Friday, December 31, 2010

Buah Injil (Ringkasan Khotbah Pendeta Dr. Stephen Tong)

Yohanes 15:8

Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu."

Yohanes 15:16

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu.

Roma 1:13-15

Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu - tetapi hingga kini selalu aku terhalang - agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.
Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

Kolose 1:6

Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.




Kali ini kita akan membicarakan tentang buah yang terakhir dari orang Kristen, yaitu buah Injil, yaitu untuk membawa orang lain pada Tuhan. Betapa banyak orang Kristen, yang sudah menjadi Kristen berpuluh-puluh tahun, belum pernah membawa satu jiwa pada Tuhan. Hidup kemiskinan rohani adalah hidup yang senantiasa mau memelihara diri untuk bereksistensi saja, tetapi tidak mempunyai kekuatan yang
berkelebihan untuk mengalir keluar bagi orang lain.

Dalam Yoh 10:10 Tuhan Yesus berkata bahwa Ia datang supaya kita memiliki hidup, dan hidup yang berkelimpahan. Di sini kita melihat ada 2 hal yang berbeda, yaitu hidup dan hidup yang berkelimpahan. Jika kita memiliki hidup yang berkelimpahan, maka kita bukan saja dapat menjaga diri, tetapi kita mempunyai kekuatan untuk melayani orang lain. Hidup yang papa dan hidup yang limpah bedanya terletak pada menurut pelayanan dari orang lain, ataukah menuntut diri terus menerus untuk
melayani.

Berbuah adalah bukti hidup. Sebagai orang Kristen juga demikian. Jikalau kita mau berbuah Injil, berarti kita melalui Injil yang kita terima itu kita sadar, kita alami kuasa perubahan luar biasa dari Roh Kudus yang memperanakkan kita. Jika kita tidak mengalami kuasa Injil dari Tuhan, maka kita tidak dapat disebut sebagai orang Kristen sejati.

Kalau kita mau berbuah membawa orang lain datang kepada Tuhan, itu kita membutuhkan beberapa kesadaran yang besar, yaitu:


1. KESADARAN AKAN BERAPA BESARNYA NILAI JIWA.

Pengenalan nilai sangat menentukan sikap kegiatan dalam berusaha. Apa sebabnya ada orang yang rela pergi meninggalkan usahanya yang cukup besar, khusus untuk belajar sesuatu yang sama sekali tidak bisa menghasilkan banyak uang? Karena mereka merasa ada nilai dalam bidang yang lain. Nilai yang memberikan konsep yang baru akan menyebabkan seseorang memilih yang lain. Demikian juga dengan banyak orang yang
sebenarnya mempunyai suatu hari depan yang terjamin, tetapi karena konsep nilai yang sudah dirubah oleh Tuhan, mereka meninggalkan usaha mereka dan menjadi hamba Tuhan. Tuhan Yesus pernah berkata: "Apa gunanya engkau mendapatkan seisi dunia tetapi kehilangan nyawamu?" Di sini Tuhan Yesus berusaha memberikan pengetahuan kepada kita tentang nilai jiwa yang lebih dari seluruh dunia. Mujizat yang terbesar ialah
kalau orang berdosa, dengan kuasa Kristus, bertobat, menjadi orang Kristen. Inilah yang kekal, inilah yang terjadi untuk selama-lamanya. Jika ada satu orang bertobat, seorang berobah dan datang kepada Tuhan Yesus, menjadi orang Kristen, dan diampuni dosanya serta dia mendapatkan hidup yang baru, itu mujizat yang bertahan sampai selama-lamanya, itu kekal.


2. KITA MEMERLUKAN KESERIUSAN DALAM MENANGGAPI DAN MEMIKIRKAN TENTANG KEKEKALAN.

Kita harus juga dengan penuh keseriusan menanggapi sifat kekekalan. Setiap manusia adalah suatu makhluk yang mempunyai jiwa kekal. Apa artinya kekal? Billy Graham pernah berusaha memberikan arti "kekal" ini. Ia berkata: Kekal berarti selama-lamanya, kekal itu berarti tidak ada habis-habisnya. Banyak orang berkata bahwa sesudah mati lalu selesai. Tetapi sesungguhnya sesudah mati tidak selesai!
Sesudah itu kita masuk ke dalam kekekalan, yang tidak habis-habis. Kalau jiwa itu selama-lamanya maka kita tidak boleh menghina siapapun juga sebab mereka semua adalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan dan memiliki jiwa kekekalan. Dalam keadaan sadar tentang hal kekekalan yang serius ini, mau tidak mau kita harus membawa Injil Yesus Kristus kepada orang lain.

Saya berdoa berkali-kali, berpuluh kali, beratus kali, supaya gereja menjadi gereja yang misioner, yaitu gereja yang mengutus, mengabarkan Injil, gereja yang setiap anggotanya adalah anggota yang berbuah. Gereja yang tidak mengabarkan Injil lebih baik mati! Gereja yang tidak memikirkan Pekabaran Injil tidak mungkin menjadi gereja yang bertumbuh. Gereja yang tidak mengabarkan Injil tidak mungkin menikmati
penyertaan dari Tuhan Allah.

Perasaan tanggung jawab dari segala tingkah laku dan perkataan dan etika kita semua itu berdasarkan kesadaran bahwa saya menghadap kepada Allah yang kekal. Jika saya menghadap Allah yang kekal maka saya tidak boleh sembarangan. Jikalau demikian, bolehkah kita melihat orang lain sebagai orang yang tidak penting? Setiap manusia adalah mahluk yang bersifat kekekalan, di mana kita perlu mempunyai jiwa yang mengasihi kepada mereka dan kita serius pada mereka. Waktu kita melihat
seseorang, lihatlah dia adalah peta dan teladan Allah yang sedang menuju ke neraka. Inilah mahluk yang punya kekekalan dan memerlukan berita Injil.


3. KESADARAN BAHWA BINASA ITU ADA.

Jangan sampai kita ditipu oleh liberalisme, jangan ditipu oleh ajaran-ajaran yang tidak bertanggung jawab, yang mengatakan tidak ada neraka, tidak ada penghukuman yang kekal, tidak ada penghakiman terakhir. Tetapi sesungguhnya kita harus memberitakan kebenaran Firman Tuhan, kita memberitakan wahyu yang diberitakan pada kita. Apa yang diberitakan oleh Alkitab kita beritakan, apa yang tidak diberitakan oleh Alkitab tidak kita beritakan. Alkitab berkata: Ada sorga, ada
neraka.

Sorga dan neraka bukan hanya satu pengertian yang bersifat superficial begitu saja, tetapi ada arti yang lebih dalam dari itu. Sorga adalah tempat persatuan antara Sang Pencipta dan yang dicipta untuk selama-lamanya. Kita akan bergabung dengan sumber kebenaran. Dan apakah neraka? Dalam neraka kita akan dibuang dari hadapan Allah yang penuh kasih, kebenaran, kesucian, kebajikan, untuk selama-lamanya.
Hidup tanpa ada kesucian, kasih, kebenaran, dalam siksaan akan akibat dosa kita sendiri. Jikalau kita mengerti akan apa yang dikatakan Alkitab ini betul-betul ada dan pasti ada karena ini adalah Firman Allah, maka akankah kita membiarkan orang masuk ke dalam neraka dengan begitu saja?


4. KARENA CINTA TUHAN MENDORONG KITA.

Karena cinta Tuhan mendorong kita, maka kita tidak mungkin hidup tidak membawa jiwa. Kita tidak mungkin hidup hanya bagi diri kita sendiri saja. Kita menjadi Kristen, didorong cinta kasih Tuhan. Pada waktu kita jatuh cinta untuk pertama kali pada seseorang, pada waktu itu kita berkata seolah-oleh tidak bisa lagi hidup tanpa dia.

Sekarang ini kita tidak memberitakan Injil karena kekurangan cinta Tuhan yang mendorong kita. Waktu Tuhan mendorong kita dengan cinta, maka kita melihat setiap jiwa itu sebagai sasaran dalam rencana Tuhan Allah mau memperoleh mereka. Kalau sudah didorong maka tidak mungkin kita meninggalkan atau membiarkan begitu saja. Kita harus membawa mereka pada Tuhan. Menurut Alkitab, dalam cinta tidak ada ketakutan. Kita sering mau mengabarkan Injil kepada seseorang, tapi takut pada
mereka, takut kalau mengabarkan Injil nanti orang itu marah. Tetapi kalau cinta sudah memenuhi hati kita, kita menjadi lain, kita melihat jiwa-jiwa itu mempunyai nilai yang istimewa, dan kita didorong untuk memberitakan Injil kepada mereka.

Kalau kita sebagai orang Kristen tidak pernah berbuah, bagaimana kita akan bertemu dengan Tuhan kelak. Pagi ini saya bertanya kepada saudara, sudahkah engkau berbuah? Paulus berkata: "Aku berhutang kepada orang Yunani, aku berhutang kepada orang bukan Yunani. Aku berhutang kepada semua orang. Sebab itu aku ingin berbuah di antara kamu juga." Maukah kita sekarang menjadi orang Kristen yang berbuah?
Tuhan Yesus berkata: "Bukan kamu yang mengutus Aku, tetapi Akulah yang memilih engkau, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap."

Sumber: http://www.fica.org/ficalist/fica/teach/stong

4 comments:

  1. Bambang Priambodho04 January, 2011 02:01

    Artikel yang sangat menarik dari pendeta Stephen tong. Seperti biasanya, Pak Tong selalu membawakan khotbahnya dengan apik. Jelas saja, karena beliau adalah pendeta berkaliber internasional, tidak seperti pendeta lain yang kacangan.

    ReplyDelete
  2. Saya setuju, khotbah-khotbah Stephen Tong memang sangat bagus.
    Namun, masih banyak pula pendeta-pendeta lain di Indonesia yang tidak bisa dibilang "kacangan". Saat ini banyak pendeta-pendeta muda yang di masa depan mungkin menjadi penerus Stephen Tong.
    Selain itu, banyak pula pendeta-pendeta yang tidak dikaruniai kemampuan berkhotbah dengan baik, namun hatinya sungguh-sungguh mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Allah Bapa. Kita harus selalu menghormati pendeta-pendeta lainnya, tidak hanya Bapak Stephen Tong saja.

    ReplyDelete
  3. Bambang Priambodho06 January, 2011 18:18

    Iya juga, sih. Yang lainnya juga nggak kalah bagus kok. Barangkali Dik Paulus juga terpanggil untuk menjadi pelayan firman?!?

    ReplyDelete
  4. Saya sudah menceritakan mengenai hal tersebut di sini kok... ^^
    http://paulusteguh.blogspot.com/2010/06/menjadi-hamba-tuhan.html

    ReplyDelete