dipuji-puji PADA HAL gak ada balasan yang lebih menguntungkan DARI TUHAN bagi umatnya, selain itu tuhan di indonesia itu tidak hanya satu,setiap agama memiliki tuhan masing2 termasuk paulus yang sok hebat memiliki tuhan yesus, pada hal letak kehebatannya gak ada untuk menyelamatkan diri sendiri aja tuhan yesus gak bisa bgaimana klu mau menolong para umatnya,,,??? ini memperlihatkan klu manusia itu byak yag tolol dan bego,,,.

    NB: kata2 ini agak kasar tetapi emang begini kenyataannya dan apa adanya.

    SALAM BRUTALLLLL,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    ReplyDelete
  31. Ini salah satu akibat apabila perbedaan yang ada kita bahas, biarlah perbedaan yang ada menjadi keyakinan kita masing-masing. untuk menciptakan suatu kedamaian, ketenangan , kerukunan marilah kita pererat dengan membahas persamaan yang ada dari masing masing.
    Semoga kita semua, tidak menambah perbuatan buruk yang berakibat dikehidupan berikutnya. Jangan terpancing dengan artikel ini, pakailah ini sebagai pengetahuan bahwa ada pemikiran sebagian orang seperti ini.

    ReplyDelete
  32. sayang sekali, namun artikel ini bukan sekedar pemikiran. Artikel ini sudah mencantumkan buktinya, yang berasal dari orang budha sendiri. Anda boleh membuka link-link yang sudah dicantumkan tersebut.
    Meskipun sampai sekarang banyak yang menentang artikel ini, tidak ada 1pun yang memberikan bantahan atas bukti yang saya berikan.
    Jika anda menganggap bukti saya tidak valid, tolong diberikan alasannya.

    Terima kasih

    ReplyDelete
  33. Ibaratnya, Kita akan mendaki gunung, saat kita masih di bawah, antara sisi utara , timur, selatan dan barat, masing masing akan melihat pemandangan yang berbeda, dan satu sama lain tidak bisa menginginkan apa yang kita lihat harus sama dengan sisi yang lainnya,namun setelah kita sama sama naik keatas dan terutama sampai pada puncak gunung. Nah disitulah kita akan tahu apa sebenarnya yang kita ingin ketahui. karena kita sudah terbebas dari LOBA, DOSA dan MOHA.

    ReplyDelete
  34. wah seru yagh.... hehe aku cuma mau numpang lewat sambil iklan blog aku. Kunjungin blog aku yagh di www.sharinghidup.blogspot.com :)
    Semuanya tentang pengalaman hidupku di dalam Tuhan Yesus....
    GBU

    ReplyDelete
  35. gini ya pak...

    sy bru liat ni..nih no offense...tpi jgn bcra gtu klo anda tak mngerti apa2..oke?agak memuakkan

    ReplyDelete
  36. Orang Budha menyembah Patung...
    Ada tertulis,"Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.(Ulangan 32:21)

    Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,(Ulangan 5:9)

    ReplyDelete
  37. Paulus... kamu punya FB khan?? https://www.facebook.com/FransescoAgnesRanubaya
    Saya orang Kalimantan Barat (Dayak)..

    Sekarang Akhir zaman dan penggenapan Kitab Wahyu sudah terlihat...
    Biarkanlah mereka yang tidak mengenal Yesus tetap tidak mengenal-Nya sebab mereka "Mengeraskan hati mereka" dan mereka "tidak pernah mengenal Dia"...
    mereka "yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah."(2 Korintus 4:4)
    Biarkanlah mereka Paulus, biarkanlah... dan kamu yang telah mengetahui kebenaran-Nya dan " Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." (Yohanes 14:27)

    Jujur ini saya copas dari Alkitab Online karena saya bukan penghafal ayat, namun saya mengerti Firman dalam hati saya... tetap lah pegang teguh sebab hanya Dialah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup...

    Yang tidak mau menerimanya... sudah terlambat untuk menyesali... Tuhan memberkati Paul...

    ReplyDelete
  38. Kita sama sama punya keyakinan, itu sangat saya hargai.
    Agar tidak salah, janganlah menjelaskan atau berkomentar tentang keyakinan orang lain.
    Tetaplah teguh pada keyakinanmu, tanpa harus mencela yang lainnya.
    Semoga engkau selalu berbahagia........

    ReplyDelete
  39. Baru saja pada jumat kemarin di mata kuliah agama di universitas saya, kami belajar mengenai agama budha. Kami bersama-sama menonton DVD tentang agama Budha yang dibuat oleh BBC. Dijelaskan segala sesuatu tentang budha. Tentang kisah perjalanan gautama, tentang perkembangan agama budha, ajaran-ajarannya, dan sebagainya.
    Dan di sana hingga 2 kali disebutkan bahwa budha adalah "agama yang tanpa Tuhan". Gautama sama sekali tidak pernah menyebut tentang Tuhan dalam ajarannya.

    Kalau anda berkata: jangan menjelaskan atau berkomentar tentang keyakinan orang lain, berarti anda membatasi kebebasan menyatakan pendapat?
    Seorang guru pernah menjelaskan bahwa teori evolusi itu salah, karena ini itu dan sebagainya. Sebagai guru dia bisa menjelaskan secara ilmiah. Namun banyak orang yang percaya teori evolusi. Masa anda akan berkata pada guru itu "jangan berkomentar tentang keyakinan orang lain"?

    ReplyDelete
  40. Ilmu pengetahuan dan keyakinan hrs dibedakan. Ilmu pengetahuan adalah bersifat umum sedangkan Keyakinan itu bersifat pribadi.
    Saya salut anda masih mau mendengarkan ajaran agama lain, saya pun demikian. hal inti yang saya ambil dari pengetahuan tersebut yang cocok saya terima memang demikian adanya, namun yang berbeda dengan pandangan saya, tidak akan saya perdebatkan memang demikianlah adanya.

    ReplyDelete
  41. Saya Bambang beragama muslim, menurut saya semua agama itu baik dan benar menurut penganutnya, saya percaya sdr Paulus mempunyai niat baik menulis blog ini tetapi mbok ya dipertimbangkan dulu sebelum menulis karena di indonesia ini masalah agama sangat sensitf, saya sendiri tidak setuju kalau ada seorang muslim yg mencela agama lain atau bahkan merusak seperti penganiayaan dan pengeboman.

    Salam persahabatan

    ReplyDelete
  42. Seru bgt ni pembahasannya.. ikut gabung y..
    Saya berAjaran BUDDHA.Saya setuju dgn Paulus, bahwa dlm Buddha tidak mengenal Kata TUHAN. yang ada hanyalah Nirvana atau mencapai keBUDDHAan dengan cara yg telah dilakukan Buddha Gautama..
    cuma sy agak heran dgn bro Paulus n Deny, knp Anda seolah2 sangat mengerti Buddha n bahkan Kagum tetapi msaih dapat percaya TUHAN???
    biasanya org2 pinter spt Einstein stlh mengenal Buddha iya akan percaya ajarannya..

    @Francesco:
    sy setuju juga bahwa banyak Buddha kelihatan menyembah PATUNG, krn 2 faktor:
    1.yg mengerti: mrk bukan menyembah,tp memberi penghormatan kepata GURU yg telah banyak berkorban n memberi Teladan) hampir sama spt menghormat pahlawan
    2. tidak mengerti, maka mrk akan banyak meminta n memohon supaya Buddha klr dr Patung n menolong

    Tetapi yg ingin sy tanya, apakah Anda tidak pernah bersujud n menyembah patung Salib Yesus?? apakah itu berhala?? krn menyembah?? Bahkan sekarang banyak Pendeta yg dtg ke rumah2 n memberi iming2, kl menyembah Yesus, bs Sukses, bs Sembuh dll.. apakah itu Berhala??? Hayo...

    Saya jg ingin tanya.. Apakah Tuhan itu Maha Adil, Penyayang, Penyabar???
    jadi Kenapa Yesus(yg menyataakn dirinya TUHAN) bs cemburuan??? kayak lg pacaran???

    ReplyDelete
  43. @cloneD: Selamat datang di blog saya. Saya sangat senang ada orang budha yang bisa berdiskusi dengan baik seperti anda ^^

    Saya akan menanggapi pertanyaan anda,

    1. Kenapa saya tidak percaya ajaran budha? Saya memang sangat kagum pada budha; ia seorang dari keluarga yang makmur, namun ia meninggalkan semua itu demi mencari cara menolong manusia lepas dari penderitaan. Itu adalah suatu keindahan dari agama budha yang sangat mengagumkan.
    Namun dalam Kristen, ada hal yang jauh lebih indah daripada itu: Allah sendiri, sang pencipta segala sesuatu, sang mahakuasa, begitu mengasihi dan menginginkan manusia-manusia berdosa yang telah memberontak pada-Nya. Sampai-sampai Ia rela turun ke dalam dunia, menderita siksaan paling kejam yang pernah ada, dan mati di kayu salib, demi menyelamatkan manusia.... Betapa ajaibnya kasih karunia-Nya itu! Ini adalah keindahan konsep Kristen yang tidak pernah berhenti membuat saya takjub, merasa terpesona akan kasih Allah yang begitu luar biasa....

    Argumen anda bahwa orang-orang pinter seperti Einstein akan percaya agama budha: itu sangat lemah. Justru kalau anda pelajari secara filosofis agama budha itu, anda akan menemui banyaknya kontradiksi dalam ajaran tersebut. Einstein adalah jenius fisika-matematika, bukan ahli filsafat.

    Apakah saya menyembah patung Yesus? No!! Di gereja kristen, tidak pernah dibuat patung Yesus. Silahkan anda coba mendatangi GKI, GRII, GKA, GKT dan lain-lain. TIDAK ADA patung Yesus di sana. Yang membuat patung Yesus itu gereja katolik, bukan Kristen.

    Kenapa Yesus bisa cemburuan? Coba anda tunjukkan dulu ayatnya yang mengatakan Yesus cemburu. Setahu saya tidak ada ayat seperti itu.
    Allah memang pernah menyatakan diri sebagai Allah yang cemburu di Perjanjian Lama, tapi itu dalam konteks memperingatkan umat Israel supaya tidak menyembah patung atau berhala. Maksud Allah di sini adalah, mereka tidak boleh menyembah patung karena mereka tidak akan mendapat apa-apa dari menyembah patung, justru mereka akan binasa. Maksud lainnya adalah, Israel sudah begitu dikasihi oleh Tuhan. Kalau mereka malah meninggalkan Tuhan lalu memilih patung, jelas itu akan mengakibatkan cemburu Tuhan karena orang Israel tidak tahu berterima kasih.

    ReplyDelete
  44. Saran saya buat Paulus, kalau mau berkomentar tentang ajaran Buddha, pelajari ajaran tersebut sampai ke inti nya( pelajari Abhidhammanya ), kalau belum janganlah membuat pernyataan tentang agama orang lain( ini adalah etika ).Walaupun Paulus akan belajar ajaran Buddha,Ajaran Buddha tidak akan pernah mengagamakan orang yang telah beragama, kecuali atas permintaan mereka sendiri itupun harus sudah benar-benar mantap pilihannya.
    Karena bagi saya semua agama baik, dan yang paling baik adalah agama yang dapat membuat seseorang itu menjadi lebih baik. Jadi tinggal pilih 1 diantara 5 agama yang ada sesuai dg kecocokan kita masing-masing.

    ReplyDelete
  45. Coba anda buka link-link yang saya berikan.
    Saya mengatakan agama budha non teis karena yang mengatakan itu bukan saya. Yang mengatakan itu adalah dosen agama saya dan orang-orang budha sendiri. COba liat di link-link itu, disana orang-orang budha sendiri yang menyatakan itu.

    Jadi menurut anda semua agama itu baik dan kita tinggal memilih saja? Meskipun suatu agama baik, bukan berarti agama itu benar.
    Bagaimana dengan agama hindu misalnya, yang mengajarkan sistem kasta yang sangat diskriminatif itu? Gautama sendiri yang menentang agama hindu karena sistem kasta tersebut. Apakah anda mengatakan sistem kasta itu baik?

    ReplyDelete
  46. Link link tersebut bukan untuk di debatkan. karena bagi kami yang memang dasar pandangannya adalah Buddhis sangat mengerti apa yang dimaksud dari link-link tersebut.
    Yang mana bila dibicarakan dengan yang mempunyai sudut pandang berbeda akan tidak nyambung. untuk itu Sang Buddha mengajarkan kepada kita perbanyaklah kebajikan, jangan berbuat jahat, sucikan hati dan pikiran itulah ajaran semua Buddha.Berdebat masalah itu tidak berguna malah akan menimbulkan kesombongan karena merasa agama kitalah yang terbaik.
    Walaupun Buddha tidak mengajarkan kasta, tapi Beliau tidak pernah mengajarkan umatnya untuk membenci yang lainnya, biarkan mereka berproses sesuai kondisi masing masing. Semoga semua mahkluk berbahagia........

    ReplyDelete
  47. Memang saya tidak mengajak berdebat, yang saya inginkan adalah diskusi.
    Bukankah kita diberikan akal budi untuk bersama-sama mencari kebenaran?
    Agama-agama yang ada memang mengajarkan kebaikan, namun tidak semuanya benar. COntoh paling jelas, agama budha muncul dengan dilatarbelakangi ketidakpuasan gautama terhadap ajaran agama hindu.
    Tiap agama itu berbeda, karena itu kita harus mencari yang mana yang benar. Kenapa gautama membuat agama budha padahal di daerahnya sudah ada agama hindu? Karena dia merasa agama budha berbeda dengan hindu. Kenapa Yesus memunculkan agama Kristen, padahal saat itu sudah ada agama Yahudi/yudaisme? Karena Yesus merasa Kristen berbeda dengan yahudi. Kenapa muhammad membuat agama islam, padahal saat itu sudah ada agama Kristen? Karena muhammad merasa agama islam berbeda dengan Kristen.
    Tiap pendiri agama merasa agama yang dia dirikan itulah yang benar, bukan agama yang lain.

    ReplyDelete
  48. Kelima agama memang berbeda, namun tetap ada kesamaaannya sama sama mengajarkan kebenaran.

    Menurut saya, sesuai apa yang saya fahami dari ajaran Buddha, bahwa hal hal yang patut kita hindari adalah Membunuh,mencuri, berzinah,berkata kata kasar dan mabuk mabukkan

    Tujuan setiap orang adalah bahagia dialam ini, kalau mati masuk surga serta kalau mampu mencapai Nibbana.

    Untuk merealisasikan ini, maka kita harus mempunyai rasa malu untuk berbuat jahat dan takut akan akibat dari perbuatan jahat tersebut.

    Dari Lima agama ini, memiliki cara sendiri sendiri untuk mencapai tujuan tersebut sehingga membuat kita menjadi berbeda.
    Hal itu wajar wajar saja, dan kita harus saling menghormati satu sama lainnya.
    Tidaklah mungkin kita mengharapkan semua menggunakan cara yang sama dalam pencapaian tersebut.

    Hal hal yg perlu diwaspadai adalah, bila kita berhasil waspadalah terhadap keserakahan,kerena bila kita lengah keinginan kita tak terkendali dan membuat kita menghalalkan segala cara untuk memperolehnya.
    Dan bila kita hidup menderita waspadalah terhadap kebencian,karena kita merasa menderita sedangkan orang lain bahagia secara halus kebencian akan menguasai kita sehingga kita ingin menyakiti yang lain.
    Dan bila kita tidak mau mempelajari dharmma maka kegelapan bathin akan menguasai kita, yang akan selalu mencari pembenaran terhadap apa yang kita lakukan, walaupun hal yang kita lakukan adalah tindakan yang tidak benar.
    Semoga diskusi ini bermanfaat.
    Semoga kita semua, bisa hidup rukun dan damai.Semoga semua mahkluk berbahagia.

    ReplyDelete
  49. @anonim: Anda mengatakan bahwa kelima agama berbeda, tapi sama-sama mengajarkan kebenaran. Itu sebuah pernyataan yang tidak logis.
    Anda seharusnya tahu bahwa dalam logika epistemologi yang paling mendasar, ada sifat: jika ada 2 pernyataan yang saling bertentangan, tidak mungkin dua-duanya benar. Pasti salah satunya salah atau dua-duanya salah.
    Misalnya saya mengatakan bahwa A itu wanita, lalu anda mengatakan A itu pria, apakah saya dan anda sama-sama benar? Tidak mungkin, pasti salah satunya salah.

    Begitu juga dengan kelima agama yang ada. Tidak mungkin kelimanya benar, karena ajaran-ajaran mereka saling bertentangan satu dengan yang lain. Coba anda jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

    1. Agama budha dan hindu mengajarkan bahwa hidup kita ini mengalami reinkarnasi yang berulang-ulang sampai tak terhitung banyaknya, sedangkan agama kristen dan islam mengajarkan bahwa hidup hanya sekali saja dan tidak ada reinkarnasi. Yang mana yang benar? Apakah semuanya benar?

    2. Agama islam dan kristen mengajarkan bahwa yang ada hanyalah Tuhan yang esa, sedangkan agama hindu mempercayai adanya ratusan juta dewa. Yang mana yang benar? Apakah semuanya benar?

    3. Agama islam mempercayai bahwa Yesus tidak mati disalib, sedangkan agama Kristen mempercayai bahwa Yesus mati disalib. Yang mana yang benar? Apakah keduanya sama-sama benar?

    ReplyDelete
  50. Menurut pemahaman saya tentang ajaran Buddha, semua makhluk yang ada di dunia ini, yakin atau pun tidak tentang hukum alam, mereka semua terkena hukum tersebut.
    Misalnya ada hukum grafitasi, yakin ataupun tidak yakin mereka semua terkena hukum tersebut, kalau jatuh ya pasti kebawah.
    Begitu pula hukum alam lainnya, Hukum karma, hukum sebab akibat, hukum tumimbal lahir dls
    Bahwa apa yang kita tanam itulah yang akan kita petik, kalau kita tanam karma baik, baik pula hasilnya.
    Segala sesuatu yang terjadi tidak mungkin tanpa sebab, kenapa ada orang kaya, orang miskin, orang cacat,orang pintar itu semua karena disamping usaha/perbuatan mereka saat ini, itu juga buah kebajikan/kesalahan yang telah mereka lakukan di kehidupan yang lalu.
    Semoga diskusi ini bermanfaat
    Semoga semua makhluk berbahagia

    ReplyDelete
  51. @anonim:
    sejak kapan hukum karma itu termasuk hukum alam??
    Hukum alam adalah hukum yang sudah dibuktikan secara sains, apakah hukum karma sudah terbukti secara sains?
    Bagaimana dengan banyaknya orang baik yang justru seringkali bernasib tidak beruntung?

    Selain itu, kalau ada hukum, tentu ada orang yang membuat dan mengatur jalannya hukum itu. Hukum lalu lintas muncul karena ada pemerintah yang merumuskannya dan ada polisi yang mengawasi jalannya hukum tersebut.

    Bagaimana dengan hukum karma? Kalaupun hukum karma itu ada, siapa yang menciptakan dan mengawasi jalannya hukum karma itu? Apakah Tuhan? Kalau Tuhan, kenapa ajaran tentang Tuhan tidak pernah muncul di seluruh ajaran Gautama?

    ReplyDelete
  52. Dalam menjawab pertanyaan ada 4 cara,
    1. menjawab dengan tegas dan langsung ke inti pertanyaan.( to the point )
    2. menjawab dengan rincian rincian utk lebih mempertegas.
    3. menanyakan kembali kepada orang yang bertanya ttg pertanyaan tersebut.
    4. tidak memberikan jawaban, bila pertanyaan itu tidak bermanfaat, bila pertanyaan tersebut dapat menimbulkan konflik baru.

    Nah saya memilih untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut, bagi saya pertanyaan tersebut tidak membuat kita menjadi lebih baik, namun akan membuat konflik baru bila jawabannya tidak bisa memenuhi harapan semua orang.

    Saya terinspirasi dengan ceramah Ajahn Brahm.
    Ada suami istri yang mendengar suara binatang, yang menurut sang Istri meyakini itu suara ayam, sedangkan sang suami meyakini itu suara bebek, mereka terus bertengkar hanya gara gara suara tersebut, setelah bertengkar lama, sang suami sadar maka dia mengalah dan membenarkan yang dikatakan istrinya. mereka kembali bisa rukun dan berbahagia..........
    Semoga diskusi ini bermanfaat.....
    Semoga semua makhluk berbahagia.....

    ReplyDelete
  53. Saya sangat menghargai anda yang berusaha menghindari konflik dan dengan demikian tetap menjaga kerukunan antar umat beragama ^^

    Saya sendiri juga tidak ingin terjadi konflik yang melelahkan, karena itu saya berusaha berdiskusi dengan baik ^^

    Bukankah apa yang kita percayai akan sangat menentukan bagaimana hidup kita sekarang maupun di kehidupan yang akan datang? Jadi bukankah sangat wajar kalau kita harus bersama-sama berdiskusi mencari kebenaran supaya kita bisa mempercayai apa yang benar?

    Agama adalah hal yang sangat esensial, yang sangat berpengaruh bagi hidup kita ini.... Jelas berbeda dengan analogi Ajahn Brahm tentang suara bebek.... Hal itu sama sekali tidak mempengaruhi kehidupan kita di masa kini maupun kelak....

    Saya mohon dipikirkan kembali.... apakah anda mau mengorbankan kebenaran demi pertemanan atau persahabatan?

    Apakah anda merasa mustahil bisa tercapai diskusi yang sehat dan memberikan pelajaran berharga?

    ReplyDelete
  54. Saya sangat yakin, melakukan kebajikan pasti berbuah kebajikan. dan saya memilih agama Buddha sebagai pegangan hidup saya dlm menjalani kehidupan ini, sampai akhirnya dapat merealisasikan kebebasan( Nibbana )

    Yang terpenting bagi saya adalah menjauhi hal- hal sebagai berikut:
    1. Bila hal-hal itu buruk
    2. Bila hal-hal itu salah
    3. Bila hal-hal itu di cela oleh para bijaksana
    4. Bila hal-hal itu jika dilakukan dan dipraktekkan menimbulkan kerugian dan penderitaan.

    Ada sebuah cerita, seorang raja yang menderita sakit mata, oleh dokter di sarankan utk melihat yang hijau hijau. maka beliau memerintahkan pengawalnya untuk merubah semua yang akan dia lihat menjadi hijau. kemudian pengawalnya mengatakan kenapa Paduka tidak menggunakan kaca mata hujau saja, sehingga apapun yang paduka lihat semua menjadi hijau.

    Jadi pesan moral yang dapat dipetik adalah merubah diri sendiri jauh lebih gampang dari pada merubah orang lain.

    Tetaplah yakin akan kebenaran dari agama kita masing2. Tidak ada satupun dari kelima agama yang diakui sekarang mau dikatakan tidak benar.

    Semoga bermanfaat
    Semoga semua makhluk berbahagia.

    ReplyDelete
  55. anonim,
    saya senang bertemu dengan orang yang sungguh-sungguh mencintai kebajikan seperti anda ^^

    Namun saya agak bingung; kalau alasan anda memilih agama budha adalah semata karena agama budha mengajarkan kebajikan, bukankah hampir semua agama pun juga mengajarkan hal yang sama (Kebajikan)?
    Bahkan orang-orang yang tidak beragama sekalipun juga banyak yang mengajarkan untuk berbuat kebajikan.

    ReplyDelete
  56. Apapun yang ada di dunia ini janganlah dilekati. Setelah kita meninggal semua akan kita tingalkan. yang kita bawa adalah perbuatan baik maupun buruk yang telah kita lakukan selama hidup kita.

    ReplyDelete
  57. satriya kebenaran19 May, 2011 21:22

    to anonim.
    Yah, tpi anda tidak yakin bukan bhwa Anda ketika meninggal anda benar2 dijamin masuk surga? dan anda cuma yakin anda hnya mmbawa perbuatan baik maupun buruk? tpi anda mau membawanya kemana?
    yOHANES 4:14
    tETAPI barang siapa minum air yang akan kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air didalamnya,yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal..bgaiman kalau Tuhan Yesus menwarkan Air yang begitu berharga ini, yang membawa anda kpd hidup yang kekal? apkah anda mau menerima atau menolaknya?

    ReplyDelete
  58. the TRUTH KNIGHT19 May, 2011 21:39

    to dear anonym
    Yah, memang ajaran2 budha memang membawa dampak positif bagi umatnya, adanya ketentraman,dan keseimbangan hidup yang diajarkan. namun itu hanya berlaku dalam dunia ini, bgaiaman nnti kalau anda pergi dari dunia ini? okelah anda mengatakan bahwa anda pergi dari dunia hnya membawa perbuatan baik dan buruk.namun Tuhan Yesus, tidak hnaya mengajrkan cinta Kasih,kebajikan2 , namun Dia juga menjamin bhwa kami akan Masuk surga.
    luka 23:43"aku berkata padamu, seseungguhnya, hari ini juga enkau akan ada bersama-sama dengan Aku didalam FIrdaus.jadi ,kami tidak ada keraguan dan ketakutan lagi kemana kami akan Pergi saat kami harus meninggalkan Dunia ini. dan perbuatan baik atau buruknya tidak menjamin kami masuk surga, perbuatan baik hnay sebg cermin yang memantulkan Terang atau kebenaran dari Tuhan Yesus. cukup percaya dan Taat padanya. begitu luar biasa bukan? apa yang menjadi kebuthan anda, semuanya terdapat pada Tuhan. karena DAPAT Tuhan Yesus, Dapat semuanya.

    ReplyDelete
  59. Taat padanya..... berarti kita akan selalu melakukan kebajikan....... saya yakin setelah meninggal kita menuju kesana.

    Dalam ajaran Buddha kita mengenal 31 alam, ( 4 alam rendah, 1 alam manusia, 26 alam surga ).
    Marilah kita tambah keyakinan kita pada agama kita masing-masing, jalankan semua ajaran dengan baik, saya yakin kedamaian di dunia ini dapat direalisasikan.

    Bagaikan sebilah pisau, dia akan berguna dan bermanfaat bila kita pakai memotong daging, sayur dls.., namun bila pisau kita pakai untuk membunuh orang maka pisau berubah fungsi menjadi benda yang sangat berbahaya.

    Semoga semua makhluk berbahagia....

    ReplyDelete
  60. the TRUTH KNIGHT22 May, 2011 21:47

    BAIK klo anda mengatakan bhwa ada bnyk surga. tetapi , bukankah semua itu pstinya berawal dari satu surga bukan?

    jelas, dalam Mazmur 4:8
    "Engkau telah memberikan sukacita kepadaku,
    Lebih banyak ketika mereka kelimpahan gandum dan Anggur"

    betapa dasyat, kebahagiaan Sukacita yg telah diberikan Yesus kpd kami bukan. sukacita yang melimpah, dan specialnya,
    kebahagiaan atau sukacita yg kami dapatkan merupakan sukacita dari Allah atau sukacita sorgawi. SUNGGUH ANUGRAH YANG LUAR BIASA bukan? Shalom Elohim

    ReplyDelete
  61. THE TRUTH KNIGHT22 May, 2011 21:51

    maaf
    mazmur 4:8
    "Engkau telah memberikan sukacita kepadaku,
    lebih banyak dari pada ketika mereka keilmpahan gandum dan anggur"

    kebahagiaan sejati ialah ketika kita benar2 terjamin keslamatan jika kita sdh meninggal kelak. "DAPAT TUHAN YESUS, DAPAT SEMUANYA."

    ReplyDelete
  62. Anguttara Nikaya.

    Jangan percaya pada sesuatu (semata-mata)hanya karena engkau telah mendengarnya.

    Jangan percaya pada tradisi-tradisi hanya karena tradisi itu telah diturunkan dari generasi2.

    Jangan percaya pada sesuatu hanya kareana hal itu diucapkan dan dibicarakan oleh banyak orang.

    Jangan percaya pada sesuatu (semata-mata) hanya karena hal itu ditulis dibuku-buku agamamu.

    Jangan percaya pada sesuatu (semata-mata) hanya karena kekuasaan guru2mu dan mereka yang lebih tua.

    TETAPI SETELAH MENGAMATI DAN MENGANALISIS KETIKA ENGKAU DAPATI BAHWA SESUATU ITU SESUAI DENGAN AKAL SEHAT DAN MAMPU MEMBAWA PADA KEBAIKAN DAN MANFAAT BAGI SESEORANG DAN SEMUA MAKHLUK MAKA TERIMALAH HAL ITU DAN HIDUPLAH SESUAI DENGANNYA...

    ReplyDelete
  63. Kepada anonim,
    Saya ingin bertanya: kalau begitu apakah yang menjadi standar kebenaran? Apakah akal sehat anda yang menjadi standar kebenaran?
    Kalau iya, Bisakah akal kita yang sangat terbatas ini menjadi standar kebenaran?

    ReplyDelete
  64. Menurut saya. standart kebenaran itu Dhamma itu sendiri.

    Saya mengharapkan dalam diskusi ini, dengan pemaparan anda saya menjadi sedikit mengerti ttg agama anda dan anda sedikit tahu tentang agama saya, yang tidak sesuai buang saja, yang sesuai kita bisa pakai kalau mau.

    Paling tidak, bila ada yang tidak sesuai, kita bisa berpikir, oooo memang begitu karena pandangannya begini.

    Semoga bermanfaat......

    ReplyDelete
  65. Terima kasih ^^

    Jadi menurut anda standar kebenaran adalah dhamma?
    Yang saya ingin tanyakan, kenapa anda menganggap dhamma adalah standar kebenaran? Apakah gautama pernah mengajarkan bahwa dhamma adalah standar kebenaran?

    ReplyDelete
  66. Menurut anda Dhamma itu apa?

    ReplyDelete
  67. kalau saya tidak salah, saya pernah dengar bahwa dhamma adalah istilah budha yang berarti "kebenaran" ^^

    ReplyDelete
  68. Apakah Dhamma menurut anda sama seperti itu?

    Benar menurut ajaran buddha Dhamma adalah kebenaran mutlak

    Ada atau tidak ada Buddha, Dhamma ini akan tetap ada sepanjang zaman.

    Buddha tidak mengatakan bahwa Dhamma itu ciptaannya, melainkan dhamma itu sudah ada di alam ini, beliau hanya menemukannya.

    Dhamma ini telah beliau praktekkan, kemudian beliau babarkan.

    Dhamma ini bila dipraktekkan, akan dapat membebaskan kita dari penderitaan sampai akhirnya dapat merealisasi Nibbana.

    Dalam Dhammapada ayat 276, disebutkan.
    Engkau sendirilah yang harus berusaha, para Tathagata hanya menunjukkan jalan.

    Semoga bermanfaat, bila tidak sesuai dengan pandangan anda buanglah......

    ReplyDelete
  69. the TRUTH KNIGHT30 May, 2011 22:33

    angan percaya pada sesuatu (semata-mata)hanya karena engkau telah mendengarnya.

    Jangan percaya pada tradisi-tradisi hanya karena tradisi itu telah diturunkan dari generasi2.

    Jangan percaya pada sesuatu hanya kareana hal itu diucapkan dan dibicarakan oleh banyak orang.

    Jangan percaya pada sesuatu (semata-mata) hanya karena hal itu ditulis dibuku-buku agamamu.

    Jangan percaya pada sesuatu (semata-mata) hanya karena kekuasaan guru2mu dan mereka yang lebih tua.

    TETAPI SETELAH MENGAMATI DAN MENGANALISIS KETIKA ENGKAU DAPATI BAHWA SESUATU ITU SESUAI DENGAN AKAL SEHAT DAN MAMPU MEMBAWA PADA KEBAIKAN DAN MANFAAT BAGI SESEORANG DAN SEMUA MAKHLUK MAKA TERIMALAH HAL ITU DAN HIDUPLAH SESUAI DENGANNYA.
    --------------------------------------------- ada tiga hal yang menjadi tolak ukur seseorang
    Sunemi: hanya mendengar
    Epistamei:hanya melihat
    Ginosko:benar-benar mengalami dan bukan hanya melihat atau mendengar sesuatu.
    kalau anda pasti hanya mengalami sunemi dan epistamei , berbeda jika kita benar2 merasakan apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar, karena begitulah yang kami(orang kristen) dapatkan. bukan hanya sekedar mendengar dan melihat, namun kami benar2 merasakan bagaimana hebatnya Tuhan itu. anda bisa mengatakan Jangan percaya, namun saya bilang, apakah anda sudah pernah benar2 merasakan kebenaran itu?apakah anda sudah menemukan ginosko dalam kebenaran itu?

    ReplyDelete
  70. apakh and hidup untuk yang menemukan kebenaran atau yang empunya kebenaran?

    ReplyDelete
  71. Menurut pandangan saya,setiap ummat agama manapun kalau mereka melaksanakan ajarannya dengan baik pastilah akan membuahkan kebahagiaan, karena kita tahu para Nabi pastilah melakukan kebaikan sehingga bila kita mengikuti jejak mereka pastilah hasilnya kebahagiaan......

    ReplyDelete
  72. begitukah?
    Bagaimana dengan agama hindu yang mengajarkan sistem pembagian kasta yang sangat diskriminatif itu, yang ditentang oleh Gautama? Apakah kita juga harus melakukan itu?
    Bagaimana dengan agama-agama suku yang punya ritual melakukan kanibal?
    Bagaimana dengan gereja setan?
    Apakah kita akan mendapat kebahagiaan jika kita melaksanakan ajarannya dengan baik?

    ReplyDelete
  73. Paulus kembali ketujuan kita semula, tujuan diskusi ini biar saya sedikit tahu ajaran anda tapi bukan untuk membicarakan hal-hal yang tidak sesuai dengan pandangan kita, apalagi membicarakan agama orang lain.
    menurut saya selamanya tidak akan pernah nyambung.karena kita mempunyai konsep yang beda.
    maka dari itu agar kita bisa lebih toleransi dg yang lainnya sedikitnya kita tahu bahwa ooo pandangan mereka begitu sehingga sikap mereka spt itu titik.

    Kalau anda sudah yakin ajaran anda benar. jalankan....

    Biarkan yang lain,yang tidak sesuai dengan anda berproses secara alami, yang penting mereka tidak mengganggu anda.

    ReplyDelete
  74. Tujuan saya membuat blog ini adalah untuk mengabarkan kebenaran dan mendiskusikan kebenaran tersebut.
    Kalau ada orang yang tidak suka dengan hal ini, ya sudah jangan masuk ke blog saya ini.

    Saya juga tidak pernah mengusik orang yang berbeda iman dengan saya. Saya tidak pernah menghina agama lain ataupun memaksa orang lain menganut agama saya.

    ReplyDelete
  75. paulusteguh seandainya tuhanmu masih hidup pasti dia malu sama perbuatanmu dan bersedih hati karenanya...

    ReplyDelete
  76. OHHHH..... Jelas. Tuhan kami masih hidup mas. kalao g hidup maka sia2lah iman kami.
    KNP bersedih. krna ini menjadi tanggung jawab untuk mengabarkan injil, unutk menyelamatkan orang yang belum percaya. karena kami(orang percaya) telah diselamatkan Tuhan Yesus, dan kami bertugas unutk memberitakan , apa yg sudh kami dapat dan kami alami dalam didalam Yesus KrIStus. jdi Kmi diselamatkan unutk menyelamatkan .

    ReplyDelete
  77. seperti orang merokok, bagaimanapun kita menasihatinya , dia akan bebal. dia akan mengatakan biarlah semua berjalan dengan alami. padahal dia tdk tau kehancuran besar dibalik ap yg telah diyakini benar itu.

    ReplyDelete
  78. the TRUTH KNIGHT05 June, 2011 02:10

    oke, skrg tujuan anda ialah suapay mendapat kebahagiaan itu. berati anda "menginginkan" kebahagian ya ?sy rasa berlawanan sekali ya dengan tujuan budha yaitu berhenti menginginkan sesuatu? dan mengapa orang tua anda menginginkan anak atau anda ? mengapa sekarang banyak orang budha yg menginginkan kekayaan?kemakmuran?kekuasaan?

    ReplyDelete
  79. anda tidak konsekwen bukankah keyakinn anda sendiri yang percaya allah sendiri yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan umat manusia lalu ketika sadar bahwa allah telah tamat di tiang salib lalu anda berdalih bahwa yang dikorbankan itu adalah anak sulungnya bukan allah sendiri ketika anda dituduh polyteisme anda menyangkal dengan merasa monoteisme tetapi allah itu maha kuasa bahkan untuk menjelma menjadi manusia berbeda dengan budha yang berhasil menjadi tuhan. tetapi jika benar allah menjelma menjadi manusia berarti kematian manusia ditiang salib adalah kematian allah juga.

    ReplyDelete
  80. loh anda loh yga tidak konsekuaen dengan topik pembicaraan ini.

    ReplyDelete
  81. katanya kristen hanya hidup sekali ? tapi kenapa masih ada orang yg beragama kristen di dunia ini ? tuhan yang menciptakan manusia? sedangkan menurut teori ilmu pengetahuan saja manusia terbentuk dari revolusi monyet jutaan tahun .. sedangkan di agama buddha diajarkan hukum karma dan kelahiran kembali.. ada 31 alam kehidupan.. di bawah alam manusia ada alam binatang, alam raksasa, alam setan.. dan semua tertulis sangat jelas dan disertai bukti nyata di dunia.. nah kalau agama anda bagaimana? semua tuhan yg menciptakan.. jadi apa gunanya lagi IPTEK ??? seperti albert einstein, suruh mati aja sekalian kalo gitu..
    lalu katanya ada pengampunan dosa ya? berarti bisa suka suka buat jahat, terus mohon ampun, selesai? berbeda x sama ajaran hukum karma.. PANTAS SAJA KEJAHATAN DI DUNIA MAKIN MENINGKAT!! rupanya ini dalangnya..
    dan saudara juga perlu membaca berita bawa di pulau jawa terus terusan ada kelompok yg bertikai karena agama? mungkin mereka adalah duplikat paulus yg kepala batu.. maka saya sudah tidak heran..

    well, jika anda memank orang yg baik dan tidak menghina agama orang, ada baiknya anda menghapus artikel ini.. percayalah, tanpa artikel yg ada menyangkut agama, tidak ada lagi yg namanya pertengkaran dan permusuhan.. anda coba pikir pakai otak, kalau anda tidak menulis artikel ini, apakah mungkin ada yg emosi seperti ini? pasti TIDAK ADA kan?
    dan 1 lagi, orang yg bijaksana adalah orang yg bisa menerima kritik dan saran.. bukan kayak kau yg mau menang sendiri dan kepala batu..
    so, bagi orang lain, harap jangan mengomentari orang batu macam paulus, karena saya yakin dengan mendiami orang macam paulus, anda sndr tidak akan rugi dan tidak ada lagi pertengkaran..

    ReplyDelete
  82. ingat.. orang yang bijaksana bisa menerima kritik dan saran.. karena anda yg membuat artikel ini, harusnya anda bisa menerima, bukannya memancing emosi.. setelah saya lihat komentar anda di atas, saya sangat kecewa.. dan saya yakin bahwa anda bukanlah orang yang bijaksana.. so, HARGAILAH ORANG JIKA ANDA INGIN DIHARGAI..

    ReplyDelete
  83. Setuju saya yakin niat aslinya sih pengen nunjukin bahwa keristen itu agama yang benar walau banyak yang emosi.. heheh... eh akhirnya dengan menyimak semua diskusi di blog ini kita jadi tahu ketidak benaran kebenaran agamanya... haha cape deh ngebuka aib sendiri... beruntung aku bisa nemu blog ini...

    ReplyDelete
  84. "Sedangkan menurut teori ilmu pengetahuan saja manusia terbentuk dari revolusi monyet jutaan tahun .. sedangkan di agama buddha diajarkan hukum karma dan kelahiran kembali.. ada 31 alam kehidupan.. di bawah alam manusia ada alam binatang, alam raksasa, alam setan.. dan semua tertulis sangat jelas dan disertai bukti nyata di dunia.. nah kalau agama anda bagaimana? semua tuhan yg menciptakan.. jadi apa gunanya lagi IPTEK ???"
    ___________________________________________

    Ini menunjukkan bahwa anda tidak tahu apa-apa tentang teori evolusi Darwin. Darwin dalam teori evolusinya TIDAK PERNAH mengatakan bahwa manusia berasal dari kera. Silahkan anda pelajari dulu teorinya baru berkomentar.




    _____________________________________________

    "lalu katanya ada pengampunan dosa ya? berarti bisa suka suka buat jahat, terus mohon ampun, selesai? berbeda x sama ajaran hukum karma.. PANTAS SAJA KEJAHATAN DI DUNIA MAKIN MENINGKAT!! rupanya ini dalangnya.."
    _____________________________________________


    Saya ingin bertanya:
    misalkan anda mempunyai 3 orang anak, lalu anda melarang ketiga anak anda ini makan permen.
    Suatu hari seseorang membujuk ketiga anak anda untuk makan permen.
    anak pertama menjawab, "gak mau ah, nanti saya bisa dipukul ayah kalau ketahuan"
    anak kedua menjawab, "gak mau ah, nanti saya gak jadi dibelikan hadiah oleh ayah karena gak taat"
    anak ketiga menjawab, "gak mau. Ayah saya itu terlalu baik buat saya. Saya tidak mau mengecewakan hati ayah saya. Saya tidak mau menyakiti hatinya. Dia terlalu baik buat saya".

    Di antara ketiga anak ini, mana yang anda pilih?
    Kekristenan mengajarkan bahwa kita haruslah seperti anak ketiga. Kita berbuat baik dan menghindari dosa bukan supaya terhindar dari hukuman, juga bukan supaya mendapat upah. Kita berbuat baik karena Tuhan sudah terlalu baik bagi kita, karena Tuhan sudah berkorban demi menebus dosa manusia; itulah yang menjadi alasan kami untuk berbuat baik.

    Sebaliknya, saya berpikir bahwa dalang dari banyaknya dosa di dunia ini justru hukum karma yang anda pegang itu.

    Dalam hukum karma diajarkan bahwa dosa dibayar dengan perbuatan baik, bagaikan debet-kredit dalam akuntansi.... Dosa bagaikan utang yang harus dibayar dengan berbuat baik. Pantas saja negara kita banyak korupsi kan? Karena orang-orang berpikir "gapapa lah saya mencuri 10 juta, nanti kalau sudah kaya saya akan beramal dengan memberikan 20 juta pada orang-orang miskin, maka utang karma saya sudah lunas"
    Begitu juga anak yang terancam tidak lulus ujian nasional pasti akan menyontek... karena dia pikir "gapapa lah saya berdosa sekali ini, nanti di rumah saya akan berbuat amal pada ayah, ibu, kakak, lalu saya kasih uang saku saya ke orang miskin, nanti utang karma saya akan lunas"

    Jadi siapa sebenarnya yang merupakan dalang dari banyaknya dosa manusia?? Silahkan dipikirkan.


    _____________________________________________

    "well, jika anda memank orang yg baik dan tidak menghina agama orang, ada baiknya anda menghapus artikel ini.. percayalah, tanpa artikel yg ada menyangkut agama, tidak ada lagi yg namanya pertengkaran dan permusuhan.. anda coba pikir pakai otak, kalau anda tidak menulis artikel ini, apakah mungkin ada yg emosi seperti ini? pasti TIDAK ADA kan?"
    _____________________________________________


    Kalau anda tidak setuju dengan artikel ini, silahkan kita berdebat secara akademis dan ilmiah. Berikan alasan anda tidak setuju beserta buktinya. Jangan malah menghina-hina secara tidak jelas seperti ini.
    Artikel saya yang mengatakan agama budha non teis sudah saya pertanggungjawabkan. Saya sudah berikan bukti link-link yang menunjukkan itu. Dan sudah terbukti bahwa di seluruh ajaran gautama, tidak pernah 1 kalipun dia menyebut tentang "Tuhan"....

    ReplyDelete
  85. Hallo Paulus, dan anomym yang lain....
    mohon jangan emosi ya.....Diskusi ini jangan membuat kita berantem dech.
    Kalau menurut pandangan saya, saya percaya Tuhan, tapi Tuhan dalam hal ini tidak dibayangkan seperti manusia, tetapi sesuatu yang mutlak, yang bekerja secara otomatis dalam mengatur alam beserta isinya.

    ReplyDelete
  86. emosi dikit sama orang orang yang merasa paling tahu hehe tapi itulah manusia ada kecendrungan sombong dengan ilmunya... padahal ilmunya itu hanya menunjukkan betapa bodohnya... umat budha sama umat muslim itu ada kesamaan... sama sama menyerahkan eksistentsi yang mutlak kepada yang mulak itu sendiri... tidak sepert kristen yang mencoba melogika kannya tapi akhirny sadar bahwa betapa sulit untuk dilogikakannya... hehe cape deh..

    ReplyDelete
  87. oh begitukah? tapi di indonesia yg korupsi sepertinya agama islam dan kristen? sedangkan di india dan RRC saja yg mayoritas agama buddha korupsi pun jarang ditemukan.. u beri contoh pun tak berkaca dulu.. payah..

    ReplyDelete
  88. Saya tidak emosi kok dari awal. Saya hanya menanggapi dengan pikiran yang logis.


    ______________________________________________
    "umat budha sama umat muslim itu ada kesamaan... sama sama menyerahkan eksistentsi yang mutlak kepada yang mulak itu sendiri... tidak sepert kristen yang mencoba melogika kannya tapi akhirny sadar bahwa betapa sulit untuk dilogikakannya... hehe cape deh.. "
    ___________________________________________

    Kesamaan dari hongkong? Kesamaan di mananya? Islam jelas-jelas menekankan Allah yang esa, sedangkan budha tidak pernah ada ajaran tentang Tuhan di seluruh isi tripitaka itu... Sama di mananya???
    Mengenai kristen yang melogikannya, saya ingin bertanya: Emangnya apa tujuan TUhan memberi akal budi pada manusia? Buat dibiarkan saja? Jelas bahwa tujuannya adalah supaya manusia memikirkan tentang pencipta-Nya, mencari pencipta-Nya.

    ______________________________________________
    "oh begitukah? tapi di indonesia yg korupsi sepertinya agama islam dan kristen? sedangkan di india dan RRC saja yg mayoritas agama buddha korupsi pun jarang ditemukan.. u beri contoh pun tak berkaca dulu.. payah..
    ____________________________________________

    1. DI Indonesia orang islam memang banyak yang korupsi karena mereka pada dasarnya juga percaya bahwa keselamatan itu karena amal, mirip dengan hukum karma. Tapi... Kristen??? Emangnya siapa orang Kristen yang korupsi??

    2. Tentang india dan cina, siapa bilang korupsi jarang ditemukan? Nih liat http://www.transparency.org/policy_research/surveys_indices/cpi/2010/results

    Cina terletak di peringkat 78, India terletak di peringkat 87. Tidak berbeda jauh dengan Indonesia yang di peringkat 110.

    Kalau anda memang bisa berdiskusi secara akademis dan ilmiah, jangan asal bicara. Berikan bukti dari apa yang anda katakan. Berikan datanya.

    Lagian kalau alasannya karena negara mayoritas budha jarang korupsi, silahkan lihat siapa yang menduduki peringkat paling atas negara yang paling bersih dari korupsi di sana. Peringkat 1 adalah Denmark, peringkat 2 adalah selandia baru. Silahkan dicek di wikipedia bahwa kedua negara itu adalah negara mayoritas KRISTEN.

    Bagaimana ini? Argumen yang anda gunakan sebagai senjata untuk menyerang saya justru menusuk tepat ke jantung anda sendiri.

    ReplyDelete
  89. Halo paulus.. setelah saya melihat banyaknya komentar" di atas.. mungkin ada beberapa bagian yg kayaknya kurang pas menurut saya... karena itu saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan disini..

    1, Apakah yesus itu adalah tuhan?
    2, diatas seperti yg saya baca. anda mengatakan bahwa anda tidak memaksa orang untuk masuk ke agama anda ataupun pindah ke agama lain dan anda juga sama sekali tidak menjelek"kan agama buddha bagaimana dengan kata" yg anda tulis ini "Namun saya agak bingung; kalau alasan anda memilih agama budha adalah semata karena agama budha mengajarkan kebajikan, bukankah hampir semua agama pun juga mengajarkan hal yang sama (Kebajikan)?
    Bahkan orang-orang yang tidak beragama sekalipun juga banyak yang mengajarkan untuk berbuat kebajikan" saya tidak tau apa yg ada didalam pikiran anda ketika anda menuliskan kata" tersebut. tetapi dari kata" tersebut anda seperti berkata bahwa "untuk apa belajar kebajikan dari agama buddha, sama sekali tidak perlu, toh dari agama kristen pun kita bisa mempelajarinya" apakah saya benar?
    3. saya pernah mendengar kata" manusia yg merencanakan tetapi tuhan yg menentukan" jadi apabila manusia sudah merencanakan bagaimana agar hidupnya dapat sukses tapi tuhan menentukan dy tidak akan sukses apakah orng tersebut tetap tidak akan menjadi sukses? jika ya. berarti sungguh kejam tuhan itu. dimana dy hanya memberikan kesempatan manusia untuk hidup sekali tetapi dy tidak memberikan hidup yg layak kepada orng itu. bagaimana pendapat anda?
    4. bagaimana dengan yg lahir sebagai binatang? apakah mereka juga merasakan hidup sekali saja? jika ya. berarti tuhan pilih kasih donk? gimana pendapat anda?

    ReplyDelete
  90. kemudian dari kata" anda diatas tentang hukum karma. sepertinya anda belum begitu mengerti tentang hukum karma.
    ok lah.. saya akan menjelaskan sedikit tentang hukum karma.
    sang buddha bersabda :Sesuai dengan benih yang ditanam, itulah buah yang akan Anda peroleh. Pelaku kebaikan akan mengumpulkan kebaikan. Pelaku keburukan, memperoleh keburukan. Jika Anda menanamkan benih yang baik, maka Anda menikmati buah yang baik." (Samyutta Nikaya I, 227)
    Menurut masa berlakunya, dapat diurut sebagai berikut :

    1. Karma yang berlaku segera [ditthadhammavedaniya kamma]
    2. Karma yang berlaku sesudahnya [upapajjavedaniya kamma]
    3. Karma yang berlaku untuk jangka waktu tidak terbatas [aparapariyavedaniya kamma]
    4. Karma yang kadaluarsa [ahosi kamma]
    jadi seperti yg anda tanyakan di atas dimana ada orang baik yg selalu tertimpa nasib buruk maka saya akan menjawab kalau KARMA ITU TIDAK HARUS LGSG BERBUAH PADA SAAT ITU JUGA.. sesuai dengan yg saya tulis di atas. mgkin saya tidak bisa menjelaskan tentang karma secara mendalam karena pastinya akan sangat panjang. karena itu anda bisa baca di link ini :
    http://www.nshi.org/Buddhisme/Indonesia%20Buddhisme/Hukum-Karma.htm

    dengan membaca link ini mgkin anda akan lebih mngerti tentang karma di dalam agama buddha yg akan matang pada waktunya dan sama sekali tidak sama seperti akuntansi yg bisa di barter.

    ReplyDelete
  91. kemudian saya juga ada membaca komentar anda di atas yg menyatakan bahwa yesus sama sekali tidak mengutip dari ajaran buddha. mgkin ada baiknya anda membaca link ini:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Lost_years_of_Jesus
    mgkin di komentar yg ada di atas anda mengatakan bahwa banyak buku yg sesat tetapi apakah sebuah situs sebesar wikipedia akan mengambil bukti" dari buku yg sesat itu? mgkin itu bisa menjadi pertimbangan anda.


    mngkin agama buddha tidak pernah menyebutkan kata tuhan didalam kitab suci atau dimanapun. kenapa? karena sifat" tuhan itu sama sekali tidak sesuai dengan ajaran agama buddha yg mengajarkan umatnya untuk menghilangkan sifat" duniawi yg ada.. dan dari yg saya baca di atas anda mempertanyakan kenapa umat buddha masih mencari kekayaan karena itu tidak sesuai dengan ajaran buddha.? maka jawaban saya adalah untuk melaksanakan semua ajaran agama buddha dengan 100% maka kita harus menjadi bikkhu. kenapa begitu? karena kalau kita masih menjadi umat biasa maka siapa yg akan memberi kita makan atau minum? apakah anda yang akan memberi kami makan atau minum? saya rasa tidak. lain halnya dengan yg sudah menjadi bikkhu. dimana semua umat buddha akan mendanakan makanan/pakaian/obat"an untuk mereka sehingga mereka tidak perlu lagi mencari kekayaan itu.

    ReplyDelete
  92. Paulus,di agama Buddha,ada dua pilihan dalam kehidupan ini.
    1. Hidup sebagai samana ( menjadi Bhikkhu )
    2. Hidup sebagai perumah tangga

    Jadi kalau kita memilih hidup sebagai perumah tangga, kita boleh punya keinginan menjadi Kaya dengan cara yang benar, ( jalan utama berunsur delapan ).

    ReplyDelete
  93. Paulus, saya pengin tanya ya, bila kita berdoa kepada tuhan,meminta sesuatu sesuai dengan keinginan kita,bila tidak diberikan. bagaimana kita menyikapinya?

    ReplyDelete
  94. @kent:
    1. Ya
    2. Hampir benar. Saya ingin bertanya, kenapa harus mempelajari kebajikan dari agama budha, toh di dunia ini sangat banyak agama, sangat banyak filsuf lain yang juga mengajarkan kebajikan? Tapi bukan Kristen, anyway... inti ajaran Kristen bukanlah tentang berbuat kebajikan.
    3. Definisi "sukses" di sini apa? Apa yang menjadi pengukur "kesuksesan" menurut anda? Kekayaan? Ketenaran? Kemakmuran?

    4. Menurut anda, apa bedanya binatang dengan manusia?

    5. Sekedar masukan, mungkin anda perlu lebih mendalami dulu tentang karma dan asal-usulnya. Sepertinya anda tidak tahu bahwa hukum karma itu berasal dari agama hindu, bukan agama budha.

    6. Wikipedia adalah situs yang BANYAK SALAHNYA.... Tidak hanya dalam hal agama, bahkan dalam hal profil tokoh atau yang lain pun cukup banyak yang salah.... Apa anda tidak tahu bahwa siapapun bisa menulis tentang suatu tokoh lalu memasukkannya ke wikipedia? Tentu saja baru masuk setelah diapprove oleh pihak wikipedia, namun sebagian besar tulisan di wikipedia itu ditulis oleh orang awam, bukan pakar....

    @anonim: berdoa bukanlah supaya semua keinginan kita dikabulkan.... Tuhan bukanlah robot remote kontrol yang bisa dikendalikan oleh remote kontrol bernama "doa".... Tujuan doa adalah mencari kehendak Tuhan, apakah kehendak TUhan itu sesuai dengan yang kita kehendaki.... Dalam doa kita belajar mencari kehendak Tuhan, mengutamakan Tuhan, bukan mengutamakan kepentingan diri sendiri...
    Jadi bagaimana kita menyikapinya? Tentu saja dengan terus berdoa, terus mencari apa yang menjadi kehendak Tuhan.

    ReplyDelete
  95. 1. kalau yesus adalah seorang tuhan kenapa dia harus lahir ke dunia ini melalui jalan dilahirkan sebagai manusia? anda juga mengatakan kalau dia lahir kedunia agar dapat merasakan penderitaan manusia.. bukankah tuhan itu maha kuasa dan maha tau? bukankah dia yg menciptakan segala sesuatu yg ada di dunia termasuk penderitaan itu sendiri?bukankah seharusnya dia sudah mengetahui bagaimana itu penderitaan kalau memang dia lah pencipta penderitaan itu? bagaimana dengan ibunya yang melahirkan seorang tuhan? bukankah berarti ibu dari yesus itu lebih agung dari yesus sendiri?

    2. ok saya akui anda tidak meminta kita untuk pindah ke agama kristen.. tapi secara tidak langsung anda meminta kita supaya kita pindah agama.. bukankah itu sama saja? bukankah di indonesia ini hanya 5 agama yg di akui? dan dari kelima agama itu agama hindu yg mgkin umatnya paling sedikit. agama islam mgkin jga banyak yg tidak ingin masuk karena ada sejumlah tindak kekerasan dari orng yg tidak bertanggung jawab yg mengatasnamakan agama itu sndiri sehingga sudah memberi image buruk? sehingga pilihan terakhir tentu saja jatuh ke agama kristen. apa saya betul? berarti pembelaan anda diatas tentang tidak meminta orang masuk ke agama anda hanyalah omong kosong belaka.

    3. definisi sukses itu mgkin menurut semua orang berbeda. ada yg mengukur dengan kekayaan. ketenaran. bahkan posisi di masyarakat. sekarang saya tanya anda kembali. bagaimana dengan orng yg mendefinisikan kekayaan sebagai suatu kesuksesan. tetapi pada kenyataannya dia tidak dapat memiliki kekayaan itu? dan bagaimana dengan orang yang mengidam-idamkan ketenaran tetapi dia tidak dapat memiliki ketenaran tersebut.. bukankah banyak orang yang seperti itu? dan bagaimana dengan anak bayi yg dilahirkan dalam keadaan cacat? apakah anda pernah memikirkan hal itu?

    ReplyDelete
  96. 4. mgkin binatang dan manusia sama" adalah makhluk hidup.. tetapi tentu saja manusia dan beinatang itu berbeda.. manusia punya akal pikiran dan kreativitas untuk menciptakan sesuatu dan berpikir secara baik. dan pasti seperti yg anda lakukan setiap minggunya. manusia diberikan akal untuk memnyembah sang penciptanya. dalam kata lain tuhan. bagaimana dengan binatang? mereka hanya diberi akal untuk mencari makanan, mempertahankan hidupnya dari makhluk yg lainnya dan melanjutkan keturunan.. apakah itu sama? apakah anda pernah melihat seekor anjing yg menyanyikan lagu untuk menghormati tuhan? apakah anda pernah melihat seekor tikus yg memberikan kothbah tentang tuhan kepada anda? tentu tidak bukan? dan kalau anda menyamakan binatang dan manusia, kenapa anda memakan ayam? kalau manusia dan binatang sama bukankah berarti memakan ayam itu adalah suatu perbuatan yg melanggar hak asasi?
    karena itu anda tidak usah balik bertanya ke saya.. tetapi anda hanya perlu menjawab pertanyaan yg saya berikan bbrapa hari yg lalu.
    5. ok. saya terima masukan anda.. dan asal anda tau juga. agama buddha berasal dari india yg sama dengan agama hindu.. jadi apakah ajaran agama hindu tidak boleh ada di dalam agama buddha? saya sama sekali tidak menepis anggapan bahwa karma itu berasal dari agama hindu sama seperti saya yg tidak menepis anggapan agama buddha tidak membicarakan tuhan. dan karena karma itu memang ada. kenapa agama buddha tidak boleh mempercayai adanya karma sama seperti agama kristen dengan islam yg percaya dengan tuhan.?

    6. anda berani mengatakan itu akan tetapi anda tidak berkaca pada diri anda sendiri.. bagaimana dengan daftar pustaka diatas yg anda tulis dengan mengatas namakan wikipedia?
    anda juga mengatakan kalau segala sesuatu yang ada didalam wikipedia hanya bisa masuk apabila sudah di approve oleh wikipedia itu sendiri. apakah anda berpikir orang yang bekerja pada wikipedia itu bodoh? lagipula apakah orang yang bekerja di wikipedia tidak ada yg beragama kristen? apa lagi kristen sebagai agama yg memiliki umat mayoritas di wilayah eropa. tentu saja ada bukan? dan apakah pegawai tersebut tidak bisa memprotes penerbitan halaman itu?

    ReplyDelete
  97. haha anda bertanya buat apa diberi akal budi... apa anda yakin bisa menemukan tuhan yang sejati dengan akal budi.. pasti anda menjawab tuhan sendiri yang memperkenalkan dirinya kepada kita dalam wujud manusia... berarti jika benar begitu tidak salah juga dong kalau ada yang percaya tuhan manusia itu bukan tuhan yang sejati...

    ReplyDelete
  98. 1. Saat Tuhan menjelma menjadi manusia, Tuhan harus 100% manusia supaya bisa merasakan perasaan manusia.
    Anda sepertinya tidak tahu bedanya antara "merasakan" dan "mengetahui". Saya berikan analogi: saya "mengetahui" bahwa narkoba itu enak dan membuat ketagihan, tapi saya tidak "merasakan" rasanya narkoba karena saya tidak pernah memakannya.

    2. Inti dari blog saya ini adalah:
    a. Pemberitaan Injil Yesus Kristus. Saya ingin membagikan kasih Kristus yang telah saya alami dalam hidup saya melalui blog ini. Masalah anda mau percaya atau tidak, itu terserah anda.
    b. Ajakan untuk berpikir dan berdiskusi untuk mencari kebenaran bersama-sama. Pada zaman dulu orang-orang begitu giat mencari Tuhan, mereka berfilsafat, beragama, berpikir, berdebat, dan lain-lain. Namun zaman sekarang semua orang sudah menganggap hal seperti itu tidak ada gunanya. Saya berusaha memacu anda semua untuk kembali merenung dan mencari kebenaran. Anda merasa argumen saya salah? Silahkan, berikan argumen anda, mari kita berdiskusi! Anda merasa artikel-artikel saya salah? Silahkan, mari kita berdiskusi bersama! Itulah yang saya harapkan.

    3. Ya tentu saja kalau tujuan hidup seseorang adalah kekayaan atau uang, jelas banyak yang akan mengalami kegagalan. Kenapa? Ya karena ada Tuhan yang mengatur hidup ini. Wajar saja kalau orang yang menuhankan uang akan memperoleh hukuman dari Tuhan, entah di kehidupan kini maupun setelah mati. Tujuan hidup manusia yang seharusnya adalah memuliakan Tuhan, pencipta-Nya dan penolong-Nya itu; bukan untuk mencari kekayaan atau ketenaran. Saat kita memiliki tujuan yang benar inilah, kita tidak akan menjadi kecewa.
    Dan bagaimana dengan bayi yang lahir cacat? Pada dasarnya, semua orang di dunia ini tidak ada yang lahir dalam keadaan sempurna. Semuanya mempunyai kesusahannya sendiri: cacat fisik, kemiskinan, keluarga yang kacau, bencana alam, dsb. Dan di atas semuanya itu, ada 1 hal yang paling mengerikan, yang tidak terhindarkan, dan menjadi takdir semua manusia: kematian.
    Kenapa? Karena pada dasarnya semua manusia itu jahat, semua manusia itu berdosa. Manusia selalu memikirkan kepentingan dirinya sendiri, lebih memikirkan tujuannya sendiri daripada tujuan TUhan.

    4. Lha jadi anda sudah tahu sendiri bahwa manusia dan binatang itu tidak sama. Karena itu, tidak seharusnya anda membandingkan nasib binatang dengan nasib manusia. Itu seperti mengadu perenang melawan petinju. Keduanya jelas tidak bisa bertanding karena masing-masing akan menggunakan caranya sendiri dan aturannya sendiri.
    Secara esensi, binatang sangat berbeda dengan manusia. Binatang tidak mempunyai moral; mereka tidak pernah berpikir mengenai "dosa" dan "perbuatan baik". Bagi mereka segala sesuatu itu boleh, dan mereka tidak perlu menyesal atau meminta maaf. Mereka tidak pernah berdemo kepada manusia menentang ketidakadilan, karena mereka tidak punya moral tersebut.
    Karena perbedaan yang sangat esensial inilah, saya merasa konsep reinkarnasi tentang binatang yang direinkarnasi menjadi manusia atau sebaliknya itu tidak mungkin.... Itu sama saja seperti manusia direinkarnasi menjadi komputer.... Secara esensi mereka sangat berbeda.... Persamaan manusia dengan binatang hanya 2: sama-sama hidup dan mempunyai otak.

    ReplyDelete
  99. 5. Saya sudah membaca artikel di wikipedia itu. Saya memang tahu bahwa di wikipedia ada yang benar dan ada yang salah, karena itu kita tidak bisa menolak seluruhnya dan juga tidak bisa membenarkan seluruhnya. Kita harus menyaringnya dulu, memeriksanya apakah memang benar. Yang jelas anda tidak bisa menjadikan alasan "Yesus mengutip budha karena di wikipedia dikatakan begitu". Memangnya sejak kapan wikipedia itu menjadi standar kebenaran? Sejak kapan wikipedia itu harus dipercaya mutlak benar bagaikan kitab suci?
    Setelah saya membaca link wikipedia yang anda berikan, saya justru bingung sendiri. Wikipedia tersebut sama sekali tidak mengatakan bahwa "ini adalah pandangan yang benar". Anda bisa lihat sendiri bahwa artikel tersebut membahas tentang berbagai teori tentang masa-masa awal kehidupan Yesus. Salah satunya adalah teori bahwa Yesus belajar ajaran budha. Dan di samping itu ada banyak teori lain, misalnya pandangan ahmadiyah, pandangan injil-injil gnostik, dan sebagainya. Dan wikipedia sama sekali tidak menjelaskan "yang manakah teori yang benar di antara teori-teori tersebut". Jadi bagaimana bisa anda menggunakan link tersebut sebagai alasan untuk membuktikan bahwa Yesus mengutip ajaran budha???

    ReplyDelete
  100. saya sudah membaca link yang anda berikan ini:
    http://www.nshi.org/Buddhisme/Indonesia%20Buddhisme/Hukum-Karma.htm

    Saya melihat bahwa link tersebut sama sekali tidak membahas tuntas hukum karma, hanya sebagian kecil saja.
    memang salah 1 aspek dari hukum karma adalah sebab-akibat; perbuatan baik akan menghasilkan hal yang baik, dosa akan menghasilkan penderitaan. Ini adalah suatu konsep yang tidak masuk akal; nyatanya, banyak sekali orang baik yang justru menderita dan matinya cepat (Contoh: Mahatma Gandhi, Martin Luther KIng, Jr) . Banyak sekali orang jahat yang justru hidup makmur berkelimpahan bahkan sampai akhir hayatnya (Contoh: Stalin)

    Dan sangat disayangkan link tersebut tidak membahas tentang aspek hukum karma satunya, tentang sistem "hutang" karma.
    Kalau anda pelajari lebih jauh tentang hukum karma, anda akan mendapati bahwa hukum ini memang memvalidkan sistem "akuntansi yang bisa dibarter" itu. Dalam karma ada ajaran tentang perbuatan jahat yang dibayar oleh perbuatan baik terus-menerus; dan kemudian defisit hutang tersebut saat kita mati akan menentukan bagaimana nasib kita di reinkarnasi berikutnya.... jika didapati bahwa neraca "perbuatan baik" lebih banyak maka kita bisa terlahir jadi putra raja.... jika didapati bahwa neraca "dosa" kita jauh lebih banyak kita akan dilahirkan menjadi binatang atau anak keluarga miskin....

    Kalau anda beragama budha, saya sangat mendorong anda untuk mendalami agama anda ini. Kemudian pikirkanlah baik-baik, dan banyak-banyaklah berdiskusi mencari kebenaran, termasuk di blog ini juga ^^

    ReplyDelete
  101. Pertanyaan paulus, kenapa orang baik mati cepat dan orang jahat hidup makmur.

    Menurut pemahaman saya,
    Karma, bisa berbuah saat ini dan bisa berbuah saat akan datang.

    Orang baik saat ini, krn kegelapan bathinnya sudah teratasi, jadi dikehidupan saat ini dia akan melakukan perbuatan sesuai dharma, Saat ini, orang ini baik, namun di kehidupan lampau kemungkinan dia pernah melakukan kesalahan yang mana kesalahan tersebut tetap berbuah, kebetulan berbuah di kehidupan saat ini. sehingga tampak orang baik tetapi hidupnya melarat/ mati cepat.
    Demikian sebaliknya orang jahat saat ini karena terkondisi, bisa krn pengaruh lingkungan dia menjadi jahat,namun dikehidupan lampau dia penah melakukan kebajikan yang besar dan berbuah saat ini, sehingga demikian tampaknya.

    Maka dari itu dalam kehidupan ini sangat beresiko kalau kita kurang waspada, untuk itulah Buddha memberikan petunjuk jalan utama berunsur delapan, bila kita jalankan hal tersebut maka bisa memutus tumibal lahir ini.

    Namun ini perlu perjuangan yang keras, karena kecendrungan manusia gampang melakukan kejahatan karena kejahatan memberikan kenikmatan dunia yang instan.

    ReplyDelete
  102. @anonim: saya sangat setuju dengan pernyataan anda ini:

    "karena kecendrungan manusia gampang melakukan kejahatan karena kejahatan memberikan kenikmatan dunia yang instan."

    Namun saya ingin bertanya 1 hal: kenapa manusia lebih gampang melakukan kejahatan daripada kebaikan? adakah penjelasan dari budha mengenai hal ini?

    kemudian mengenai pernyataan anda yang ini:

    "Demikian sebaliknya orang jahat saat ini karena terkondisi, bisa krn pengaruh lingkungan dia menjadi jahat,namun dikehidupan lampau dia penah melakukan kebajikan yang besar dan berbuah saat ini, sehingga demikian tampaknya."

    Saya ingin bertanya: bagaimana kita bisa mengetahui orang mana yang di kehidupannya yang dulu berbuat baik, orang mana yang di kehidupannya dulu berbuat jahat? Kalau kita tidak bisa tahu, bahaya dong.... Bisa saja terjadi seperti agama Hindu di India, di mana mereka membuat sistem kasta. Kasta sudra diperlakukan sangat buruk dan tidak hormat karena mereka dianggap telah berbuat tidak baik pada kehidupan mereka yang sebelumnya.
    Begitu pula nanti akan ada orang tua yang akan seenaknya menyiksa anaknya yang bodoh dengan berpikir "dia memang ditakdirkan bodoh karena di kehidupannya dulu dia berbuat jahat; jadi aku tidak bersalah juga kalau aku menyiksa dia. Dia dulunya memang jahat".

    ReplyDelete
  103. Paulus bertanya :Namun saya ingin bertanya 1 hal: kenapa manusia lebih gampang melakukan kejahatan daripada kebaikan? adakah penjelasan dari budha mengenai hal ini?

    Paulus menurut pemahaman saya tentang hal ini, karena kekotoran bathin kita yaitu salah satunya Moha (ketidak tahuan).

    contoh:kita tidak tahu tanda-tanda akan terjadi Tsunami, salah satunya air laut surut, yang tidak mengerti sangat senang melihat ikan yang banyak, kemudian asyik mengambil ikan ikan tersebut, ternyata sesaat lagi air bah datang tanpa kita sempat menghindar.....seperti itulah kebodohan/ketidak tahuan akan membuat kita celaka.


    Paulus bertanya: bagaimana kita bisa mengetahui orang mana yang di kehidupannya yang dulu berbuat baik, orang mana yang di kehidupannya dulu berbuat jahat? Kalau kita tidak bisa tahu, bahaya dong....

    Kita ketahui bahwa setiap orang, pastilah pernah melakukan kesalahan,tidak ada yang luput dari hal tersebut, Sangat gampang mengetahui, orang itu baik/jahat di kehidupan lampau, yang hidup senang / susah di kehidupan sekarang adalah cerminan kehidupan mereka di masa lampau, namun ini bukan berarti dengan mengetahui hal tersebut kita kemudian melakukan hal semena mena kepada orang yang menderita. justru dengan mengetahui hal tersebut, kita tidak mau melakukan kejahatan yang akan berbuah dikehidupan kita berikutnya.
    Saya yakin orang yang sudah mengerti ini tidak akan ada niatan untuk menyakiti orang lain baik orang itu baik atau jahat sekalipun, bukan tugas kita untuk menghakimi orang lain.
    Semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  104. 1. Kenapa bathin kita kotor? Apa penyebabnya? Dan apa pula penyebab ketidaktahuan kita?

    2. Pemikiran anda seperti itu bisa berbahaya. Anda meyakini bahwa orang yang menderita sejak lahir itu mengalami hal seperti itu karena akibat di kehidupan sebelumnya.... Ini bisa mengakibatkan kita tidak mengasihani orang lain.... Kalau misalnya ada teman anda yang kasihan pada pengemis lalu ingin memberinya uang, anda mungkin akan berkata pada dia "jangan dikasih, kamu kan juga kesulitan uang. biarkan aja, dia miskin karena akibat perbuatan dosanya sendiri di masa lalu".

    ReplyDelete
  105. Paulus bertanya1. Kenapa bathin kita kotor? Apa penyebabnya? Dan apa pula penyebab ketidaktahuan kita?

    manusia hidup memiliki 2 hal dasar yang akan selalu bersamanya, yaitu:
    1.Jasmani atau disebut Rupa.
    2.Bathin atau disebut Nama.

    Manusia sebagai mahluk hidup, ia merupakan perpaduan dari 5 Kandha ( Panca Khanda )

    Panca Khandha terdiri dari:
    1. Rupa = Bentuk, tubuh, badan jasmani.
    2. Vinnana = Kesadaran.
    3. Sanna = Pencerapan.
    4. Sankhara = Pikiran, bentuk-bentuk mental
    5. Vedana = Perasaan.

    Jadi kotor atau bersihnya bathin kita tergantung dari pengalaman kita masing-masing,hasil dari apa yang pernah kita lihat,dengar,sentuh dls

    maka dari itu sang Buddha mengajarkan kepada kita :
    1. Jangan berbuat jahat
    2. Perbanyak kebajikan
    3. Sucikan hati dan pikiran
    dengan menjalankan ini, tidak ada niat kita untuk menyakiti mahkluk lain.

    Ketidak tahuan dapat diperangi dengan belajar, mendengarkan dhamma, sehingga kita tahu mana patut dilakukan dan tidak.


    2. Paulus bertanya: Pemikiran anda seperti itu bisa berbahaya. Anda meyakini bahwa orang yang menderita sejak lahir itu mengalami hal seperti itu karena akibat di kehidupan sebelumnya.... Ini bisa mengakibatkan kita tidak mengasihani orang lain....

    Konteknya bukan seperti anda pikirkan, bagi kami, dengan mengetahui ini, kita mengerti bahwa apa yang kita perbuatan itulah yang akan kita petik, tanam jagung akan berbuah jagung, bila ingin memetik buah kebahagiaan, maka tidak ada alasan buat kami untuk berpikir bahwa biarkan mereka seperti itu krn itu hasil perbuatan mereka, tetapi kalau kita tidak ingin seperti itu maka janganlah melakukan kejahatan, bila kita melihat orang miskin yang perlu kita tolong, maka ini kesempatan kita untuk melakukan kebajikan.

    Terimakasih atas diskusi ini, saya mohon undur diri.

    Dari diskusi ini saya bisa memetik, bahwa kita harus menghormati pandangan orang lain karena sudut pandang mereka berbeda.

    Dapat di contohkan. kita ingin ke Jakarta.Kita dapat menggunakan/Naik:
    1. Naik Pesawat
    2. Naik Kereta Api
    3. Naik Mobil
    Mereka akan mendapat pengalaman yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama.

    Semoga anda berbahagia,
    Semoga tercapai apa yang anda cita-citakan
    Semoga semua mahkluk berbahagia.

    ReplyDelete
  106. Terima kasih buat diskusinya. Sebenarnya saya berharap bisa berdiskusi lebih banyak dengan anda, karena saya tidak ada maksud menyerang, saya hanya ingin tahu lebih banyak mengenai iman anda. Anyway, saya sangat menghargai dan mengagumi ajaran budha, jadi seharusnya anda tidak perlu khawatir akan terjadi perdebatan panas di sini. Meskipun saya tidak tahu kenapa anda memutuskan undur diri di sini. ^^

    ReplyDelete
  107. kadang banyak yang sok tahu tapi tidak mengerti secara keseluruhan :) ya begitulah hidup :)

    ReplyDelete
  108. SOP BIKIN BLOG YANG BENER JANGAN COMPARE2 AGAMA. KALO G MAU AGAMAMU KNA MASALAH. KAMU BS MENCORENG DAN MEMBUAT KRISTEN MAKIN BANYAK MUSUH GARA2 ORANG2 SEPERTI DIRIMU LOH.. percuma kamu balas, soalnya aku g bakal sudi buka blogmu lagi ini kok... hapus aja.. iku tuh gereja kna bom.. ckckck

    ReplyDelete
  109. gak salah ya orang kristen itu ternyata sangat fanatik...hahaha...pembahasan agama sendiri gak ada habis habisnya kenapa mesti bahas agama orang lain sih...capede...paulus...paulus...(geleng geleng kepala) ckckckckck....

    ReplyDelete
  110. ya ampun saudara paulus, ga usah deh repot2 ngatain agama lain bertuhan atau ga, urus aja agamamu sndr.gara2 org2 seperti anda mknya byk tindakan anarkis di gereja2, kasihankan org2 yg ke gereja dgn niat tulus dan baik malah hrs kena getahnya. emangnya org bule menyebut tuhan dgn tuhan jg,sama kyk org indonesia? kan mrk manggilnya god. mgkn begitu jg dgn para umat buddha yg menyebutnya nirwana. hanya saja tuhan mereka tdk berpribadi seperti tuhannya agama2 abrahamic yg disatu sisi bs menyayangi tp disisi lainnya bs tb2 marah,murka dan mengutuk manusia ciptaannya sendiri lalu mendatangkan bencana besar sehingga bayi yg tak berdosa pun menjadi korban amukannya. bagi umat buddha hal baik dan hal buruk yg terjadi adalah krn karma baik dan karma buruk mereka, bukan krn tuhan yg berbuat sesuka suka guenya aja. kalo tuhan yg seperti itu dan manusianya keras kepala seperti anda, sy cm bisa blg "semoga semua makhluk berbahagia" JGN KARENA BENCI DAN MARAH MENGHARAPKAN YG LAIN CELAKA.

    ReplyDelete
  111. Intinya ya,semua agama itu sama, peace dong. Utk apa sih berdebat ttg agama. Yang penting diri kita sendiri saja, berbuat baik sesuai ajaran kita. Jgn melihat / menilai org lain/ agama lain. Cukup diri kita sendiri, berbuatlah baik kpd semua org. Jgn cuma di tmpt suci aja baru jd org baik!

    Salam damai

    ReplyDelete
  112. kepada saudara anonim,

    Jika anda mempelajari agama-agama yang ada, anda akan mengerti bahwa semua agama itu TIDAK SAMA. Tidak usah mempelajari terlalu dalam, cukup mempelajari "kulit luarnya" saja pun anda akan menyadari bahwa semua agama itu berbeda.

    1. Kristen dan islam meyakini bahwa manusia hanya hidup sekali saja lalu masuk surga atau neraka. Sedangkan buddha dan hindu percaya bahwa manusia akan direinkarnasi berkali-kali. Apakah ini sama?

    2. Kristen mengajarkan konsep Allah yang monoteisme tritunggal, islam mengajarkan konsep monoteisme mutlak, hindu mengajarkan adanya ratusan juta dewa, buddha tidak pernah mengajarkan sedikitpun tentang Tuhan atau dewa. Apakah ini sama?

    3. Buddha mengajarkan kita tidak boleh membunuh binatang, namun islam mengajarkan untuk membantai binatang-binatang (sapi dan kambing) di hari raya idul adha. Apakah ini sama?

    Nyatanya, semua pendiri agama itu tidak ada yang menganggap bahwa semua agama sama. Baik itu Yesus, Gautama, atau Muhammad. Kalau semua agama itu sama, untuk apa mereka mendirikan agama baru lagi--yang sama saja dengan agama-agama yang sudah ada? Mereka mendirikan agama baru karena merasa bahwa agama yang mereka dirikan itu BERBEDA dengan agama-agama yang ada. Agama Buddha itu saja muncul dilatarbelakangi oleh ketidaksetujuan Gautama terhadap banyak konsep-konsep agama Hindu. Sangat tidak masuk akal kalau anda mengatakan semua agama itu sama.

    ReplyDelete
  113. Hahaha,Maksudnya semua agama itu sama, krn semua agama mengajarkan kebaikan,, dilihat dari situ aja. Udah bgs kok. Berbuat baik, tdk saling mencela dsbnya. Itu perbuatan seorg penganut yg baik.

    Salam damai :)

    ReplyDelete
  114. Ga usa pake konsep konsep segala, konsep itu bisa menyesatkan,bs jg bgs buat sekedar tahu aja. kalo menurut u konsep u benar, ya udalah, jd kan anda puas, semua puas aja deh, jd ga tjd kesalahpahaman. Hehehe. Open ur mind, kasian Tuhan, yesus, buddha krn org seperti lu paulus.

    ReplyDelete
  115. Surat Paulus ke efensus
    1:3.14
    Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan Kita Yesus kristus yg dalam kristus telah mengkaruniakan kita segala berkat rohani di dalam surga
    Sebab di dalam dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan , supaya kita kudus dan tak cacat di hadapNya

    Kalau kita melihat ayat ini ,seolah olah kita berada di planet lain sebelum dunia diciptakan ( Kita orang yg dipilih tinggal didunia ini ) dan kontradiksi dengan cerita ADAM dan HAWA.
    Apakah ayat ini ada hubungan dengan reinkarnasi tidak ?

    Kalau berbicara tentang korban binatang saya beranggapan karena budaya orang di Asia barat yang suka menggunakan darah untuk pengakuan dosa dan keselamatan TERUTAMA YAHUDI

    Cerita sesajen sama saja, bedanya barang perlengkpannya saja.
    Wangiannya bakar bakar domba dan kemenyan sedangan yang berbeda kayu cendana dan bunga bunga.
    Buktinya Yesus disimbol sebagai Domba menebus dosa manusia melalui darahnya seperti jaman dulu anak perawan digunakan.
    Dari tonggak sejarah Yesus saat itulah umat kristen percaya dosanya sudah diampuni dan di jamin masuk surga ( bebas bebas bebas saja umat kristen ) kasih yang terus menerus TIDAK PERLU lagi tinggal mati masuk surga.

    Sebenarnya pandangan agama buddha paling simpel menurut penapsiran saya bersihkan batin kita jauhkan kejahatan tambahkan kebaikkan cukup.
    BUddha hanya penyarankan pengalamannya bukan untuk memaksa seseorang untuk meyakinkan ajarannya,bahkan Beliau sendiri menasihati kalau menurut engkau suatu kitab membuat anda akan lebih baik ,ikutilah .
    Pengertian disini misalnya anda merasa agama kristen lebih bagus dan benar , saudara Paulus perdalamlah dan pratekkan dalam sehari harimu.Jangan jangan hanya bisa bicara tapi pelaksanaannya masih sangat kurang

    Bebicara mengenai korban untuk Idul adha umat islam bagi umat buddha tidak memusingkan untuk protes,masing masing punya keyakinan sesuai dengan sejarah agama yg diyakinkan siapa tahu nanti ada penapsiran yang berbeda di masa yang akan datang tentang pengorbanan.
    Seperti umat kristen tentang yang meninggal menurut alkitab tidak boleh dibakar harus ditanamkan ke tanah karena akan dibangkitkan di akhir jaman nanti

    Yesus bagi saya bukan Tuhan namun saya golongkan beliau seperti Bodhisatva yang mengorbankan jiwa raganya untuk umat manusia .atau masuk ke tingkat dewa dalam alam kehidupan makluk
    Beliau masih dikhianati oleh muridnya sndiri ,akhirnya Beliau terbunuh juga setelah dikejar kejar musuhnya berbulan bulan , tidak apa apa beliau menawarkan tentang iman, pengharapan dan kasih dan melanjautkan hukum taurat dengan sepuluh perintah Allah
    Semuanya mirip dengan Hukum sebab akibat dari salah satu ajaran yang ditemukan oleh sang Buddha.

    YANG PENTING BAGI SAYA LAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK SEMUA , DAN TAMNBAHLAH KEBAIKKAN seperti turut serta menjaga lingkungan hidup yang nyaman,bertetangga yang baik,menjadi warga negara yang baik,kalau semuanya sudah menjadi baik seperti di surga dunia juga

    Salam metta karuna dan agape buat semua yang mencntai damai dan suka cita.

    ReplyDelete
  116. Iya paulus, saya melihat anda itu orgnya sok pintar (maaf). Krn dr jabaran yg anda uraikan, anda terlihat sok tau akan segala sesuatuny, pdhl sesuatu itu blm tentu benar. Lbh baik anda ke gereja, berbuat baik, menjalankan ajaran yesus, rendah hati, toleransi. Gmn saudara paulus?? Dgn sikap anda spt ini, anda justru hanya akan membuat org2 tdk menyukai agama anda. Jadilah org yg bijak kalau anda sudah baca byk buku dan mengagungkan konsep2 yg ada. Be wise and smart and humble.

    Anda akan menuai apa yg anda tabur.
    :D maaf jika menyinggung anda

    ReplyDelete
  117. Lihat saja Tuan Paulus Teguh akan mencari cari lagi dan bolak balik menjawab

    Kata orang seperti orang yang ingin membalas dendam bagaikan orang mencari kesalahan orang setiap waktu dan secara jujur hati dan jiwanya penasaran terus menerus ,yang saya takuti lama kelamaan jadi sakit jiwa karena debat agama orang lain.
    Semoga Tuhanya memberikan kesadaran untuk TUah Paulus teguh amin salom

    ReplyDelete
  118. @semuanya:
    Terserah kalau mau menghakimi saya, menghina saya, mengatakan saya sok pintar, dan sebagainya. :)

    Silahkan baca di artikel "Tujuan Blog Ini?". Saya sudah jelaskan bahwa tujuan saya membuat blog ini adalah bersama-sama berdiskusi/berdebat secara filosofis atau akademis untuk mencari kebenaran. Jika anda merasa tidak setuju dengan artikel-artikel saya, fine! Tapi berikan argumen anda! Lalu kita akan berdebat secara akademis dan secara sehat. Dan saya tidak akan memaksa anda untuk pindah agama atau semacamnya. Di blog ini saya juga tidak pernah 1 kalipun menghina agama lain ataupun menghina pendirinya. Sebaliknya, saya justru menghargai agama manapun dan pendiri agama manapun. Meskipun saya tetap saja menganggapnya salah.

    Karena itu saya tidak akan membela diri ataupun menanggapi hinaan-hinaan anda sekalian. Saya hanya akan menanggapi anda jika anda memberikan argumen anda dan berniat berdiskusi/berdebat secara sehat dan akademis.

    Anda semua bisa melihat bahwa di sini saya membuat artikel tentang ke-non-teis-an agama Buddha. Dan sampai saat ini tidak ada yang bisa memberikan jawabannya secara akademis. Tidak ada yang memberikan bukti konkret bahwa artikel saya ini salah atau bahwa agama Buddha sebenarnya percaya Tuhan.
    Yang ada hanyalah sekumpulan orang yang kesal lalu menghina-hina saya dan ada juga orang yang seenaknya sendiri menafsirkan ayat Efesus 1:13-14. Benar-benar suatu penafsiran yang sangat lucu, bagaimana mungkin ayat tentang pemilihan Allah itu tiba-tiba bisa dikaitkan dengan "hidup di planet lain". hahahaha....

    Salam damai ^^

    ReplyDelete
  119. kalau mau tahu tentang ketuhanannya agama buddha coba googling di sammagi phala, ada artikel tentang ketuhanan dlm agama buddha, biar anda jelas lgsg baca disana saja. jgn sembarangan mengambil kesimpulan sebelum anda pelajari terlebih dahulu. setelah baca silahkan beri tanggapan, itu kalau anda benar2 mau tahu loh ya...

    ReplyDelete
  120. Saya sudah cukup banyak mempelajari ketuhanan dalam Agama Buddha.
    Saya sudah membaca artikel-artikel tentang itu, saya juga sudah membaca di forum-forum, saya juga sudah berdiskusi dengan dosen agama saya dan 2 orang ketua UKM Buddhist kampus saya.... Apakah itu masih kurang?

    ReplyDelete
  121. Heheh, numpang lewat bang..
    Sebaiknya perdebatannya sampai sini aja deh..
    Pada gak mau ngalah nih...
    Gini ajah..
    Kita lihat dari sisi baiknya..
    Kristen dan Buddha sama2 mengajarkan untuk berbuat baik.
    Meskipun pada beberapa sisi, Kristen><Buddha

    Misalnya : Pada Keluaran 20 (Hukum2 taurat)
    Hukum taurat ke 1 dan 2 agak menyimpang dari ajaran Buddha..
    Kamu jangan mau menang sendiri Paulus..
    Jutaan umat Buddha AGAK tersinggung oleh ucapanmu.. Coba kamu rasakan gimana sakitnya hati kita bila agama kita dihina..

    OK OK ! Menurut kamu ini bukan hinaan, tetapi berdasarkan fakta kan? Kamu juga udah payah2 nyari di internet..

    Sekarang saya ubah bahasa saya..
    MengHINA menjadi mengKOMENTAR...

    MengKOMENTAR maksud saya ini adalah anda mengKRITIK kami.. Anda merasa ajaran kami tidak cocok dengan ajaran anda..

    Memang betul bahwa agama2 itu tidak sama, tapi pada dasarnya TUJUAN SEMUA AGAMA itu SAMA !

    Kan TIDAK ADA agama yang mengajarkan umatnya untuk berbuat jahat? Iya toh?

    Gini ajah..
    Kita pakai "CONDITIONAL SENTENCE" (Kalimat pengandaian)

    Misalnya JIKA anda menjadi umat Buddha, apakah anda tidak akan tersinggung..???
    Anda PASTI tersinggung.... !! Saya yakin 100%

    Nah,kami aja tersinggung, apalagi yesus-mu yang melihat anda berbuat jahat (Maaf kalau berlebihan,maksud saya mengKOMENTAR) kepada kami......

    Apakah itu juga ajaran yesus?

    Paulus,jika anda bisa menjawab mengapa AJARAN HUKUM TAURAT KE 1 dan 2 TIDAK COCOK KEPADA kami, maka saya tidak akan meladeni anda lagi..

    Bagi yang beragama Buddha,janganlah marah kepada Paulus, itu juga bertentangan dengan ajaran Buddha..
    Marilah kita menerima perkataannya dengan baik.. mana tahu ada yg bisa kita ambil dari sisi baiknya..
    TETAPI, JANGANlah kita melupakan ajaran BUDDHA.. Ingat, BUDDHA lah yang telah membantu kita selama ini.. JANGAN lupakan jasaNYA dalam hifup kita.. ^^

    Thx..
    Untuk Paulus : Maafkan saya jika kalimat saya agak sedikit menyinggung.. Bila anda mau meladeni saya, mohon pakai kalimat yang mudah dimengerti..
    Karena, Saya hanyalah anak SD dengan kemampuan berlogika tinggi, sehingga saya tahu yang mana yang benar untuk saya...

    Thx sekali lagi, untuk Paulus dan umat Buddha..

    ReplyDelete
  122. Sudahlah jangan beralasan cari kebenaran, dalam hati anda untuk menyebarkan agama anda , bagi agama buddha ajarannya sangat simpel orang bisa melakukan kebaikan sudah menjalankan agama ,tidak susah paya untuk mencari tuhan dari mana, Tuhan juga tahu umat manusia pun tidak mungkin dapat membuktikan posisi dia sekarang ada dimana.

    Sekarang ini Paulus lebih baik bantulah orang yang masih susah kehidupannya atau saudara anda yang masih miskin dalam kehidupan sehari hari,

    ReplyDelete
  123. Saudara Paulus sudah tahu ,pengertian Teis dan TUhan dalam agama buddha memang sangat beda ,kenapa untuk dibicarakan diblog ini,agar seolah olah agama buddha salah, Belum tentu salah, banyak cendekiawan dan teknokrat menerima ajaran buddha juga,bahkan sekarang di barat dan amerika sudah menggunakan falsafah agama buddha untuk norma norma pergaulan ,walaupun mereka itu dasarnya dari agama yang beda.

    Maka dari itu sebagian umat buddha tidak menjadi ketakutan karena agama buddha menjadi jumlah yang makin sedikit ,tapi kualitas pengetahuan agamanya lebih baik dari dulu.

    Hallo Umat buddha jangan merasa di hina, wajar kita beda pandangan dengan agama kristen yang dipahami oleh MR Paulus .

    Kita tidak menggunakan ilmu pakai pokoknya, kita lebih banyak menggunakan logika .

    Kalau teman teman mau tahu perdebatan ,baca dari pertama dari judul blog ini, siapa yg benar dan siapa yg masih ngotot.

    ReplyDelete
  124. SAUDARA PAULUS, ANDA TIDAK BISA TERIMA YA KALAU KONSEP KETUHANAN DALAM AGAMA BUDDHA TIDAK SAMA DGN KONSEP KETUHANANNYA ANDA YG SUKA MARAH MARAH DAN MENGUTUK?

    ReplyDelete
  125. @umat yang sejati:

    1. Jika saya menjadi umat buddha, apakah saya akan tersinggung? Sama sekali tidak! Sebaliknya, saya akan berdiskusi dan memberikan argumen saya dengan kepala dingin. Kenyataannya, di blog saya inipun banyak kok orang Buddha dan Islam yang sudah berkali-kali bertanya-tanya tentang Kristen, dan bahkan disertai penghinaan pula. Itu sudah terjadi berulang kali. Namun saya tetap menjawab mereka tanpa pernah membalas menghina 1 kalipun.

    2. Saya bukan mengkritik, lebih tepatnya saya mengkritisi/menganalisis. Kalau memang hasil analisis saya agama Buddha itu benar, tentu saya akan menulis bahwa agama BUddha itu benar. Kalau salah, tentu saya akan menulis agama BUddha itu salah. Kalau agama Buddha itu percaya Tuhan, saya tentu akan mengatakan bahwa agama Buddha percaya Tuhan. Very simple. Saya mencari kebenaran, dan saya sampaikan kebenaran yang saya temukan. Tanpa ada penghinaan. Tanpa ada menjelek-jelekkan.
    Bahkan kenyataannya, saya sudah SANGAT BANYAK dihina oleh orang-orang Buddha di blog ini. Namun saya tidak pernah 1 kalipun membalas mereka.

    3. Siapa bilang tujuan semua agama itu sama? Tujuan agama Buddha adalah kebaikan diri sendiri. Kalau anda berhasil menjadi Buddha, siapa yang enak? Anda sendiri kan? Kalau anda masuk nirwana, siapa yang enak? Diri sendiri kan? Jadi anda itu berbuat baik demi siapa? Demi diri anda sendiri kan?
    Hal sebaliknya berlaku pada kekristenan. Dalam kekristenan, bukan manusia yang mencari keselamatan, melainkan Tuhan yang menyelamatkan manusia. Karena itu, manusia yang sudah diselamatkan haruslah mengabdikan seumur hidupnya untuk melayani Tuhan. Sama seperti budak yang dibeli/ditebus. Tuhan telah membeli/menebus kita dari perbudakan dosa. Karena itu sekarang kita menjadi budak Allah; melayani dan memuliakan Allah seumur hidup. Kami berbuat baik untuk melayani Allah, bukan untuk diri kami sendiri. 100% berbeda dengan tujuan agama Buddha.

    4. Saya sangat berterima kasih dan menghargai sikap anda yang lebih berkepala dingin dan memberikan masukan/nasihat berharga bagi saya. Baiklah, saya sampaikan permintaan maaf kepada semua umat Buddha di sini jika saya telah membuat anda tersinggung; meskipun jujur saja saya tidak tahu di bagian manakah saya telah membuat anda tersinggung, karena seingat saya, saya sama sekali tidak pernah menghina agama Buddha 1 kalipun.
    Dan saya sudah pernah sampaikan pula beberapa kali di blog ini bahwa saya MENGHARGAI agama Buddha dan saya bahkan mengagumi Gautama; meskipun saya tetap saja menganggapnya agama yang salah. Tidak mungkin saya menghina agama Buddha, karena saya menghargai agama Buddha. Karena itu anda boleh memegang perkataan saya ini: sampai kapanpun, saya tidak mungkin menghina agama BUddha.

    ReplyDelete
  126. anda memang tdk menghina secara lgsg tapi secara tdk lgsg,ayo ngaku... buktinya byk kesimpulan2 anda yg tdk sesuai dan tdk menyiratkan ajaran sang buddha, diberi penjelasanpun anda malah ngeyel.

    ReplyDelete
  127. Oh ya? Mana kesimpulan-kesimpulan saya yang tidak sesuai? Bisa anda tunjukkan? Dan kapan saya ngeyel? Bisa anda tunjukkan?
    Sebaliknya, justru sejak awal saya yang berusaha mengajak berdialog secara akademis tapi malah dijawab dengan hinaan dan caci-maki... Saya berikan argumen saya secara rasional malah dijawab dengan penghinaan dan amarah... Saya sabar dan tidak mau membalas malah diberi penghinaan yang semakin kasar dan semakin parah.

    ReplyDelete
  128. saudara paulus, konsep ketuhanan di dlm agama buddha memang percaya tuhan tapi tuhan yg tdk berpribadi, yaitu nibbana, tidak sama dgn agama kristen yg mempercayai adanya tuhan yg berpribadi. dari perbedaan konsep tersebut anda lalu menyimpulkan bahwa umat buddha tdk bertuhan dan tdk percaya tuhan hanya karena tuhan mrk tdk berpribadi seperti tuhan anda yg berpribadi? dimana salahnya? sepertinya anda tdk terima dgn perbedaan itu?

    ReplyDelete
  129. 1. Kapan saya mengatakan bahwa saya tidak terima dengan perbedaan itu?

    2. Agama Buddha memang tidak percaya Tuhan. Silahkan anda cari di seluruh tripitaka, apakah ada ajaran tentang Tuhan. Kalau anda menemukannya, tunjukkan bagiannya pada saya.

    ReplyDelete
  130. Paulus, ternyata kamu memang bisa menjawab dengan akademis..
    Hehe, kamu masih ga mau ngalah neh..

    OK Paulus, kerja kamu sudah cukup baik. Nah, aku tahu kok, mana yang benar untuk aku. Jadi ilmu yan saya dapat bukan hanya sekedar mendengar saja, tetapi juga saya saring lho..

    Jawabanmu cukup "Fresh"..

    Tapi, kata-katamu sangat VITAL !
    Kamu berkata :
    "Dan saya sudah pernah sampaikan pula beberapa kali di blog ini bahwa saya MENGHARGAI agama Buddha dan saya bahkan mengagumi Gautama; meskipun saya tetap saja menganggapnya agama yang salah."

    Nah, bagaimana pula kamu bisa MENGHARGAI kami meskipun kamu menganggap agama kami salah?

    Itu sangat aneh..
    Hehe, coba jawab lagi Paulus !
    Aku tantang ! Makin "Fresh" jawabanmu, aku akan menjadikanmu "Guru" untuk berdebat secara akademis dan rasional..

    Hahaha !

    ReplyDelete
  131. hahaha.... saya merasa terhormat

    Seharusnya saya juga bisa bertanya hal yang sama dengan anda, karena Gautama sendiri pun juga mengajarkan hal yang sama. Dia mengajarkan untuk menghargai agama lain namun tidak menganggapnya benar. Tahukah anda bahwa agama Buddha muncul dilatarbelakangi ketidakpuasan dan ketidaksetujuan Gautama terhadap agama Brahman (HIndu)? Gautama terutama tidak setuju dengan sistem kasta. Dan dia mengajarkan bahwa agama Hindu itu salah, namun tetap harus dihargai.

    Baiklah, saya berikan sebuah analogi. Bayangkan anda menjadi guru sekolah. Suatu ketika, dalam ujian, ada seorang anak yang sudah mati-matian berusaha keras sekuat tenaga mengerjakan suatu soal; namun jawabannya masih salah. Bagaimana respon anda sebagai guru? Tentu anda menghargai usaha keras anak itu; namun jawaban yang salah tetaplah salah.

    ReplyDelete
  132. MAU MENGATAKAN AGAMA ORANG SALAH, YA SALAH TIDAK APA APA MENURUT ANDA.
    YANG PENTING TIDAK MERUGIKAN ORANG LAIN
    capek deh.....capek deh ..... bolak balik saja

    AJARAN KRISTEN PERCAYA BAHWA MANUSIA SUDAH DOSA PERLU TUHAN(YESUS MENJADI MANUSIA 100% DAN MENJADI TUHAN 100%

    KARENA YESUS TELAH MENGORBANKAN DENGAN DARAH TEBUS DOSA MANUSIA DAN DIJAMIN PASTI MASUK SURGA BAGI YANG MENGIKUTI BELIAU yang lain masuk neraka karena tidak percaya Yesus
    ==========================================
    IMANI SAJA SUDAH
    SEBAB TUHAN TELAH MERENCANAKAN DARI DULU SAMPAI SEKARANG DIA YANG MAHA TAHU DAN MAHA ADIL, TIDAK PERLU MEMIKIRKAN TENTANG PENYEBABNYA DOSA MANUSIA DI KARENAKAN OLEH SIAPA YANG MEMULAINYA
    -----------------------------------------
    Saya kira umat buddha atau yang menjalankan pandangan Buddha tidak usah dipusingkan lagi

    TUTUP SAJA

    BAGI YANG MAU TAHU HASILNYA BACA SEMUA BLOG INI DARI SEMUA JUDUL YANG MAU SENGAJA DITAMPILKAN BAIK YANG ISLAM MAUPUN BUDDHA

    KALAU CERITA TENTANG ILMU PAKAI POKOKNYA YANG PALING BENAR ADALAH KRISTEN PROTESTAN YANG LAIN FASIK FASIK DEH ...


    Salam metta karuna dan agape

    ReplyDelete
  133. Ahaha......
    Jawaban anda memuaskan..
    Boleh saya bertanya 1 hal lagi?
    Mengapa bisa ajaran agama kristen dan Buddha terkadang bisa bertentangan?
    Pada dasarnya agama itu cuma punya 1 tujuan, yaitu menyelamatkan para umatnya.
    Tetapi, mengapa kedua agama harus saling bertengkan dan menghina 1 sama lain?
    Saya bingung dengan perkara itu,mohon anda dapat menjelaskannya.
    Thx

    ReplyDelete
  134. Hahaha... makasih makasih....
    Silahkan bertanya sebanyak mungkin, karena memang itulah tujuan saya membuat blog ini ^^

    mengenai pertanyaan anda itu, anda mau jawaban komplit atau jawaban singkat?

    Kalau jawaban komplit, silahkan baca artikel saya ini http://paulusteguh.blogspot.com/2011/08/tentang-agama-buddha-oleh-paulus-teguh.html

    Kalau anda mau jawaban singkat, kira-kira saya akan menjawabnya seperti ini:

    Definisi "agama" sebenarnya adalah "pencarian manusia akan yang ilahi". Karena itu, sebenarnya Kristen bukanlah agama. Dalam agama Buddha, Gautama mencari nirwana; maka muncullah agama Buddha. Dalam Islam, Muhammad mencari Allah yang esa; lalu muncullah agama Islam. Tapi tidak demikian halnya dengan Kristen. Dalam Kristen, justru Tuhan yang mencari manusia; Dia turun dari surga, mencari manusia-manusia berdosa, mengajar mereka, dan menyelamatkan mereka melalui pengorbanan-Nya di salib. Jika agama adalah pencarian manusia akan yang ilahi, Kristen adalah pencarian Tuhan akan manusia.

    Apakah tujuan Kristen dan Buddha itu sama? Sangat berbeda. Tujuan Kristen adalah supaya manusia bersedia menerima anugerah keselamatan yang gratis dari Tuhan itu, lalu melayani Tuhan seumur hidup sebagai bentuk ucapan syukur. Sebaliknya dengan Buddha: tujuan Buddha adalah supaya manusia mencapai kesempurnaan, yaitu menjadi Buddha, melalui perjalanan panjang seumur hidup; bahkan tidak hanya di kehidupan kini, namun juga di kehidupan mendatang, dan seterusnya. Jadi keselamatan dalam konsep Buddha adalah murni hasil usaha manusia sendiri, tanpa pertolongan Tuhan. Kontras sekali kan dengan Kristen?
    Selain itu, tujuan Kristen adalah supaya manusia memuliakan Allah dan melayani Allah seumur hidupnya. Segala sesuatunya adalah untuk Allah. Sedangkan tujuan Buddha adalah supaya manusia sendiri yang mencapai kesempurnaan, mencapai kenikmatan, dan sebagainya. Jadi dalam Buddha, segala sesuatu adalah untuk diri sendiri. Dalam Kristen, kita berbuat baik untuk menyenangkan Tuhan, kita menghindari dosa untuk menyenangkan Tuhan, kita melayani sesama untuk menyenangkan Tuhan. Theosentris (berpusat pada Tuhan). Dalam Buddha, kita berbuat baik supaya kita menjadi Buddha, kita menghindari dosa supaya kita menjadi Buddha. Kalau kita berhasil menjadi Buddha, siapa yang enak? Diri sendiri. Bukan Tuhan, bukan pula orang-orang di sekitar kita. Egosentris (berpusat pada diri sendiri).

    ReplyDelete
  135. Emangnya waktu ujian saudara paulus usaha sendiri atau tuhan yg bisikin jawabannya?

    ReplyDelete
  136. hah? Kok tidak nyambung? Kenapa anda bertanya begitu?

    ReplyDelete
  137. temen"yg beragama buddha gak usah dipusingkan dengan semua yang dipost paulus teguh ttg agama buddha...harap dimaklumi BEGITULAH orang"kristen yang selalu menganggap ajaran kristenlah paling bener...ckckckck...capedeh...

    ReplyDelete
  138. Sebetulnya kalo sipaulus mengatakan agamanya paling bagus,buktinya masih banyak gereja yang dibom,kenapa itu bisa terjadi paulus?.kristen sering kali memaksa orang masuk agamanya,pernah saya temui disatu daerah,kristen tu menyuruh umat agama lain masuk agamanya,trus bagi yang mau masuk,dibayar Rp 500rebo perorang,ya saya bingung,kok kristen gitu ya,kayak trade saja...setelah orang itu berhasil ditarik masuk dan berhasil,akhirnya tidak dibayar lagi... Ya bagi saya itu hanya perkara bodoh dan bagi yang mau masuk kristen juga bodoh lebih rendah dari seekor anjing,...

    ReplyDelete
  139. Ya paulus apa tau dia,yang jelas bagi saya, paulus bagus dalami agama sendiri saja,jangan banyak ikut capur agama orang..loe pikir loe da hebat.. Masih anak kemarin da sok hebat..agama Buddha muncul sejak loe masih jadi pengemis dikehidupan lampau... Ni hari malah kamu menghina agama Buddha...menurtu saya herannya kok kristen tu ada istilah pendeta dibilang bapa. Padahal bapa tu kan dalam rumah tangga. Lucu x rasanya ada bapa ... Bapa kau kali paulus

    ReplyDelete
  140. @black rider:

    Saya heran deh. Kalau misalnya orang Kristen nge bom wihara, ntar Kristen akan dituduh agama yang suka membunuh. Tapi kalau Kristen yang dibom, malah dibilang karena salah Kristen sendiri, banyak melakukan hal yang gak bener..... Jadi kami jadi pelaku atau jadi korban, tetap kami yang disalahkan. Lalu kami harus gimana? Pergi jauh ke pulau terpencil supaya tidak jadi korban maupun jadi pelaku?

    Saya tidak pernah menjelek-jelekkan agama Buddha atau agama manapun di blog ini. Kalau anda mengatakan saya menjelekkan agama Buddha, silahkan anda tunjukkan kalimat saya yang mana yang menjelekkan Buddha.
    Tapi kalau anda berargumen bahwa gereja dibom karena umat Kristen itu gak beres, maka saya juga bisa bilang seperti ini:
    Kenapa banyak orang Kristen menghina agama Buddha? Karena orang Buddha itu gak beres. Mereka itu seenaknya begini, begitu, dan sebagainya.

    Nah, anda bisa terima gak kalau MISALNYA saya mengatakan kayak gitu?

    Aneh sekali ya, orang Kristen jadi korban kok malah disalahkan. Kalau kayak gitu, ntar orang-orang Arab yang banyak menyiksa TKW Indonesia itu juga bisa bilang gini: kenapa banyak orang menyiksa TKW indonesia? Karena orang-orang Indonesia itu pada gak beres. Mereka malas kerja, suka melawan, dsb, dsb. Anda bisa menerima gak kalau mereka bilang kayak gitu?


    Saya sendiri mengakui bahwa banyak orang Kristen yang bersikap tidak bener, membeli agama orang dengan uang atau apapun itu; namun saya katakan, tidak semua orang Kristen seperti itu. Dan alkitab saya pun juga tidak pernah mengajarkan untuk melakukan hal yang seperti itu. Tentu saja saya merasa malu atas perbuatan orang-orang Kristen yang menyimpang itu, dan saya merasa harus mengecam orang-orang Kristen yang seperti itu; meskipun mereka merupakan saudara seiman saya.

    ReplyDelete
  141. Sudah lah agama kristen adalah anugrah ,jangan didebatkan lagi,
    sergala sesuatu yang terjadi dikehendaki oleh TUhannnya kristen , buruk maupun yang baik.

    ada setan, ada koruptor, yang suka diskriminasi( Gereja tidak dapat ijin ,gereja dibom ) ,ditaktor,pembunuh,itu diijinkan oleh TUhannya kristen.

    saya sih tetap bersama Buddha ,semoga semua makluk berbagia dan salam agape

    yang penting kita jangan ikut ikutan dengan pemmahaman demikian , dunia makin rusak dan manusia makin berbahaya.....

    nanti kalau pada kehancuran dunia ini kita umat buddha tenang saja, segala perbuatan kita kan sudah tahu ,apakah positif atau negatif tinggal kita yang memilik dimana.

    sekali lagi jangan didebati lagi, sangat cape deeeh...

    ReplyDelete
  142. Sang Buddha bersabda, "Walaupun ia banyak membaca kitab-kitab suci tetapi tidak berbuat sesuai ajaran; maka orang yang tidak peduli ini bagaikan seorang penggembala sapi yang menghitung sapi orang lain; ia tidak akan memperoleh manfaat kehidupan suci". (Dhammapada I.19)
    Dari sabda Sang Buddha tersebut dengan jelas diterangkan akan perlunya realisasi Dhamma dalam kehidupan kita sehari-hari. Bentuk realisasi dalam kehidupan ini salah satunya adalah mengembangkan cinta, kedamaian, dan kesejahteraan di manapun kita berada. Dengan adanya aspek positif ini kita bisa hidup berdampingan dengan orang lain atau kelompok lain walaupun banyak perbedaan dan yang berkembang adalah suasana keharmonisan dalam kehidupan.

    Pola beragama kita masih cenderung sepotong-sepotong dan tidak utuh. Sehingga tampilan perilaku umat beragama terkesan hanya menonjolkan aspek tertentu dan mengabaikan aspek yang lain. Hakekat agama tidak hanya diamalkan secara ritual formal, yang lebih penting adalah penerapan agama dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  143. dear pak paulus,
    caba anda renungkan sabda sang buddha di bawah ini:
    Sang Buddha dalam Dhammapada Bab XII : 165 tentang Diri Sendiri ;

    "Oleh diri sendiri Kejahatan dilakukan,
    Oleh diri sendiri pula seseorang ternoda,
    Oleh diri sendiri kejahatan tidak dilakukan,
    Oleh diri sendiri pula seseorang menjadi suci,
    Suci atau tidak suci itu tergantung pada diri sendiri,
    Tak seorang pun dapat menyucikan orang lain.

    ini lah ajaran dhamma yg sesungguhnya.sangat mulia dan bijaksana kan?

    ReplyDelete
  144. dear pak paulus,
    menurut saya bait yang di ucapkan di bawah ini oleh seseorang yang hidup dimasa lampau lebih bermanfaat dari pada apa yang telah kita bahas di dalam blog ini:

    Seorang raja besar di India patut dijadikan contoh untuk perealisasian agama di tengah-tengah masyarakat yang beragam tanpa harus merugikan yang lain. Raja Asoka mampu mensosialisasikan Buddha Dhamma tanpa merugikan pihak lain, dalam prasasti di atas batu cadas terdapat tulisan yang indah yang berbunyi:

    ......janganlah kita menghormat agama sendiri dengan mencela agama lain tanpa suatu dasar yang kuat

    Sebaliknya, agama orang lain pun hendaknya dihormati atas dasar-dasar tertentu. Dengan berbuat demikian, kita telah membantu agama kita sendiri untuk berkembang, di samping pula menguntungkan agama lain.

    Dengan berbuat sebaliknya, maka kita akan merugikan agama kita sendiri di samping merugikan agama lain. Oleh karena itu, barang siapa menghormat agamanya sendiri dengan mencela agama orang lain semata-mata karena dorongan rasa bakti kepada agamanya sendiri dengan berpikir, `bagaimana aku dapat memuliakan agamaku sendiri', malah akan merugikan agamanya sendiri.

    ReplyDelete
  145. haha sepertinya percuma saja karena kalau saya boleh berburuk sangka bung paulus itu sudah tidak bisa dimasuki nasihat apapun...

    ReplyDelete
  146. Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan
    1. Yesus lebih kecil daripada Tuhan (Yohanes 10:29).
    2. Tuhan lebih besar dari pada Yesus (Yohanes 14:28).
    3. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan (Markus 16:19, Roma 8:4).
    4. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan (Kisah Para Rasul 7:56).
    5. Allah tahu kapan datangnya kiamat, sedang Yesus tidak tahu (Matius 24:36).
    6. Yesus bersyukur kepada Tuhan (Matius ll:25, Lukas 10:21).
    7. Yesus berteriak memanggil Tuhan (Matius 27:46, Markus 15:34).
    8. Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30).
    9. Yesus disetir oleh Tuhan (Yohanes 5:30).

    maaf saya umat awam, yang ingin meminta sedikit pencerahan dari bpk paulus tentang statement di atas yang saya kutip dari web http://mencarisurga.multiply.com/journal/item/8?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem.thanks

    ReplyDelete
  147. Silahkan baca di http://paulusteguh.blogspot.com/2011/10/keilahian-yesus-kristus.html

    Semua sudah terjawab tuntas di situ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawab disini saja biar gampang bacanya

      Pencari kebenaran MR Paulus TK

      Delete
    2. Bagiamana bisa dianggap Ilahi,.bukti kalimat di atas sudah jelas dan alkitabia
      Bukanlah Yeus bilang jangan diubah atau satu titik pun

      Delete
    3. Hebat hebat terpangpang bergini masih ,bilang tidak benar
      ha ha ha ha ha

      Delete
  148. @karma:

    Saya sudah menjelaskan berulang-ulang di banyak bagian dari blog ini bahwa saya MENGHARGAI agama Buddha dan bahkan MENGAGUMINYA.... Saya tidak pernah menghina ataupun menjelekkkan agama Buddha 1 kalipun. Kecuali menyatakan agama Buddha itu salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu Salah menurut Anda ,Buktinya di eropah sudah mulai berkurang pengunjung gereja, yang ada islam dan buddha yang makin banyak .
      Sebab kosept kristen sudah mulai dimengerti oleh mereka yang sudah ratusan tahun atau ribuan tahun dianutnya negara maju, sekarng mereka cari yang lebih logika lagi.
      setelah agama islam dan buddha mulai masuk wilayah mereka

      kecuali negara berkembang yang masih kurang baik dalam logika pikir mereka, mereka sering di MLM oleh kristen dengan janji janji kemakmuran ,sebab dalam posisi sekarang ini negara berkembang banyak tekanan hidup . saya yakin di Indonesia kalau umat yang masih kurang ngeri agamanya ,kebetulan ada yang sakit, golongan kristen paling pinter LMLkan metreka dengan janji janji surga.

      Pada hal yang mendoakan pun tidak lepas dari masalah hidup.

      itulah kepintaran dikarangan kristen untuk menambah umat atau mencari domba yang hilang

      salut salut.

      Delete
    2. Kalau anda beralasan di eropa orang Kristen sudah berkurang dan orang buddha dan islam makin bertambah, lalu kenapa? Apakah lantas anda mau berkesimpulan bahwa Kristen itu salah? Sejak kapan kebenaran suatu agama ditentukan dari jumlah pengikutnya? Nyatanya sampai saat ini Kristen masih tetap merupakan agama terbesar di dunia, padahal Buddha sudah muncul 600 tahun lebih dulu daripada Kristen. Tapi kenapa Kristen ternyata lebih banyak daripada Buddha?

      Delete
    3. Sebeb agama buddha itu, tidak digunakan untuk politik ,agama buddha sangat toleransi dengan agama yang lain.

      Sampai saat ini agama kristen masih digunakan untuk kepentingan politik dari jaman dulu sampai sekarang.

      ditambah lagi kepentimngan ekonomi sebagai lahan bisnis , terutama di negara negara berkembang.

      Sekarang timbulnya banyak aliran yang disesuaikan dengan kebutuhan hidup manusia yang makin terjepit, sehingga kondisi ini membuat agama kristen lebih berkembang di dunia berkembang.

      Coba lihat saja, kalau bertemu orang beragama buddha, pasti bilang masih beragama buddha ,ikut kita ke gereja dong kita punya Tuhan. si Ationg sudah ikut Tuhan, kapan lagi dunia sudah mau kiamat, (Dari dulu promosi agama kristen di alkitab sudah bilang dunia mau kiamat sampai saat ini, sudah 2000 tahun )

      Padangan agama Buddha tidak memaksa orang untuk berpindah keyakinannya.
      Bahkan agama buddha bisa membangun tempat ibadah agama orang lain.
      agar umat yang lain bisa bertambah kepercayaannya dan bisa menghargai agama orang lain, bukan untuk mencelah dan menjelekan agama orang lain seperti Tuan Paulus . Ngomong sih tidak, tanya dalam hari yang paling murni dan jernih

      Saya yakin dalam fase tertentu agama yang meyakinkan yang berdasarkan iman dan absolut Tuhan , tidak akan berjalan dengan baik,

      Mungkin anda masih hidup ,ketika itu alam sudah rusak parah, orang baru menyadari ajaran agama Buddha,ternyata ajaran Buddha sangat relavan ,tapi sudah rusak duluan.

      Lihat saja kerusakaan alam ini. tunggu saja anda mudah mudahan masih hidup umur panjang.

      disana akan terjadinya saling menghormati sama dengan yang lain, karena sama sama dalam perahu yang menderita.
      untuk membangun dan kondisi alam yang lebih baik.

      sekarang si sudah mulai terjadi pada negara negara tertentu,akan tetapi yang merusak lebih besar dari yang menjaganya.(cape juga si.... ) iblisnya lebih besar dan banyak...
      ha ha ha ha ha wele wele air sudah lebih mahal dari bensin ...

      Ayo agama kristen ikut juga dong , kampanye go green ,kan umatnya paling banyak jangan cari Cien terus melalui agama....Kasihan TUhan Kita yang menciptakan bumi ini ... jangan dirusak ...

      Delete
  149. tuhan ??? siapakah tuhan itu?
    menurut islam tuhan itu allah
    menurut kristen katolik tuhan itu yahwe( emang di indonesia doang diubah namanya jadi allah??? coba di luar negeri anda bilang menyembah allah bapa pasti dikira islam!!!)
    hindu tuhannya hyang widhi wase
    belum lagi agama agama lainnya!
    apakah tuhan dengan nama nama diatas adalah sama satu personal??? tidak!!! karena masing masing saling menyalah dan mengkafirkan ajaran lain!
    jadi tidak ada agama yang menyembah tuhan!!!
    anda bilang untuk menjaga indentitas nasional maka agama budha dimasukan di dalam undang undang indonesia??? makanya belajar sejarah agama asli orang indonesia adalah hindu dan budha!! ingat jaman keemasan sriwijaya dan majapahit...semenjak menjadi kerajaan islam , sampai kedatangan penjajah kristen katolik(gold,gospel , glorry) indonesia tidak pernah lagi maju dipentas dunia!!!!seharusnya agama islam dan kristen katolik lah yang harus disingkirkan untuk indentas nasional indonesia!!
    menurut islam kristen salah dan kafir
    menurut kristen islam salah dan sesat
    jadi semua agama adalah sesat dan kafir menurut agama lainnya!
    berarti kristen sesat dan kafir dong!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru saya katakan agama buddha dan hindu dimasukkan di indonesia karena tepat seperti yang anda katakan: karena agama mula-mula di Indonesia itu hindu dan buddha.
      Makanya agama hindu dan buddha tetap dilegalkan di indonesia meskipun buddha itu agama non teis dan hindu itu politeisme. Meskipun bertentangan dengan pancasila, kedua agama ini tetap dilegalkan karena pertimbangan sejarah tersebut.

      Delete
  150. ingat hanya di indonesia doang agama kristen menyebut nama tuhannya dengan nama allah bapa!!!( biasalah ini ilmu untuk mencari hati orang islam!) tidak ada satu yang beragama kristen di luar negeri menyebut tuhannya kristen dengan nama allah bapa!!!
    jadi sudah tau kan mental kristen indonesia!
    pantes di malaysia digugat sama islam supaya kitab suci kristen tidak menyebut nama allah!

    kalau agama menurut pandangan agama sendiri semua agama adalah sesat!
    jadi kristen sesat,islam sesat,budha sesat,hindu sesat,atheis sesat,

    kesimpulan semua orang yang beragama adalah sesat, menurut agama orang lain!
    jadi kaga usahlah membanding bandingkan ajaran agama lain memakai ukuran ajaran sendiri! karena agama sendiri juga sama sesatnya menurut agama yang lain!
    bereskan!!!

    ReplyDelete
  151. kalau anda bilang hindu mengajarkan agama sistem kasta yang diskriminatif , terus ajaran kristen yang mengajarkan dosa tanggung renteng karena dosa asal adam dan hawa itu lebih gila lagi tuhannya!!
    dosa kok tanggung renteng , terus yang lebih mengerikan lagi dosa harus ditebus dengan darah yesus ,,ini lebih gila lagi,,,tuhannya kristen haus darah!!
    ngomong ngomong yang bikin yesus disalib kan atas perintah pontius pilatus , kok si pilatus tidak dianggap sebagai santo ya?? kan kalau tidak ada perintah dia yesus tidak jadi disalib!! ajaran tuhan haus darah saja diikuti !!! belum lagi cerita kitab suci tentang matahari mengelilingi bumi dan bumi sebagai tata surya ,,,ingat itu galileo galilea sampai dihukum sama gereja karena mengatakan bumi mengelilingi matahari! bego mana coba!!

    ReplyDelete
  152. untuk saudara paulus yang bego, anda bilang tujuan untuk mebuat blog ini adalah untuk diskusi debat agama!
    diskusi debat agama ini adalah debat kusir kalau kata orang indonesia karena:

    1.siapa yang menjadi jury nya???(emang tuhan jadi jury nya???
    2.semua agama menklaim menurut ajaran kitab sucinya masing masin ( self proclaimed)
    3. kalau menurut ukuran kitab sendiri untuk menjugde ajaran agama lain ,lha sudah pastilah tidak klop dan menghasilkan agama lain salah!

    jadi menurut kristen , budha adalah salah dan sesat...
    menurut islam, kristen dan budha adalah salah dan sesat..
    menurut atheis, kristen ,budha,islam adalah salah dan sesat..

    kalau hanya menjudge ajaran agama orang lain pakai ajaran kitab sendiri??
    so apa yang mau didebat dan didiskusikan?????

    ngarti kau arti dari debat kusir?????
    mendingan tu bikin perbandingan agama kristen vs katolik biar seru ya!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Darah untuk umat kristen adalah perantara roh . jadi harus dikorbankan Yesus berkat dari sang raja Pilaatus yang baik hati untuk untuk umat kristen ,karena telah melakukan eksekusi Yesus menjadi Penebus dosa manusia, korban domba sesuai dengan budaya di sana, seperti Yesus pada waktu miskin mengorkorbankan burung Merpati.

      Sudah lah jangan didebatkan lagi, sebagai teradisi umat buddhis menghargai semua agama, biarlah Yesus sebagai TUhannya. yang paling penting mereka itu bisa membuat lebih bermanfaat baginya.

      Delete
  153. Yang paling senang saya membaca buku buku agama Buddha yang selalu merangkul untuk semua.

    Saya tidak akan merasa bingung , walaupun di Alkitab banyak ditemukan perubahan perubahan baik berubah lebih baik dan merubah lebih buruk.

    Karena di dalamnya banyak unsur politik dimasa waktu itu

    Lihat saja banyak contoh yang dipaparkan oleh peserta ngoceh /tanggapan yang tertulis dalam blog ini

    Dahulu tidak boleh makan babi, sekarang boleh, dahulu gigi ganti gigi,dahulu TUhan digambarkan maha tahu,tapi bisa menyesal juga atau kecewa, nabi kelihatan baik baik, namun bisa asusila juga , bagaimana bisa menjadi contoh yang baik untuk pengikutnya.

    sudah lah cukup sampai disini perdebatan yang tidak ada jurinya

    Mr Paulus Teguh lebih baik belajar lebih baik lagi dan lakukan bakti kepada orang tuamu yang sedang menunggu mu menjadi lebih baik lagi

    Saalam damai untuk semua dan salam Metta karuna

    ReplyDelete
  154. Justru karena kita tahu bahwa tiap agama mempunyai ajaran yang berbeda dan saling bertentangan satu sama lain, makanya kita harus berdebat, berpikir, dan berdiskusi baik-baik untuk mencari kebenaran. Meskipun kitab sucinya beda, kita memiliki akal budi dan otak yang sama. Kita bisa berdebat.
    Toh saya tidak memaksa anda untuk memilih Kristen. Tapi kalau memang anda berhasrat untuk mencari kebenaran, berdebatlah dengan sehat. Kalau anda tidak tertarik pada kebenaran, berarti blog ini bukan tempat untuk orang seperti anda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan untuk mencari kebenaran, hanya untuk mencari kelemahan menurut padangan anda, lalu untuk promosi agama kristen di masyarakat indonesia.

      Ini Looo agama saya paling benar.

      Tahu tahunya berdasarkan padangan pihak yang membela agamanya sendiri, tak mungkinlah agama kristen bilang kurang lengkap,

      Kapan Yeus datang, Yang pasti Yesus telah datang kepada manusiayang yang ingin menghargai semua agama.

      Soal perbedaan ,pasti ada,namun alngkah baiknya dicari persamaannya

      oK oK

      Delete
  155. MAU TANYA ANDA PERNAH LIAT TUHAN GAK?

    ReplyDelete
    Replies
    1. anda pernah lihat angin gak?

      Delete
    2. Kalau bagi saya , angin tidak bisa di lihat namun bisa dirasa dengan kulit ,Kalau Tuhan hal yang sangat sulit dibuktikan, kalau manusia dapat membuktikan ,dia di atas Tuhan ,Bapaknya TUhan

      Sang Buddha sendiri tidak mau menjelaskan tentang TUhan,Hanya mencontohkan saja, tentang panah.

      Sulitkan nanti orang tanya TUhan dari Mana,lalu siapa yang membuat tuhan. bingungkan.

      kalau Yesus si gampang, Anak nya YUsuf dan Maria

      Kalau cerita tentang pengakuan TUhan, di jaman dulu raja raja pun suka mengakui dirinya tuhan atau dari Tuhan.wajarlah jaman dulu, sekarang orang mengakui berbicara dengan TUhan, hebat benar, bagi saya orang hanya bisa bicara dengan para dewa saja, dengan bodisatwa sangat sulit,apa lagi dengan Yesus yang setingkat dengan bodisatwa(pandangan saya ya...)

      Saya bertemu Yesus dalam mimpi hanya melihat saja ,kaku untuk bicara seperti orang terpanah...

      Delete
    3. Beliau berdiri dekat sekali dengan saya,pada waktu saya mimpi dengan beliau.

      Saya sangat beruntung ,karena menurut saya beliau seorang Bodisatwa yang hadir dalam mimpiku

      Kalau kita hidup berusaha dengan sebaik mungkin, pasti kita akan mengalami hal hal yang menyenangkan.

      Kematian bukan suatu yang mengerikan,karena kita sudah tahu masa kecil kita sampai sekarang ini,apa yang kita lakukan baik atau buruk.

      LAKUKAN YANG TERBAIK
      salam damai dan metta karuna

      Delete
  156. kalau anda orang yang beragama dan tahu luar dalam agama anda, lebih baik anda kembangkan berita, kotbah atau informasi tentang agama anda saja, jangan agama orang lain anda post seperti ini.terima kasih.

    ReplyDelete
  157. Justru saya katakan agama buddha dan hindu dimasukkan di indonesia karena tepat seperti yang anda katakan: karena agama mula-mula di Indonesia itu hindu dan buddha.
    Makanya agama hindu dan buddha tetap dilegalkan di indonesia meskipun buddha itu agama non teis dan hindu itu politeisme. Meskipun bertentangan dengan pancasila, kedua agama ini tetap dilegalkan karena pertimbangan sejarah tersebut.

    agama budha dan hindu bertentangan dengan pancasila???? ( anda tahu tidak arti dari kata pancasila terus dibawahnya tulisan bhinneka tunggal ika itu diambil dari buku sutasoma karangan seorang mpu hindu???
    jadi yang bertentangan dengan pancasila itu seharusnya kristen dan islam !!! dasar bego dipelihara!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. anonim,
      Sila 1 pancasila itu bunyinya apa?

      Delete
    2. Wajar saja , sila pertama Ketuhanan yang maha Esa.
      Coba pada waktu itu banyak masyarakat Indonesia beragama Hindu ,Wudu atau agama Buddha , saya kita akan menjadi beda BUNG Paulus,

      Lihat saja agama Kristen berubah sesuai dengan jamananya.

      Kalau Paulus di lingkungannya agama kong Fu Cu saya kira anda juga agama Kong Fu Cu,apa lagi dari kecil kamu sudah dididik agama Kong Fu Cu.

      Wajarlah kamu kan dari kecil lingkungannya Kristen terutama sekolah.
      Setidaknya persentasi menjadi kristen lebih besar. OK OK

      Delete
  158. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  159. Menurut saya, buat teman2 buddhist, ga usahlah emosi kl sdr paulus blg kita tdk bertuhan. toh memang benar tuhan kita bukan yesus kristus, tuhan yg diutus sama tuhan (bingung kan?) Dari ayat2 yg saya baca dlm tulisan sdr paulus, kok sepertinya tuhan dlm kristen itu ada dua ya? yaitu tuhan yg mengutus yesus dan yesus yg diutus oleh tuhan?

    ReplyDelete
  160. saya mau ikut nimbrung, ketuhanan yang maha esa itu tuhannya tuhan islam? tuhan allah? tuhan bapa? apa tuhan yesus?

    ReplyDelete
  161. suram juga om paulus, hahaa

    ReplyDelete
  162. Angin biasa memang ga keliatan tapi angin topan keliatan tuh. Angin biarpun ga bs dilihat oleh indera penglihatan tapi bs dirasakan oleh indera yg lain yaitu kulit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suram juga semuanya...
      wkwkwk...

      Delete
    2. maknyosssssssss!! stuju sangat setuju. hip2 hura!!

      Delete
  163. BY THE WAY, INI BLOG KOK PENANGGALAN WAKTU AJA KELIRU SIH? CKCKCKCK =="

    ReplyDelete
  164. sila 1 pancasila adalah : ketuhanan yang maha esa.. sudah tau kan arti ketuhanan ??? artinya sesuatu yang bersifat tuhan!!!
    bukan berarti tuhan yesus atau tuhan allah doang!!! tau dasar goblok dipelihara!!
    arti dari awalan ke dalam ketuhanan adalah sesuatu yang bersifat tuhan sesuai dengan ajaran agamanya masing masing!!!!!

    sudah taukan bego dipelihara!!
    makanya belajarlah dari founding father yang bijaksana !!! jangan dari pendeta kristen goblok !!!

    ReplyDelete
  165. Makna sila pertama pancasila:

    1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

    2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

    3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

    4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

    5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

    7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

    Saya merasa bingung dengan pertanyaan di blog ini yang menyatakan bahwa agama Buddha bertentangan dengan pancasila.
    Hei bung! Cermati makna sila pertama pancasila. Jelas-jelas disana terpaparkan dengan jelas pada makna ke 2. SESUAI DENGAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN MASING-MASING!!

    satu lagi saya sangat kecewa dengan pemahaman anda yang sangat super sempit sekali tentang ketuhanan dalam agama Buddha.

    Konsep ketuhanan setiap agama berbeda bung, tidak bisa anda paksakan seperti konsep ketuhanan dalam agama anda.

    So, jangan sekali-sekali lagi anda berani menyatakan kalau agama Buddha itu bertentangan dengan pancasila!!

    Thanks!!

    ReplyDelete
  166. biarin aja si paulus bego ini bilang agama budha dan hindu bertentangan dengan pancasila...yang penting kan founding father negera ini yang bijaksana telah memasukkan konsep ketuhanan ( bukan tuhan yesus or tuhan allah)

    emang arti awalan "ke" dalam ketuhanan adalah sesuatu yang bersifat tuhan ( bukan sesuatu yang harus berpersonal tuhan!!)

    makanya belajar yang benar bahasa indonesia yang baik dan benar bukan belajar dari pendeta kristen fanatik bego!!!

    emang sifat sifat ketuhanan dalam agama budha and hindu harus sama dengan ajaran kristen???

    ini persis bilang baju saya lebih bagus karena baju saya pas dibadan saya tetapi tidak pas di badan kamu oleh karena itu baju kamu tidak bagus dan salah!!! ngarti kau paulus bego!!!!

    ReplyDelete
  167. begini aja biar beres semuanya dari pada debat yang tidak kusir tidak berkesudahan..

    kalau si paulus ini jantan (punya kejantanan)

    mari kita ketemu di pengadilan indonesia.. terus kita debat di pengadilan bahwa si paulus mengatakan bahwa agama budha dan hindu tidak sesuai dengan pancasila

    kita adu debat dengan memakai dalil agama masing masing .. terus kita cocokkan apakah ajaran budha dan hindu atau kristen atau islam atau kong hu cu apakah ada yang tidak cocok dengan arti dari pancasila sila 1.

    ok... berani tidak bung paulus ...!!
    atau anda hanya chicken doang!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Damai :
      MR Paulus sebenarnya bukan untuk mendiskusikan agama,mencari permasalahan agama orang lain, mau menunjukan agama kristenlah yang paling benar menurut ukuran sendiri atau cocologinya.

      Agama buddha walaupun berbeda dalam pengertiannya,mereka bisa menghargai agama orang lain dan bahkan bisa membangun sekolah dan ibadah agama lain, yang penting bagi umat Buddha adalah menjalankan kebaikan menanam karma baik.

      Memang seperti agama kristen berbuat baik tidak cukup,harus percaya yesus dan dijamin masuk surga.

      Justru bagi saya, Kepercayaan demikian harus dilarang di muka bumi Indonesia, terutama Mr Paulus harus diadu ke Lembaga penuntutan, biar kapok

      Si MR Pauluslah dan CS nyalah yang mengatakan agam buddha itu egois,buktinya kami tidak seperti penulis mr Paulus tulis di Blognya yang sangat memancing kerusuhan dan kebencian

      Ada rencana menambah omset penjualan MLM Kristen di Masyarakat indonesia, Masih banyak Tu.... Mall baru banyak ,ruko banyak, sekolah tiologi kristen berjamur di mana mana ,dengan kualitas tiologi yang terbaik.

      Delete
  168. Lebih garang lebih baik !11 February, 2012 13:40

    Hei, paulus !
    Mungkin anda tahu, tentang pemberantasan warga Tionghoa yang terjadi di indonesia. Anda tahu mengapa ? Karena pada dasarnya tipe orang seperti kalian, memang sangat egois.
    Perbedaan antara Mayoritas dan Minoritas di Indonesia ini, seharusnya bisa diterima. Malah orang kristen pula yg memanfaatkan "Mayor & Minor" di Indonesia ini. Lihatlat orang Islam, sebesar apapun kaum mereka di indonesia ini, mereka lebih tenang dan tidak terlalu peduli terhadap "Mayor & Minor".
    Tahulah, wahai kaum tionghoa di Indonesia, kalian coba lihat jumlah orang Tionghoa di Indo, pasti banyak ! Tetapi, jumlah org BUDDHA lebih sedikit daripada jumlah orang Tionghoa di Indo. Mengapa ?
    Karena pada dasarnya kebanyakan org Tionghoa ditarik untuk menjadi orang Kristen. Banyak kendalanya, sembahyang yg lebih simple, tidak banyak pantangan, dsb. Sebagai umat BUDDHA, haruslah kita kuat. Jangan mau pindah2 agama. Sang Buddha pun nanti bisa sedih mendengarnya.
    Kalian juga apakah pernah mendengar yg seperti ini ? Waktu saya SD, saya kebetulan sekolah di sekolah Kristen. Tahu disana apa saja yg diajarkan ? Mereka pernah SANGAT MENJELEKKAN perayaan Imlek. Apa lagi yg mereka bilang, secara tak langsung mereka LANGSUNG MENGHINA umat Buddha yg "dibilang" menyembah berhala.
    Menurut analisisku, ORANG KRISTEN KEBANYAKAN NGURUS AGAMA ORANG LAIN. Sedangkan agama sendiri pun tak becus.

    Quote buat kamu, Paulus,
    "Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak"

    Perbaiki dulu sifat jelek kamu sebelum "mengomentari" agama orang lain.

    Bagi umat Buddha, SETUJU KAN ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau cerita di Kalangan umat Kristen orang Tionghua,banyakkan mengurusi dan menarik umat buddha paling banyak.

      Sebab pada umumnya umat budda sendiri pun banyak yang tidak mengerti dharma.Pas sedang ada masalah penyakit,ekonomi mereka umat kristen Tionghua paling rajin mempromosikan agama mereka.

      Kalimat yang pertama mari kita ikut TUhan,dia adalah segala raja penyembuh, nanti saya akan panggil pendeta untuk didoakan biar sembuh ya...

      Padahal dahulu kala nenek moyangnya beragama asia timur dan dulu sering minta tolong kepada Kuan Im membantu keselamatan dalam hidupnya ketika masih kecil, tahu tahu sudah sekolah di kalangan kristen dan mulai masuk di alam bawah sadarnya ,mulailah dia beragama kristen dan ketika orang tuanya mulai sakit mereka inilah yang merubah kepercayaan agar nanti setelah meninggal tidak perlu mengurus upacara kepercayaan orang tuanya.

      Mereka lupa waktu masih kecil keturunannya sering minta keselamatannya melalaui kepercayaannya, sekarang telah dewasa mulailah menjelek jelek agama nenek moyangnya.

      Ada satu pertanyaan, Apakah dikalangan orang kristen Tionghua,selama ini ikut serta atau partisipasi membantu hak hak orang Tiong HUa di Tanah air, saya Jawab tidak , yang diurus adalah memperbanyak jiwa jiwa yang diselamatkan untuk menjadi kristen.



      Dia bisa menjadi pintar, berkat usaha orang tuanya kerja keras siang dan malam, Sekarang mulai dewasa kesulitan hidup sudah lebih baik.

      apakah dahulu kala orang tionghua, hanya berdoa saja dan menunggu jatuh dari langit , saya kira tidak

      Seperti lagu orang Hokkian 3 persen dari TUhan 7 Persen dari kita sendiri

      Kerja keras itu penting

      Delete
  169. Lebih garang lebih baik !11 February, 2012 13:46

    Lalu !!
    Sila pertama Pancasila jelas jelas mengatakan :
    "KETUHANAN YANG MAHA ESA"
    Yang dimaksud, semua warga Negara Indonesia berhak menentukan jalannya masing2.
    Lalu, menurut referensi yg saya dapat, Ajaran Buddha tidak berpusat kepada naik ke "Surga", ataupun ke "Neraka".
    Semuanya hanyalah bualan semata2. Yang penting dalam ajaran Buddha, semuanya melalukan kebajikan. Itulah konsep ajaran Buddha. Juga, hukum karma, apa yang kamu tanam, itulah yang kamu dapat.
    Jika yang kamu tanam adalah "SECARA TIDAK LANGSUNG MENJELEK2KAN AGAMA ORANG", maka yang akan kamu dapat adalah "SUATU SAAT AGAMA KAMU AKAN MENGALAMI BANYAK SIKSAAN"

    "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga"
    Karena ucapan kamu seorang saja, semua orang akan men "CAP" orang Kristen sebagai orang yg "SECARA TIDAK LANGSUNG menjelek2kan agama orang lain" termasuk "AGAMA YG SUKA MENGURUSI AGAMA ORG LAIN", padahal agama sendiri tak becus.
    Yang bego bego begini kok di-post !

    ReplyDelete
  170. tampaknya si paulus sudah GIVE UP nih guys!
    ga muncul lagi cocologinya disini.
    mungkin dia udah MALU kali ye dengan semua komentar-komentar diatas alias GA BERKUTIK lagi, GA BISA NGELES LAGI.

    makanya, kalau mau ngepost tuh yang bener! cari referensi yang banyak dan valid! bukan hanya dari ilmu cocologi anda yang sama sekali tidak valid dan berkualitas!

    SO SAUDARA PAULUS, APA YANG BISA ANDA SIMPULKAN DARI DISKUSI DIATAS?

    WE WAIT YOUR STATEMENT!!

    ReplyDelete
  171. Jangan dtawarkan untuk disimpulkan,otaknya sudah sulit dirubah,karena dari kecil sudah di lingkungan kristen , sehinga di alam bawa sadarnya sudah terformat,kecuali suruh kuya kuya di hipnotiskan ganti namanya.

    PASTI BILANG AGAMA DIA LAH YANG PALING BENAR

    tidak ada juri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. PAULUS-PAULUS, BISANYA NGESIRKUS. NGAKAK!!

      Delete
    2. Biasa lah... -_-

      Delete
  172. lha wong orang kristen di indonesi kalau sembahyang teriak teriak kepada allah bapa( biasalah untuk mencari simpati atau ingin menarik umat islam!!
    padahal tidak ada satupun di dunia barat orang kristen yang sembahyang bilang tuhannya allah bapa!!

    lebih konsisten orang islam tuhannya adalah allah!!

    taukan mental kristen sekarang!! di kitab suci aslinya tidak ada tuh yang pakai nama allah..yang ada yahwe!!!!

    pantesan di malaysia kitab suci alkitab yang pakai nama allah mau dibredel!!

    gimana tanggapan bung paulus bego ???

    ReplyDelete
  173. ini tantangan sekali lagi .. kalau paulus ini jantan dan berani ( kan didukung tuh sama tuhan yesus)

    kita ke pengadilan terus debat deh anda bilang bahwa agama budha dan hindu cuman numpang ngetop karena untuk memelihara perdamaian doang dan tidak sesuai dengan pancasila sila 1

    berani tidak!! kalau tidak anda hanya seorang tukang tipu doang yang beraninya teriak teriak di dunia maya tapi takut didunia nyata!!

    sekali lagi kalau anda tidak berani menjawab tantangan debat di pengadilan resmi anda hanyalah seorang pengecut dan penakut ( bersembunyi diketiak pendeta goblok!)

    ReplyDelete
  174. ini tangtangan ke tiga kalinya:

    kalau anda bilang bahwa agama budha dan hindu cuman pelengkap di bumi indonesia karena hanya untuk menjaga kerukunan umat beragama dan agama budha dan hindu tidak sesuai dengan sila 1 pancasila..

    berarti ini sudah masuk rana hukum positif karena menyangkut dasar negara!

    kalau anda berani dan jantan karena ini adalah surat tantangan saya yang ke 3..( kalau tidak dijawab berarti anda hanya sekelas pengecut yang cuma berani teriak teriak di dunia maya ( yang lebih gobloknya lagi memakai kitab suci sendiri untuk menilai agama orang lain!!!

    berani tidak kita ke pengadilan resmi indonesia terus kita debat memakai dalil agama masing masing...apakah agama budha dan hindu tidak cocok dengan sila 1 pancasila!

    terus terang saja kalau saya ini kurang kerjaan pasti sudah saya laporkan anda ke badan hukum karena telah melanggar undang undang ITE..

    masih ingatkan kasus pendeta kristen fanatik theodorus tabaraka yang akhirnya terkencing kencing minta maaf di surat kabar kepada seluruh umat budha di indonesia!( kalau tidak tahu coba check aja sendiri ya!

    ini tantangan ketiga saya mari kita debat dipengadilan resmi ...kalau tidak berani anda cuma pengecut doang !!!

    ReplyDelete
  175. chicken , pengecut, pakai rok aja ...berani tidak ke pengadilan resmi debat pakai dalil agama masing masing....apa makna dari sila 1 pancasila.

    makanya belajar lagi arti dari makna ketuhanan yang maha esa ( kenapa bukan tuhan yang maha esa...ada awalan " ke ")

    emang makna ketuhanan dalam agama budha harus sama dengan makna ketuhanan dalam kristen???

    dasar bego dan pengecut dipelihara!

    berani tidak ni debat ke pengadilan resmi ..udah ke empat kali...tantangan ini ...

    kan ada dukungan tuh dari tuhan yesus anda kok takut sih???? pengecut dunia maya ya???

    ReplyDelete
  176. takut ya tantangan ke empat saya kok didelete???

    pengecut pakai rok aja ya!! ganti tuh nama dari paulus menjadi paula!!!

    ReplyDelete
  177. ntar semua argumen di blok ini pasti dihapus deh..karena sudah ketahuan belang otak goblok nya...chicken keok pakai rok ganti nama tuh dari nama paulus menjadi paula!!

    berani tidak debat dipengadilan resmi mengenai makna sila 1 pancasila???

    ReplyDelete