Wednesday, September 22, 2010

Orang-orang Kristen Dalam Perdebatan Antar Agama

Beberapa bulan lalu, saat saya duduk di mobil antar jemput Gereja, saya mendengarkan percakapan teman Gereja saya, anak remaja, kalau tidak salah kelas 2 SMP. Saat itu dia bercerita tentang tingkahnya waktu berdebat kusir dengan teman-temannya yang beragama islam tentang agama islam vs agama Kristen. Mereka berdebat kusir tentang apakah Yesus benar-benar disalib atau tidak. Teman saya ini menceritakan bagaimana dia begitu berapi-api membela kekristenan. Saya hanya tersenyum saja mendengar debat kekanak-kanakan mereka. Maklum lah, anak kecil memang seperti itu, pikir saya.
Namun saat saya mendengarkan sharing teman-teman saya yang lain, juga gugling di internet, saya melihat bahwa "debat kekanak-kanakan" ini sebenarnya juga banyak terjadi di antara orang dewasa. Saya melihat bagaimana orang-orang berdebat kusir tentang kebenaran, tentang agama yang benar, dan sebagainya. Saya melihat bagaimana mereka sampai emosi dan jadi bertengkar gara-gara itu.
Saya sangat menyayangkan hal seperti ini. Saya sama sekali tidak berpikir bahwa semua agama itu sama atau semua agama itu benar (seperti pendapat mayoritas orang Indonesia), namun saya sangat menyayangkan terjadinya debat kusir seperti itu. Menurut saya, orang Kristen seharusnya bisa berdiskusi dengan penuh kasih, menunjukkan kasih Kristus, kepada orang-orang yang belum percaya, dalam debat seperti itu.
Orang-orang Kristen seharusnya ingat bahwa semua manusia adalah orang yang sudah jatuh dalam dosa, termasuk mereka sendiri. Natur semua manusia adalah menolak kebenaran, bukan menerima kebenaran. Hanya karena anugerah Tuhanlah kita dimampukan untuk melihat kebenaran dan menjadi percaya. Kita bisa percaya Injil bukan karena kita pintar, bukan karena kita berhikmat, bukan karena kita pandai; itu semata-mata anugrah Allah (Efesus 2:8). Karena itulah kita seharusnya mengasihani mereka yang kurang beruntung, yang tidak/belum mendapat anugerah iman seperti yang kita punya. Kita seharusnya memberitakan Injil dengan penuh kasih kepada mereka.
Ketika gugling, saya sempat melihat ada orang islam yang dengan kesal mengatakan "kalian orang Kristen masih saja terus-terusan berkelit dan tidak mau percaya, padahal sudah terlalu banyak bukti di sana-sini bahwa kalian salah". Dan tidak hanya orang Islam, saya melihat banyak orang Kristen yang seringkali juga merasa jengkel seperti itu dan melontarkan kata-kata sejenis itu.
Saya bisa memaklumi apabila orang islam sampai merasa kesal seperti itu, karena memang teologi islam tidak bisa menjelaskan fenomena kekeraskepalaan manusia itu. Wajar jika mereka jadi heran dan kesal kalau melihat orang-orang begitu keras kepala dan terus mempertahankan iman. Tapi menurut saya, seharusnya orang Kristen yang benar tidak akan ikut-ikutan merasa seperti itu juga, karena teologi Kristen sudah menjelaskan fenomena itu. Teologi Kristen sudah mengatakan bahwa manusia sudah jatuh dalam dosa, sehingga natur manusia adalah menolak kebenaran. Sama seperti orang-orang Farisi dan ahli taurat, sama seperti prajurit-prajurit penjaga kubur Yesus yang menyebarkan kabar bohong demi uang. Karena itu orang Kristen yang sejati seharusnya sudah tahu bahwa orang-orang memang sudah pasti akan menolak kebenaran itu, karena itulah kita harus memberitakan Injil dengan penuh kasih dan mendoakan mereka. Kita orang Kristen tidak boleh menjadi serupa dengan orang-orang islam ataupun orang agama lain yang menjadi kesal dan emosi jika orang-orang lain terus menerus menolak kebenaran.
Saya sepenuhnya yakin bahwa keselamatan hanyalah melalui Yesus. Tapi kita orang Kristen tidak boleh memberitakan itu dengan arogan. Kita harus memperlihatkan diri sebagai orang-orang yang sudah ditebus, orang-orang yang menyerupai Kristus.
Karena itu melalui artikel ini saya ingin mengajak kita yang sudah percaya untuk mulai memberitakan Injil dengan penuh kasih, memperlihatkan kasih dan perbuatan kita kepada orang yang belum percaya. Yang terpenting adalah hati dan perbuatan kita, bukan mulut kita.
Tuhan memberkati....

5 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. sebagai umat kristiani yang diberkati tuhan,marilah kita saling menghargai ajaran agama yg ada di dunia
    jujur saja saya prihatin tentang perdebatan yang terjadi antar agama ini
    tuhan yesus mengajarkan kasih dalam hidup kita, maka dari itu janganlah perbedaan prinsip keimanan dilontarkan dengan tindakan yang tidak dicerminkan oleh allah bapa
    apapun pemikiran agama lain menjadikan kita semakin dekat dengan tuhan
    biarkan tuhan yang menjadi hakim dalam tiap tindakan kita di dunia
    tidak perlu rasanya berteriak bahwa ajaran kita yang paling benar
    yang utama adalah pembenaran dari tuhan yesus
    membalas apa yang orang lain katakan tentang tuhan yesus hanya akan membuat dosa kita semakin banyak
    marilah ini menjadi renungan untuk kita semua berdamailah dan berbuat baiklah di dunia
    tuhan yesus memberkati
    syallom

    ReplyDelete
  3. namanya aja berdebat,ya tentu masing2 menunjukkan pendapatnya,dan hasilnya untuk dijadikan pertimbangan masuk diakal apa tidak,contohnya : apakah mungkin sekedar percaya dgn Yesus segala dosa ditanggungnya kok enak, dan krn itu yg diyakini makanya org.kresten se enaknya aja melakukan tanpa perhitungan dosa apa tidak krn pedomannya dosa sdh ada yg menanggungnya.apa yg sy maksud itu di Ln yg mayoritasnya kresten muslimnya siedikit atau di wi Menado yg banyak krestennya gimana tingkat priakunya kan se akanakan tdk ber Agama juga se enaknya aja pd Muslim.Juga komentar diatas,berdameilah.kn posisinya kalah benar,dan di ingkungan muslim,bila saja dia ada diingkungan kresten yg mayoritas tentu beda ungkapanya .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa bilang orang Kristen sekedar percaya Yesus saja lalu langsung segala dosa dittanggung? Pelajari dulu lebih mendalam baru bicara.
      Orang Kristen sejati yang telah ditebus pasti hidupnya menunjukkan perubahan. Ia dimerdekakan dari dosa oleh kuasa Yesus, ia tidak mungkin masih terus-menerus berkubang dalam dosa.
      Kalau ada orang mengaku percaya Yesus, dosanya sudah ditanggung Yesus, namun ternyata masih saja suka berbuat dosa, berarti ia sebenarnya belum percaya Yesus.

      Delete
  4. Di Dunia ini saya yakin orang kristen percaya pada Yesus , namun tidak mampu mengikikuti Yesus saja
    Ayo kita taruhan orang kristen mau pun pendeta yang suka ngomong dengan tidak karu karuan itu pu8n percaya Yesus

    ReplyDelete