Monday, June 6, 2011

Tentang Bahasa Roh (Oleh: Paulus Teguh Kurniawan)

Baru-baru ini penulis menyadari begitu banyaknya perdebatan di kalangan orang Kristen mengenai bahasa roh. Banyak terjadi pula perpecahan di kalangan orang Kristen hanya karena perbedaan paham mengenai bahasa roh. Karena itu penulis ingin menyampaikan pemikiran penulis mengenai kontroversi bahasa roh ini, namun dengan tujuan supaya bisa lebih terjadi persatuan antar pengikut Yesus, bukan perpecahan. Penulis menyadari bahwa ini adalah topik yang sangat sensitif, dan penulis benar-benar ingin mengusahakan persatuan gereja melalui tulisan ini, bukan memecah belah atau membuat permusuhan antar aliran.
Sebelum penulis memulai, perlu penulis klarifikasi dulu bahwa penulis berasal dari aliran reformed. Namun demikian, penulis sangat menghargai orang-orang karismatik maupun pentakosta. Penulis sendiri berasal dari latar belakang karismatik; penulis mengalami pertobatan dan lahir baru saat berjemaat di sebuah gereja karismatik. Penulis cukup lama berjemaat di gereja karismatik tersebut, meskipun akhirnya pindah karena munculnya beberapa ketidakcocokan. Dan sampai saat inipun, penulis masih merasa berterima kasih kepada gereja karismatik tersebut karena sudah memberikan pengaruh besar dalam pertumbuhan rohani saya.

Latar belakang kontroversi bahasa roh
Kontroversi mengenai bahasa roh mulai merebak saat munculnya gerakan karismatik dan pentakosta. Gerakan karismatik dan pentakosta ini sangat cepat menyebar, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Yang menarik dari gerakan ini adalah banyaknya pengikut yang memperoleh karunia bahasa roh, sementara selama ini di gereja-gereja aliran arus utama (metodis, reformed, baptis, dll) cukup jarang ada yang memperoleh karunia bahasa roh. Kontroversi ini mulai memanas saat terjadi saling tuduh antara orang karismatik dan orang dari aliran arus utama (khususnya reformed). Yang 1 pihak menuduh bahwa itu adalah bahasa roh yang palsu atau berasal dari iblis, yang satunya lagi menuduh bahwa mereka yang tidak mendapat bahasa roh menandakan kurangnya iman mereka.

Tinjauan
Beberapa (TIDAK SEMUA) orang karismatik dan pentakosta mengatakan bahwa jika sesorang tidak mendapat karunia bahasa roh berarti orang tersebut masih kurang iman. Ini jelas pendapat yang keliru. 1 Korintus 14:22 dengan jelas mengatakan, "Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.".
Namun, kita perlu mengingat Paulus di 1 Korintus 14 memandang bahasa roh adalah sesuatu yang baik. "Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat." (ayat 5). Ini membuktikan bahwa kita tidak boleh anti terhadap bahasa roh. Jika memang bahasa roh yang diperoleh orang-orang karismatik itu merupakan bahasa roh yang benar, kita tentu harus mengucap syukur atas anugerah tersebut.

Jadi, bahasa roh orang karismatik itu asli? Atau palsu?
Kita perlu berhati-hati dalam menjawab pertanyaan ini. Kita harus kembali kepada Alkitab untuk menjawabnya, kita tidak boleh asal menghakimi. Dalam pandangan penulis sendiri, penulis meyakini bahwa kemungkinan, kebanyakan orang karismatik (TIDAK SEMUA) memperoleh bahasa roh yang tidak asli, karena alasan-alasan sebagai berikut.
Pertama, bahasa roh seharusnya tidak digunakan dalam pertemuan ibadah/kebaktian. Mari kita perhatikan kutipan dari 1 Korintus 14:4-19 berikut:

Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran? Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi--bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang? Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara! Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat. Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya. Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan? Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya. Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.

Singkatnya, Rasul Paulus mengajarkan kita bahwa karunia yang kita miliki haruslah digunakan untuk saling membangun. Karunia bahasa roh hanyalah karunia untuk membangun diri sendiri, bukan jemaat secara keseluruhan. Dalam pertemuan ibadah, jemaat-jemaat lain tidak akan dibangun melalui bahasa roh kita, karena mereka tidak mengerti apa-apa mengenai bahasa roh itu. Karena itu, seharusnya dalam pertemuan ibadah, kita tidak berbahasa roh.
Dalam penelitian yang saya lakukan selama ini, tidak ada gereja karismatik atau pentakosta yang menyampaikan hal ini. Justru kebanyakan dari mereka malah memandang baik apabila para jemaat beramai-ramai mengeluarkan bahasa roh dalam kebaktian. Karena itu, jika mereka masih memiliki konsep yang salah seperti ini, apa mungkin Tuhan justru memberikan bahasa roh kepada sebagian besar dari mereka?

Alasan kedua, bahasa roh justru adalah karunia untuk orang yang tidak beriman, bukan orang yang beriman. Hal ini disampaikan dengan jelas di ayat 22. Kenapa dikatakan demikian? Karena bahasa roh adalah karunia untuk membangun iman diri sendiri. Mereka yang berbahasa roh, berbicara secara khusus dengan Tuhan dalam bahasa yang tidak terkatakan, merasakan kedekatan dengan Tuhan, sehingga iman mereka makin dibangun. Karena itulah Tuhan justru cenderung memberikan karunia roh bagi mereka yang imannya kurang. Namun demikian, Tuhan tidak selalu menggunakan bahasa roh untuk membangun iman dari mereka yang imannya masih kurang.
Namun dalam penelitian saya, justru orang-orang karismatik yang mendapat bahasa roh, mengatakan bahwa mereka mendapatnya di saat iman mereka memuncak. Dan beberapa pendeta karismatik dan pentakosta mengkhotbahkan bahwa bahasa roh adalah tanda dari iman yang baik. Kembali kita melihat terjadinya kesalahan konsep di sini. Ini semakin terlihat jelas apabila kita melihat kontras antara karunia bahasa roh dengan karunia bernubuat yang dijelaskan dengan gamblang oleh Paulus. Karunia bahasa roh hanyalah untuk membangun diri sendiri, karunia bernubuat adalah untuk membangun seluruh jemaat (ayat 4). Karunia terutama yang harus kita kejar adalah karunia bernubuat (ayat 1). Bukankah seharusnya orang-orang karismatik dan pentakosta lebih menekankan karunia bernubuat daripada karunia bahasa roh? Jika orang-orang karismatik dan pentakosta masih salah konsep seperti ini, apakah mungkin Tuhan malah "mengumbar" karunia bahasa roh tersebut pada orang-orang karismatik?
Alasan ketiga adalah, penulis melihat sangat jarang ada orang karismatik dan pentakosta yang memperoleh karunia menafsirkan bahasa roh. Paulus sendiri menekankan bahwa mereka yang memperoleh karunia bahasa roh harus berdoa supaya diberi karunia untuk menafsirkannya (ayat 5 dan 13), supaya dengan demikian jemaat bisa dibangun. Selain itu, perhatikan pula kutipan dari 1 Korintus 12:10 berikut:

Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

Roh Kudus adalah roh yang menghendaki keteraturan. Roh Kudus akan memberikan karunia roh secara seimbang. Jika Roh Kudus memberikan karunia bahasa roh kepada ribuan orang, maka sewajarnya lah jika Roh Kudus juga memberikan karunia menafsirkan bahasa roh kepada ribuan orang. Yang kita lihat di gereja karismatik dan pentakosta justru kebalikannya: tidak ada orang yang mendapat karunia menafsirkan bahasa roh, namun ada puluhan ribu yang mendapat karunia bahasa roh. Apakah ini sesuai dengan natur Roh Kudus yang menghendaki keteraturan?

Jadi, apa sebenarnya "bahasa roh" yang dimiliki orang-orang karismatik dan pentakosta itu?
Dari penelitian penulis, penulis mendapati bahwa mereka yang mendapat karunia bahasa roh adalah mereka yang terbiasa beribadah di kebaktian gereja karismatik/pentakosta, selalu mendengar bahasa roh yang diucapkan banyak orang hampir setiap minggu. Penulis mempunyai SPEKULASI (belum teruji secara ilmiah dan akademis) bahwa bahasa roh yang mereka peroleh sebenarnya berasal dari proses alami semata. Bukankah orang Indonesia yang tinggal di Inggris dalam waktu singkat akan bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar karena sering mendengar bahasa Inggris? Bukankah orang Indonesia yang tinggal di Cina dalam waktu singkat akan bisa berbahasa mandarin dengan lancar? Begitu pula orang yang terbiasa mendengarkan "bahasa roh" orang karismatik itu, secara alami akan bisa "tertular" bahasa tersebut. Hal ini dikarenakan otak secara otomatis akan mempelajari bahasa tersebut dan lama-lama lidah akan bisa menirukannya dengan baik. Bukankah bayi yang masih kecil bisa lancar berkata "mama, papa" meskipun tidak tahu artinya, karena mamanya sering sekali mengucapkan kata "mama, papa" kepadanya? Hal ini bisa menjelaskan kenapa banyak sekali orang bisa mendapat "bahasa roh" setelah bergabung di gereja karismatik dan pentakosta, sementara orang-orang lain yang rutin beribadah di gereja aliran arus utama sangat sedikit yang memperoleh karunia bahasa roh.
Namun demikian, penulis tidak mau menghakimi bahwa pendapat penulis ini pasti benar. Penulis juga tidak mau menghakimi bahwa semua orang karismatik dan pentakosta mendapat bahasa roh yang palsu. Penulis mengakui bahwa ada kemungkinan beberapa orang karismatik atau pentakosta memang mendapatkan bahasa roh yang asli.

Kesimpulan dan Aplikasi
Penulis berharap tulisan ini bisa mempersatukan gereja, bukan memecah belah gereja. Menarik bahwa di antara 2 pasal tentang karunia roh, Rasul Paulus mengkhususkan menulis 1 pasal tentang kasih, yang merupakan hal terpenting dari semuanya. Pemahaman kita boleh berbeda, namun kita tetap harus 1 di dalam kasih. Hindari sikap suka menghakimi. Bagi orang dari aliran arus utama, janganlah menghakimi orang-orang karismatik/pentakosta dengan menuduh mereka memiliki bahasa roh yang palsu. Sebaliknya, kasihilah orang-orang karismatik/pentakosta. Berusahalah bersikap positif dengan berpikir bahwa mungkin saja anda sedang bertemu dengan orang karismatik/pentakosta yang mendapat bahasa roh yang asli. Bagi orang karismatik/pentakosta yang sudah mendapat karunia "bahasa roh", milikilah pemahaman yang benar tentang bahasa roh itu. Ujilah apakah "bahasa roh" yang kalian miliki itu adalah bahasa roh yang asli, dan mintalah Tuhan mencabutnya jika itu bukan bahasa roh yang asli. Jika Tuhan berkata bahwa itu bahasa roh yang asli, mengucap syukurlah sungguh-sungguh pada Tuhan yang telah mengaruniakannya, dan berusahalah memperoleh karunia menafsirkannya juga (1 Korintus 14:13). Gunakanlah sebisa mungkin karunia bahasa roh itu untuk membangun jemaat-jemaat lain, dan janganlah menjadi arogan karenanya.
Penulis tutup artikel ini dengan perkataan Paulus di 1 Korintus 13:1-2

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.


Soli Deo Gloria!

93 comments:

  1. Shalom...

    Yep banyak sekali kontroversi,
    Mat 9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."
    Seharusnya kita tidak menghakimi orang yang bisa bahasa roh, tapi kita bisa melarang bahasa roh palsu dalam nama Tuhan Yesus :).

    GBU

    ReplyDelete
  2. bahasa Roh dari Roh Kudus, jika orang bisa dengan seenaknya berbahasa Roh berarti ia dapt dengan seenaknya menyuruh Roh Kudus memberikan karunia kepadanya. Jika demikian berarti orang tersebut mempunyai derajat yg sama dengan ALLah karena ia dapat memerintah saLah satu pribadi ALLah, yaitu Roh Kudus... kecuaLi orang tersebut memang benar2 dikarunai ALLah dan ALLah berkenan kepada orang itu...

    tapi daLam jumLah massaL ? ga ada/sedikit yg ngerti ? terLihat dibuat keren2an ? atau dibisniskan ?

    hmm perLu direnungkan...

    ReplyDelete
  3. @revomanofasia: Sebaiknya anda tidak usah menghakimi seperti itu. Tujuan saya membuat artikel ini adalah memberikan tinjauan dari perspektif teologis. Saya sudah tegaskan bahwa saya tidak bermaksud menghakimi, kita harus tetap satu di dalam kasih. Tanggapan anda bahwa bahasa roh dibuat keren-kerenan atau dibisniskan itu sudah agak menghakimi, menurut saya.

    ReplyDelete
  4. Kebanyakkan bahasa roh yg keluar ,dikarenakan suasana mejik yg membuat orang ke masukan setan atau hantu gentayangan,buktinya banyak yg tidak sadar diri sampai sampai gigit gigi
    Maaf pengalaman saya di gereja ,para pembawa acara sering mengeluarkan bahasa roh membuat suasana lebih sensasi,apa lagi ditambah musik mirip musik bali ,makin jadi lagi
    Saya berpendapat Bahasa Roh tidak gampang diperoleh,kalu benar benar roh kudus ,tidak mau menempel pepada orang yang masih hidup glamor, sebab rohkudus itu sederhana
    Saya mendukung analisa anda(PT )faktor membuat orang banyak berbahasa Roh dikarenakan lingkungannya yang sering menggunakan bahasa Roh,akhirnya lama kelamaan yang lain sebelumnya tidak berbahasa roh jadi berbahasa roh juga
    Perhatikan sering kita dengar anak sekolah sering keserupan dengan ramai ramai , itu dikarenaka suasana sensasi mejik,akhirnya siwa atau siswi mudah terpengaruhi oleh suasana di saat itu juga. seperti orang menerima hipnotis dari seseorang

    ReplyDelete
  5. Pengalaman di Gereja saya yang juga gereja pentakosta, adalah sbb :

    1. Gereja kami sangat mempercayai bahasa Roh masih ada sampai saat ini.

    2. Jika berbahasa Roh tidak semua orang tiba-tiba berbahasa roh, melainkan satu persatu (jika satu jemaat selesai berbahasa Roh, di lanjutkan dengan orang yang lain dengan kata lain "Roh Kudus itu tertib, kasih dan lembut")

    3. Worship leader "Diharamkan" untuk mengajak jemaat berbahasa roh.

    4. Bahasa Roh yang diucapkan oleh seseorang tetapi TIDAK ditafsirkan/terjemahkan oleh orang lain yang mempunyai karunia menafsirkan/menerjemahkan bahasa Roh, itu ditujukan hanya kepada pribadi yang berbahasa Roh dengan TUHAN, tidak ditujukan untuk semua jemaat.

    5. Bahasa Roh yang diucapkan oleh seseorang dan ditafsirkan/diterjemahkan oleh orang yang mempunyai karunia menafsirkan/menerjemahkan bahasa Roh, maka itu ditujukan untuk semua jemaat.

    6. Bahasa Roh yang diucapkan satu orang dengan lain TIDAK PERNAH SAMA (karena karunia bahasanya berbeda-beda)

    Semoga bermanfaat... Saya setuju dengan penulis untuk tidak memecah belah gereja, tetapi untuk mempersatukan...

    ReplyDelete
  6. @Jerry: Syukurlah kalau ada gereja pentakosta yang menganut konsep yang benar seperti gereja anda ^^

    ReplyDelete
  7. Shalom semua sauadarku yg terkasih..

    Saya menghormati dan mengasihi semua orang Kristen (yang Karismatik atau yang Bukan).
    Saya adalah jemaat sebuah Gereja Karismatik. Dulu saya sering menghakimi orang Karismatik sebelum saya mengerti sungguh-sungguh apa itu bahasa Roh dan mengalami sendiri bagaimana rasanya saat kita dipenuhi Roh Kudus dan berbahasa Roh. Sampai pada suatu saat saya sendiri mengalami karunia ini dan saya baru tahu rasanya luar biasa!. 100% berbeda dengan apa yang dulu saya kira!. Dan kehidupan rohani saya menjadi bertumbuh luar biasa melalui pengenalan akan Firman Tuhan dan Karunia Roh Kudus yang Tuhan berikan. Tuhan Yesus baik :) .

    Mengenai Bahasa Roh, terlepas dari berbagai doktrin Gereja.. mari kita kembali kepada apa yang Alkitab katakan.

    Beberapa hal yg Alkitab katakan tentang bahasa Roh adalah:

    Ada dua macam bahasa Roh, yaitu:

    # Bahasa Roh yg merupakan "tanda awal" baptisan Roh Kudus. Dalam Kisah para Rasul dicatat bahwa setiap kali orang Kristen "PERTAMA KALI" dipenuhi Roh Kudus maka mereka berbahasa Roh. Hanya ada 1 atau 2 peristiwa dalam Kitab Kisah Rasul dimana tidak dicatat adanya bahasa Roh, sedangkan kisah lainnya dalam Kisah Rasul selalu selalu dicatat adanya Bahasa Roh saat kepenuhan Roh Kudus. jika Allkitab mencatat 90% kejadian kepenuhan Roh Kudus selalu disertai bahasa Roh, maka yg 10% kisah kepenuhan Roh Kudus lainnya juga bisa dikatakan disertai dengan bahasa Roh, hanya saja "FENOMENA ITU TIDAK DICATAT" didalam ayat yang bersangkutan secara detil (karena semua kejadian TIDAK SELALU dicatat dalam Alkitab secara detil". Nah jadi dalam hal ini yang 90% (mayoritas) bisa mewaliki yg 10% (minoritas). Mengapa saya berani berkata demikian? Karena SEMUA para Rasul dan pengikut Yesus (tanpa kecuali) berbahasa Roh saat mereka dipenuhi Roh Kudus di hari Pentakosta. Bahkan Rasul yang terakhir bertobat, yaitu Rasul Paulus, juga berbahasa Roh! (1 Kor 14 : 18). Jika karunia bahasa Roh ini hanya ditujukan untuk “sebagian” orang Kristen, dan sebagian orang Kristen lain “tidak dikaruniai” dengan karunia ini (seperti pendapat beberapa Gereja), lalu mengapa SEMUA Para Rasul dan murid-murid Yesus mendapatkan karunia bahasa roh ini? Kehidupan rohani Para Rasul dan Murid Yesus (setelah mereka dipenuhi Roh Kudus pada hari Pentakosta / bukan saat mereka sebelum penuh Roh Kudus) adalah STANDARD IMAN KRISTEN MULA-MULA YANG SANGAT LAYAK UNTUK DIJADIKAN CONTOH DALAM KEHIDUPAN KEKRISTENAN KITA. Termasuk dalam hal bahasa Roh. Jika semua rasul dan murid Yesus berbahasa Roh maka kita semua sebagai anak Tuhan juga seharusnya berbahasa Roh! Itu adalah karunia untuk SEMUA orang Kristen.

    (berlanjut)

    ReplyDelete
  8. (lanjutan 2)

    #Bahasa Roh yang merupakan "bahasa doa" sehari-hari. Bahasa Roh ini adalah bahasa Roh "LANJUTAN" yang diterima oleh orang Kristen yg sudah dipenuhi oleh Roh Kudus (poin pertama). Bahasa Roh ini bertujuan untuk membangun manusia roh orang tersebut (1 Kor 14:4a), bahasa Roh ini juga diperuntukkan untuk SEMUA orang Kristen, bukan sebagian saja.

    Beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang bahasa Roh ini, antara lain:

    *) Bisa dipakai sewaktu-waktu (kapanpun) saat kita berdoa (tentu saja harus digunakan dengan hikmat/bukan diucapkan sembarangan atau main-main).
    *) Bisa kita atur kapan kita akan memulai Bahasa Roh itu dan kapan akan kita hentikan. Mungkin beberapa dari saudara akan shock mendengar perkataan saya itu karena saudara berpendapat bahwa Roh Kuduslah yang mengatur kita, dan bukan kita yang mengatur Roh Kudus! Ya! saya sangat setuju bahwa Roh Kuduslah yang memberikan/mengispirasikan setiap kosakata bahasa Roh itu kepada kita, namun Roh Kudus juga tetap memberi peluang (wewenang) kepada kita untuk mengatur "DENGAN HIKMAT" kapan waktu dan saatnya kita mengucapkan bahasa Roh itu, kapan saatnya kita harus berdoa dalam bahasa Indonesia, dan kapan saatnya kita harus diam. Ini seperti kran air yang terhubung ke sebuah tempat penampungan air. Kitalah Kran itu adalah kita, air itu adalah karunia bahasa Roh, sedangkan tempat penampungan air adalah Roh Kudus Sang pemberi Karunia. Roh Kudus sudah tersedia, Airnya juga sudah tersedia di tempat penampungan air dengan limpahnya. Sekarang tinggal bagian kita (Kran Air) untuk mengatur "dengan hikmat" kapan saatnya harus membuka kran air dan kapan harus menutupnya sesuai dengan keperluan. Nah inilah yang seringkali tidak dipahami oleh banyak orang Kristen sehingga banyak menimbulkan kebingungan dan salah paham. Dan inilah juga yang terjadi dalam Jemaat Korintus. Bahasa Roh jemaat Korintus adalah benar-benar dari Roh Kudus, namun mereka salah dalam hal cara menggunakan bahasa Roh ini (mereka membuka Kran dengan sembarangan/tidak pakai hikmat).
    *) Bahasa Roh bisa dinyanyikan seperti dalam 1 Korintus 14:15b.

    (berlanjut)

    ReplyDelete
  9. (lanjutan 3)

    *) Bahasa Roh ada yang bertujuan untuk membangun jemaat (disertai dengan karunia penafsiran) yang tertulis dalam 1 Kor 12, bahasa Roh jenis ini TIDAK DIBERIKAN kepada semua orang Kristen. Dan ada juga bahasa Roh yang bertujuan untuk membangun diri sendiri (karena diri kita sendiri juga perlu dan harus dibangun), bahasa Roh ini peruntukan UNTUK SEMUA orang Kristen (1 Kor 14:5).
    *) Bunyi bahasa Roh yang diucapkan oleh orang yang satu dengan yang lainnya BISA BERBEDA DAN BISA JUGA SAMA. Seperti juga layaknya bahasa manusia (bahasa Indonesia, bahasa Inggris dll) ada kalanya bunyi bahasa yang diucapkan seseorang berbeda dengan yang lainnya, namun ada juga kalanya bunyinya sama (saat keduanya mengucapkan kosakata/kalimat yang sama). Jadi kita tidak perlu risau dengan bunyi bahasa Roh yang sama antara orang yang satu dengan yang lainnya.
    *) Ada orang yang salah menafsirkan ayat 1 Kor 14 : 22 berikut:

    1 Korintus 14:22
    "Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman".

    Beberapa orang salah memahami arti ayat ini dengan mengatakan bahwa yang disebut sebagai ORANG BERIMAN ADALAH ORANG YANG MENGUCAPKAN NUBUAT, DAN ORANG YANG TIDAK BERIMAN ADALAH ORANG YANG MENGUCAPKAN BAHASA ROH! Itu TIDAK BENAR. Karena dalam ayat sebelumnya (ayat 21) Paulus mengutip ayat dari Kitab Yesaya, dan dalam ayat 21 itu jelas tertulis bahwa Tuhan berbicara kepada suatu bangsa/umat melalui orang-orang yang berkata-kata dalam bahasa asing (bahasa Roh), namun umat/bangsa itu tidak mau mendengar!. Sehingga jelas yang dimaksud sebagai ORANG YANG TIDAK BERIMAN ADALAH ORANG "YANG MENDENGAR" BAHASA ROH DAN MENJADI TERSANDUNG (TIDAK PERCAYA), BUKAN ORANG "YANG MENGUCAPKAN BAHASA ROH"!. Jadi jangan sampai terbalik dalam memahami arti ayat ini.

    (berlanjut)

    ReplyDelete
  10. (lanjutan 4)

    Untuk contoh penggunaan bahasa Roh, saya akan ambil contoh jemaat Korintus. Karena 1 Korintus 12 dan 14 sering kali dipakai untuk menyerang orang Karismatik dan Pentakosta. Fakta Alkitab dan kebenaran bahasa Roh yang dipraktekan jemaat Korintus adalah:

    Jemaat Korintus SUNGGUH-SUNGGUH MENGUCAPKAN BAHASA ROH YANG BENAR DARI ROH KUDUS (BUKAN BAHASA ROH PALSU/DIBUAT-BUAT/ATAU DARI SETAN). Ini terbukti dari ucapan Paulus berikut (saya pakai terjemahan Alkitab New King James Version karena Alkitab Indonesia maknanya agak kabur) :

    1 Corinthians 14:17
    "For you INDEED give thanks (in tongues) WELL, but the other is not edified."

    Yang artinya:
    "Sebab kamu MEMANG SUNGGUH-SUNGGUH mengucap syukur (dalam bahasa Roh) DENGAN BAIK, namun orang lain tidak dibangun".

    Sedangkan Alkitab Indonesia berbunyi:
    1 Korintus 14:17
    "Sebab SEKALIPUN pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya".

    Dalam bahasa aslinya tidak ada kata "SEKALIPUN". Kata "SEKALIPUN" itu mengaburkan makna/arti konteks kalimat itu, seakan terkesan bahasa Roh orang Korintus adalah Palsu/salah. Terjemahan yang tepat adalah seperti dalam Alkitab New King James diatas.

    (berlanjut)

    ReplyDelete
  11. 1. Sayang sekali, namun teori anda bahwa bahasa roh diperuntukkan bagi semua orang itu bertentangan dengan Alkitab sendiri.

    1 Korintus 12:10 "Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang SEORANG Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu."

    Perhatikan baik-baik bahwa Paulus menggunakan kata "SEORANG", bukan "SEMUA ORANG".


    2. Di seluruh Alkitab, hanya Yohanes Pembaptis yang tercatat dipenuhi Roh Kudus sejak di dalam kandungan. Ironisnya, tidak pernah 1 kalipun Alkitab mencatat Yohanes Pembaptis atau Yesus berbahasa roh.

    ReplyDelete
  12. 3. Teori anda bahwa 90% kisah Alkitab tentang orang yang dipenuhi Roh Kudus itu pasti berbahasa roh juga sama sekali tidak benar. Silahkan dihitung lagi, cukup banyak bagian lain di mana orang-orang dipenuhi Roh Kudus namun TIDAK berbahasa roh. Saya yakin prosentasenya tidak mencapai 90%.

    4. Argumen anda bahwa semua orang Kristen harus berbahasa roh juga sangat ngaco dari sisi sejarah. Silahkan pelajari sejarah gereja Kristen sepanjang sejarah. Fenomena boomingnya bahasa roh itu baru muncul saat gerakan karismatik muncul belakangan ini. Sebelumnya, selama 1,5 milenium lebih, sebagian besar orang-orang Kristen tidak berbahasa roh. Termasuk bapa-bapa gereja termasyhur seperti Agustinus, Origen, Athanasius, dan lain-lain. Begitu pula tokoh-tokoh Kristen paling berpengaruh saat ini seperti Rick Warren, Ravi Zacharias, Martin Luther KIng, Mother Teresa, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  13. 5. Benar bahwa jemaat Korintus mempunyai bahasa roh yang benar. Namun silahkan perhatikan keseluruhan kitab 1 Korintus. Anda akan mendapati bahwa jemaat KOrintus adalah jemaat Paulus yang paling bebal. Mereka mengalami perpecahan (1 Korintus 1:10-17). Mereka bertengkar satu sama lain (1 Korintus 3). Mereka melakukan perzinahan yang kelewatan (1 Korintus 5). Mereka bahkan mempertanyakan kerasulan Paulus sendiri (1 Korintus 9).

    ReplyDelete
  14. (lanjutan)

    Lihatlah.. Jika bahasa Roh orang Korintus adalah bahasa Roh palsu/dibuat-buat/dari setan, maka Rasul Paulus TIDAK MUNGKIN MAU mengatakan bawah Ucapan Syukur dalam Bahasa Roh yang jemaat Korintus katakan adalah "sungguh-sungguh baik (Indeed - Well)". Tapi nyatanya Paulus mengatakan demikian, jadi itu artinnya Bahasa Roh mereka benar!. Lalu dimana letak kesalahannya??? Letak Kesalahannya adalah pada "CARA PENGGUNAAN" BAHASA ROH ITU: karena saat pertemuan ibadah umum (yang juga dihadiri oleh jemaat baru) Jemaat Korintus LEBIH BANYAK berdoa dalam bahasa Roh daripada berdoa dalam bahasa manusia (mungkin sepanjang ibadah isinya hanya bahasa Roh saja) sehingga jemaat yang baru tidak bisa dibangun dan menjadi bingung. Nah inilah contoh kesalahan penggunaan "Kran Air" (kurangnya hikmat). Ingat! Airnya benar-benar air! Tapi cara menggunakan Kran-nya salah!. Dan akhirnya membuat kacau!. Saya sudah sangat banyak menghadiri ibadah Gereja Karismatik dari berbagai denominasi, tapi dalam Gereja-gereja ini tidak pernah saya menjumpai penggunaan bahasa Roh yang sampai mendominasi keseluruhan (sepanjang) ibadah umum. Memang terkadang Worship Leader dan Pendeta mengajak jemaat yang sudah dipenuhi dan mendapat Karunia Roh Kudus ini utk berdoa dalam bahasa Roh, itu tidak apa-apa. Karena itu bertujuan untuk "membuka Kran Air Roh Kudus" untuk mengalir. Yang penting jangan terus menerus berbahasa Roh, berbahasa Roh lah secukupnya lalu menyembahlah lagi dalam bahasa Indonesia. Faktanya.. ibadah Karismatik memang berbahasa Roh.. Tapi jika dibandingan dengan doa dalam bahasa Indonesia, Nyanyian dalam Bahasa Indonesia, dan Kotbah dalam bahasa Indonesia.. maka perbandingannya jauh sekali. masih LEBIH BANYAK bahasa Indonesia yang digunakan dalam ibadah Karismatik daripada bahasa Roh. Jadi saya secara peribadi merasakan bahwa roh "jemaat yang lama" menjadi dibangun (melalui bahasa roh yang dia ucapkan) dan roh "jemaat yang baru" juga dibagun (melalui doa, nyanyian dan kotbah dalam bahasa Indonesia!). Jadi adil kan? SEMUA DIBANGUN!. NAH JADI INILAH YANG PAULUS TEKANKAN DALAM 1 KORINTUS 14 ITU SESUNGGUHNYA! Yaitu "KESEIMBANGAN DAN HIKMAT DALAM PENGGUNAAN BAHASA ROH". Peraturan yang Paulus buat dalam jemaat Korintus agar hanya dua atau tiga orang yang berbahasa Roh itu bukanlah peraturan harga mati. Itu adalah peraturan "interen" yang Paulus terapkan kepada jemaat Korintus. Yang penting adalah KESEIMBANGAN! DAN SEMUA DIBANGUN MELALUI IBADAH!.


    Saya tidak mengatakan bahwa Gereja Karismatik adalah Gereja yang "sudah sempurna". Saya juga menyadari adanya beberapa praktek dalam Karismatik yang “berlebihan” dan tidak seimbang. Tapi paling tidak kita semua berusaha mendekati kebenaran yang sejati menurut Alkitab. ada Gereja yang hanya menekankan "keselamatan dalam Yesus", ya itu benar tapi kurang lengkap, karena Tuhan juga memberi janji berkat lain selain keselamatan. Ada Gereja yang hanya menekankan berkat, Mujizat dan Karunia Roh, itu benar tapi juga kurang lengkap, karena ada kalanya kita juga harus menyalkal diri, pikul salib, memberitakan Injil, membawa Jiwa kepada Kristus dll. Jadi intinya.. JADILAH ORANG KRISTEN YANG "FULL GOSPEL". Artinya kita harus melakukan seluruh Firman Tuhan dan menerima semua janji-janji berkat Tuhan yang luar biasa (termasuk dalam hal ini Keselamatan melalui Yesus Kristus, Mujizat, Berkat, karunia bahasa Roh dll).


    GBU

    ReplyDelete
  15. 6. Saya akan tunjukkan banyaknya bagian-bagian Alkitab tentang orang yang dipenuhi Roh Kudus namun mereka tidak dicatat berbahasa roh.

    a. Kisah Para Rasul 2:38
    "Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus."

    Di bagian ini Petrus menegaskan bahwa mereka semua yang dibaptis akan menerima Roh Kudus, namun di ayat selanjutnya sama sekali tidak disebutkan bahwa mereka berbahasa roh.

    b. Kisah Para Rasul 7:55 "Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah."

    Di bagian ini dicatat bahwa Stefanus penuh dengan Roh Kudus, namun tidak dicatat satu kalipun bahwa Stefanus berbahasa roh.

    c. Kisah Para Rasul 8:17 "Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus."

    Di bagian ini tidak tercatat sama sekali mereka berbahasa roh.

    d. Kisah Para Rasul 13:52 "Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus."

    Di sini pun tidak tercatat bahwa murid di Antiokhia berbahasa roh.

    e. Silahkan anda baca seluruh surat-surat Paulus. Apakah 90% jemaat Paulus berbahasa roh? Tidak. Hanya jemaat Korintus--jemaat yang paling bebal--itu saja yang dicatat menggunakan bahasa roh.



    Dengan adanya begitu banyak kisah tentang orang yang dipenuhi ROh Kudus namun tidak berbahasa roh, saya benar-benar heran dari mana anda bisa mengatakan bahwa Alkitab mencatat sebanyak 90%. Sebaiknya anda menghitungnya sekali lagi dengan lebih cermat.

    ReplyDelete
  16. 7. Argumen anda bahwa gereja karismatik lebih banyak berbahasa indonesia daripada bahasa roh itu juga tidak menjawab persoalan. Sudah jelas saya tunjukkan ayat ini di artikel saya:

    1 Korintus 14:27 "Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya."

    Sekarang coba anda jawab: Apakah di gereja karismatik, yang berbahasa roh hanya 2-3 orang saja? Apakah mereka berbicara seorang demi seorang? Apakah ada orang lain yang menafsirkannya?


    8.Tafsiran anda atas 1 Korintus 14:21-22 itu juga jelas salah.
    Perhatikan sekali lagi ayatnya

    "Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman."

    Jelas sekali Paulus mengatakan bahwa bahasa roh adalah untuk orang yang tidak beriman. Jika anda mengatakan bahwa yang tidak beriman itu pendengar bahasa roh tersebut, perhatikan ayat 23:

    "Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?"

    Orang yang tidak beriman pasti akan menganggap orang yang berbahasa roh itu gila. Kalau begitu kenapa Paulus mengatakan bahwa karunia bahasa roh itu UNTUK ORANG YANG TIDAK BERIMAN? Jawabannya jelas: karena yang tidak beriman itu pemilik bahasa rohnya, bukan pendengarnya.

    Ini juga konsisten dengan 1 Korintus 14:4.
    "Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat."

    Karunia bahasa roh adalah untuk membangun iman diri sendiri. Karena itulah bahasa roh diberikan untuk mereka yang beriman, supaya imannya dibangun. Bukan untuk orang yang beriman.

    ReplyDelete
  17. @ PAULUS TEGUH

    Saudara Paulus Teguh yang terkasih


    Baik saya akan menanggapi:

    1). 1 Korintus 12:10 "Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang SEORANG Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu."


    Kita harus “MENYELARASKAN” antara fakta yang terjadi di Alkitab dan Ajaran (doktrin). Fakta ALKITAB (FAKTA YANG MERUPAKAN KEBENARAN / BUKAN FAKTA YANG SALAH) TIDAK BOLEH DAN TIDAK BISA BERTENTANGAN DENGAN AJARAN/DOKTRIN (BAIK AJARAN YESUS MAUPUN PARA RASUL). Nah sekarang faktanya adalah: SEMUA Jemaat Korintus dan SEMUA para Rasul berbahasa Roh, itu fakta!. Dan Kita sudah ketahui bersama bahwa bahasa Roh mereka BENAR (BUKAN DIBUAT-BUAT). Lalu bagaimana penerapan / hubungannya dengan 1 Kor 12 : 10 agar keduanya tidak bertentangan? Jika kita MEMAKSA 1 Kor 12 : 10 (HANYA SEBAGIAN YANG BERBAHASA ROH) untuk diterapkan terhadap fakta bahwa SEMUA RASUL BERBAHASA ROH, maka sesungguhnya kita sedang MEMPERTENTANGKAN AYAT YANG SATU DENGAN YANG LAINNYA. Karena hasilnya memang pasti akan bertentangan. Dan itu tidak boleh!. Lalu bagaimana solusinya agar tidak bertentangan? Sesungguhnya ayat 1 Kor 12 ini sedang membahas tentang jenis Karunia Bahasa Roh “yang lain” (sudah saya jelaskan sebelumnya). Yaitu Karunia Bahasa Roh yang harus disertai dengan penafsiran dengan tujuan untuk membangun jemaat (bukan membangun diri sendiri). Karunia ini TIDAK DIBERIKAN KEPADA SEMUA ORANG KRISTEN. Ini hanya diberikan kepada sebagian orang Kristen, dan sebagian lainnya lagi mendapat jenis karunia yang berbeda-beda (bernubuat, mujizat, kata-kata pengetahuan dll). Sedangkan yang terjadi pada SEMUA para Rasul dan Murid Yesus (termasuk jemaat Korintus) adalah JENIS BAHASA ROH YANG DIBERIKAN KEPADA SEMUA ORANG KRISTEN. Jadi bahasa Roh ini BERBEDA JENISNYA. Dan bahasa roh ini bertujuan untuk membangun roh kita sendiri (bukan roh Jemaat). Itulah solusi dan kesimpulannya agar 1 Kor 12 tidak bertentangan dengan fakta kebenaran yang ada.

    ReplyDelete
  18. @ PAULUS TEGUH

    2). TENTANG YOHANES PEMBAPTIS YANG TIDAK PERNAH BERBAHASA ROH

    Ya! Memang benar Yohanes Pembaptis tidak pernah berbahasa Roh, padahal dia penuh dengan Roh Kudus sejak dalam kandungan ibunya. Bahkan Yesus juga tidak berbahasa Roh, Murid-murid (sebelum Pentakosta) juga tidak berbahasa Roh. Padahal saat itu Roh Kudus sudah ada!. Tahukah kita mengapa demikian? Jawabannya adalah KARENA KARUNIA BAHASA ROH BARU DIBERIKAN OLEH TUHAN PADA HARI PENTAKOSTA. SEDANGKAN YOHANES PEMBAPTIS HIDUP DAN MENINGGAL JAUH SEBELUM HARI PENTAKOSTA TIBA!. Itulah jawabannya!. Ada hal-hal tertentu dalam Alkitab yang mempunyai waktu kapan harus terjadi atau dideklarasikan dan kapan harus berhenti. Misal: di jaman perjanjian Lama kita harus bersunat jasmani, mempersembahkan korban bakaran, dan peraturan Taurat lainnya, namun semua hal itu tidak terjadi dan tidak dilakukan lagi saat Yesus sudah mati di kayu Salib untuk kita. Bahkan Allah pun belum menjelma menjadi manusia dalam rupa Yesus dalam masa Perjanjian Lama. Mengapa? Karena itu semua ada masanya!. Demikian pula dengan Karunia bahasa Roh, orang-orang yang ada sebelum hari Pentakosta TIDAK BERBAHASA ROH SUNGGUHPUN MEREKA PENUH DENGAN ROH KUDUS, ITU KARENA WAKTU PECURAHAN KARUNIA BAHASA ROH BELUM TIBA.

    ReplyDelete
  19. @ PAULUS TEGUH

    3). Prosentase 90 % hanyalah angka untuk mepermudah bayangan kita saja. Saya tahu itu bukan angka yang pasti. Barangkali jumlahnya bisa lebih dari itu, namun bisa juga kurang dari itu, namun yang pasti jumlahnya pasti lebih dari 50 %. Memang ada “sedikit” peristiwa kepenuhan Roh Kudus (setelah Pentakosta) dimana Bahasa Roh tidak disebutkan disitu. Mengapa? Karena penulis Alkitab memang tidak selalu mencatat semua peristiwa dengan detil. Seperti yang tertulis dalam ayat ini:

    Yohanes 21:25
    “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jika semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu”.

    Namun dari FAKTA MAYORITAS yang mencatat bahwa kepenuhan Roh Kudus diikuti dengan bahasa Roh.. kita bisa mengambil kepastian dari situ. Terlebih yang mengalami bahasa Roh pada hari pentakosta adalah SEMUA murid dan Rasul Yesus sendiri. Mohon garis bawahi kata SEMUA. Mereka adalah tiang utama Gereja yang sangat bisa dijadikan acuan kebenaran. Lihat ayat ini dalam Alkitab New King James Version yang agak berbeda bunyinya dengan Alkitab Indonesia:

    Acts (Kisah Para Rasul) 2:4:
    “And they were ALL (SEMUA) filled with the Holy Spirit and began to speak with other tongues, as the Spirit gave them utterance”

    Sedangkan Kisah Rasul 2:4 dalam Alkitab Indonesia tidak mencantumkan kata “ALL (SEMUA)”, padahal dalam bahasa aslinya ada kata itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahasa asli Alkitab itu bukan bahasa Inggris, tapi Ibrani dan Yunani.
      Jadi kalau mengutip jangan dari King James Version. Terima kasih.

      Delete
  20. @ PAULUS TEGUH

    4). Mengenai Martin Luther, Anthanasius; Origen dll.

    Begini. Sekalipun karunia bahasa Roh diberikan untuk semua orang Kristen (setelah Pentakosta). Namun faktanya ada juga tokoh-tokoh Gereja sepanjang sejarah Kekristenan yg tidak berbahasa Roh. itu karena setelah Para Rasul meninggal dunia Kekristenan "mulai melenceng sedikit-demi sedikit" dari kebenaran dan doktrin para Rasul (sungguhpun doktrin itu sudah dicatat di dalam kitab Perjanjian Baru). Mereka tidak lagi melakukan apa yang para rasul lakukan. Mujizat mulai jarang terjadi, kuasa Allah mulai jarang terlihat dan terjadi didalam dan diluar Gereja. Hal ini semakin lama semakin menjadi parah sampai Gereja masuk pada zaman kegelapan yg mengerikan. Namun Puji Tuhan Allah kita maha kasih dan penuh kuasa!. Tuhan mulai membangkitkan para Reformator (misalnya Martin Luther) untuk memulihkan ajaran Gereja kembali ke awalnya. Itu luar biasa!. Namun proses reformasi itu tidak berhenti sampai disitu. Reformasi itu terus disempurnakan sampai Gereja kembali seperti Gereja jaman para Rasul.

    Martin Luther sendiri pernah berkata:
    "Gereja yang diperbaharui (direformasi) adalah GEREJA YANG TERUS MENERUS DIPERBAHARUI".

    Itu artinya Martin Luther tidak menganggap ajarannya sebagai ajaran yg sudah sempurna 100%. Ajarannya memang sudah mengarah kepada kebenaran namun masih harus disempurnakan lagi. Dia memang "belum" berbahasa Roh, itu karena Martin Luther sendiri juga "masih dalam tahap disempurnakan". Martin Luther tahu bahwa pejuangannya harus diteruskan oleh Reformasi berikutnya.

    Kemudian muncul Gerakan Metodis, Gerakan Pentakosta, dan akhirnya Gerakan Karismatik pada awal abad ke-19. Sejak saat itu mujizat mulai terjadi lagi, semangat penginjilan makin tinggi, karunia Roh mulai terjadi lagi. Gereja Tuhan makin disempurnakan (walau belum 100% sempurna). Dan sampai hari ini semua Gereja Tuhan semakin disempurnakan menjadi seperti Gereja zaman para Rasul (walau belum 100% sempurna). Gereja Tuhan baru akan menjadi sempurna 100% kelak saat Tuhan Yesus datang menjemput GerejaNya.

    ReplyDelete
  21. @ PAULUS TEGUH

    5). Ya! jemaat Korintus memang adalah jemaat yang kesalahannya banyak ditegur oleh Paulus, dan memang bisa dikatakan bahwa jemaat ini "bebal". Namun ingat! Mereka tetap dikasihi Tuhan dan mereka tetap jemaat Tuhan. Dan jangan lalu fakta "kebebalan" mereka dicampuradukkan dengan fakta Karunia-karunia Roh Kudus yang mereka miliki (termasuk bahasa Roh). Itu adalah dua hal yang berbeda. Mengapa? Karena kehidupan Kekristenan yg "menghasilkan buah Roh" (hal-hal yang baik) adalah hasil dari "willingness" dari orang itu untuk berjalan dalam tuntunan Roh Kudus. Sedangkan saat jemaat Korintus melakukan "kebebalan" adalah saat dimana mereka tidak mau memberi diri mereka "dituntun" oleh Roh Kudus. Karena keadaan rohani seseorang tidak selalu sama sepanjang waktu. Ada kalanya jika mereka tidak hidup dalam Roh dan Firman maka hal duniawilah yg mereka lakukan. Dan saat mereka hidup dalam Roh dan Firman maka hal-hal Rohanilah yang mereka lakukan. Itu tergantung pada "WILLINGNESS / KEMAUAN" orang tersebut. Seperti yg tertulis dalam ayat ini:

    Galatia 5:18,25
    "Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. - Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, "

    Dan bacalah Kitab Galatia pasal 5 secara keseluruhan untuk mengerti makna ini.

    ReplyDelete
  22. 1. Tidak ada satupun ayat yang mengatakan bahwa karunia bahasa roh terbagi menjadi 2 jenis. Itu murni hanya karangan anda sendiri. Dan saya ingin bertanya: kalau memang bahasa roh itu terbagi menjadi 2 jenis seperti itu (yang 1 untuk membangun jemaat, satunya untuk membangun diri sendiri), maka bahasa roh nya Paulus sendiri itu tergolong yang mana? Apakah untuk membangun jemaat? Kalau untuk membangun jemaat, kenapa Paulus menulis sebagai berikut:

    Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh. (1 Korintus 14:19)

    Kalau bahasa roh Paulus itu untuk membangun diri sendiri, kenapa Paulus mengatakan:

    Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. (1 Korintus 14:18)



    Karunia bahasa roh sama sekali tidak pernah terbagi menjadi 2 jenis seperti yang anda bilang; tidak ada satupun ayat yang mengatakan bahwa karunia bahasa roh ada 2 jenis! Sebaliknya, karunia bahasa roh itu hanya ada 1, yaitu untuk membangun diri sendiri; kecuali kalau bahasa roh tersebut ada yang menafsirkan, sehingga bahasa roh tersebut bisa digunakan untuk membangun jemaat.

    1 Korintus 14:5
    Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.



    Persoalannya: di gereja-gereja karismatik, orang-orang berbahasa roh tanpa ada yang menafsirkan. Apakah ini sesuai dengan yang diperintahkan Alkitab?

    ReplyDelete
  23. 3. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya: angka 10% berbanding 90% itu dapat dari mana? Silahkan anda hitung dan tunjukkan pada saya!

    Saya sudah menunjukkan 5 kisah di mana orang-orang kepenuhan Roh Kudus namun tidak dicatat menggunakan bahasa roh. Kalau anda mengatakan bahwa cerita-cerita tersebut hanyalah 10% berbanding 90% dibandingkan kisah mereka mendapat bahasa roh, berarti anda harus menunjukkan paling sedikit EMPAT PULUH LIMA kisah di mana orang-orang yang kepenuhan Roh Kudus berbahasa roh. Silahkan anda tunjukkan 45 kisah. Saya akan tunggu.

    ReplyDelete
  24. 4. Ini menunjukkan bahwa anda tidak pernah mempelajari sejarah gereja mula-mula. Gereja mula-mula itu tidak melakukan penyelewengan sedikitpun; penyelewengan itu baru muncul pada masa abad kegelapan katolik, pada abad ke-15 atau 16. Pada masa bapa-bapa gereja seperti origen dan agustinus, tidak ada penyelewengan sama sekali. Bahkan merekalah yang kemudian mengadakan konsili nicea yang kemudian menetapkan 39 kitab Perjanjian Lama dan 28 kitab Perjanjian Baru menjadi Alkitab yang kita miliki sekarang. Mereka juga yang membuat pengakuan iman rasuli. Kalau anda mengatakan mereka ini menyeleweng, berarti Alkitab yang anda miliki sekarang ini juga merupakan hasil penyelewengan.

    Dan penjelasan anda tentang reformasi itu juga membuktikan bahwa anda tidak mengerti hakikat dari reformasi itu sendiri. Reformasi berbeda dengan revolusi. Reformasi bukanlah membawa gereja ke arah yang baru; sebaliknya, reformasi adalah usaha membawa gereja berjalan mundur, menjadi semirip mungkin dengan gereja mula-mula, gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus dan Para Rasul itu. Reformasi bukanlah revolusi. Karena itu kalau di gereja mula-mula bahasa roh tidak dianggap begitu penting, maka seperti itu jugalah seharusnya gereja saat ini.

    ReplyDelete
  25. Saya sangat senang bertemu dengan orang yang mau menyelidiki Alkitab dan berdiskusi dengan baik seperti anda, yang mengasihi semua orang Kristen. Namun saya tidak bisa setuju dengan pandangan-pandangan anda tersebut karena itu tidak alkitabiah, dan bertentangan dengan firman Allah itu sendiri. Saya menyarankan anda sebanyak mungkin membaca Alkitab, berdoa mohon pimpinan Tuhan untuk menuntun anda pada kebenaran, dan lebih banyak mempelajari sejarah-sejarah Kekristenan maupun kondisi kekristenan saat ini. Anda akan menemui bahwa pada kenyataannya tokoh-tokoh Kristen paling berpengaruh sepanjang sejarah ini justru tidak berbahasa roh. Martin Luther dan John Calvin tidak pernah dicatat berbahasa roh. Mother Teresa yang begitu penuh kasih tidak pernah berbahasa roh. Billy Graham sang penginjil no. 1 dunia tidak pernah berbahasa roh. Para martir Kristen paling saleh seperti Justin Martyr, John Hus, Pelagius tidak pernah berbahasa roh. Ravi Zacharias sang ahli pembelaan iman Kristen terbaik dunia saat ini tidak pernah berbahasa roh. Silahkan pelajari sejarah dan anda akan mendapati bahwa pada kenyataannya Tuhan lebih banyak memakai dengan luar biasa orang-orang yang tidak berbahasa roh daripada orang-orang yang berbahasa roh.

    ReplyDelete
  26. @ PAULUS TEGUH

    1). Memang tidak ada ayat dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Karunia bahasa Roh terbagi menjadi 2. Namun jika kita membaca dengan cermat terhadap fakta-fakta yang ada maka mau tidak mau kita harus membaginya menjadi dua jenis. Jika tidak begitu maka kita bisa mengambil kesimpulan yang salah dan membuat ayat yang satu bertentangan maknanya dengan ayat yang lain.

    Fakta 1:
    Dalam 1 Korintus 12 disebutkan tentang bermacam-macam karunia Roh. Dan disitu Paulus mengatakan bahwa Tuhan memberi karunia YANG BERBEDA-BEDA KEPADA TIAP ORANG (TIDAK SAMA). Dan karunia bahasa Roh juga disebutkan disitu. Itu artinya karunia bahasa Roh ini BERADA DALAM KONTEKS / PEMAHAMAN “KARUNIA YANG BERBEDA BEDA (TIDAK DIMILIKI SEMUA ORANG)”. Dan semua karunia dalam 1 Kor 12 adalah Karunia untuk membangun jemaat, silahkan anda cek satu persatu karunia dalam 1 Kor 12 itu, anda akan mendapati bahwa semuanya adalah untuk membangun jemaat. Sehingga bahasa Roh juga tidak terkecuali.

    Fakta 2:
    -SEMUA Para Rasul berbahasa Roh bersama-sama dan dalam waktu bersama-sama pula pada hari Pentakosta (sekilas ini bertentangan dengan 1 Korintus 12 yang mengatakan hanya sebagian yang berbahasa roh)
    -Semua Jemaat Korintus bersama-sama beramai – ramai berbahasa Roh dalam ibadah (mereka SEMUA benar-benar mendapat Karunia bahasa Roh, hanya saja karena ini dilakukan dalam Ibadah Umum maka Paulus harus menertibkan cara penggunaan bahasa Roh itu), ini sekilas juga bertentangan dengan 1 Kor 12 yang mengatakan hanya sebagian yang berbahasa roh.
    -Orang-Orang dalam Kisah Rasul 19 juga berbahasa Roh bersama-sama (juga sekilas bertentangan dengan 1 Kor 12 yang mengatakan hanya sebagian yang berbahasa roh)

    ReplyDelete
  27. (lanjutan)

    Anda bisa melihat perbedaan antara keduanya? Perbedaaan yang paling mencolok adalah pada jumlah orang yang menerima karunia itu. 1 Kor 12 mengatakan TIDAK SEMUA ORANG MENERIMA, namun di Kisah Rasul Pasal 2, dan 1 Kor 14 dikatakan SEMUA. Bukankah itu namanya berbeda?

    Nah dari 2 fakta ini, kita harus menarik kesimpulan bahwa bahasa Roh terbagi menjadi 2, yaitu
    -untuk membangun jemaat (disertai penafsiran) / yang tidak dimilki semua orang, dan
    -untuk pribadi (tidak disertai penafsiran) / yang dimilki semua orang.

    Nah khusus bahasa Roh untuk Pribadi itu ada aturan mainnya, yaitu jemaat (saat ibadah) boleh saja berbahasa Roh namun harus tertib dan tidak boleh mendominasi sepanjang ibadah (seperti jemaat Korintus), artinya bahasa Manusia harus lebih banyak digunakan agar semua terbangun rohaninya. Beda halnya saat orang tersebut berada di rumah sendiri dalam doa pribadi, silahkan saja dia mau berbahasa roh dengan panjang dan lama. Tidak masalah karena tidak ada orang lain yang terganggu dengan itu.

    KESIMPULANNYA:
    SEMUA orang Kristen (yang percaya dan mau) diberikan karunia bahasa Roh “pribadi” untuk membangun dirinya sendiri. Namun ada orang-orang tertentu yang mendapat “lebih”, yaitu mereka yang mendapat Karunia bahasa Roh “ untuk membangun jemaat” dengan disertai penafsiran, artinya orang tipe ini mendapat DUA, yaitu: karunia bahasa Roh “pribadi” dan juga mendapat karunia bahasa Roh “utk membangun Jemaat”.


    Beradasarkan kata-kata Paulus, maka bisa disimpulkan bahwa dia memiliki karunia Bahasa Roh “pribadi”, dia tidak memilki karunia bahasa Roh untuk membangun jemaat, karena dia berkata bahwa didalam pertemuan jemaat dia lebih suka mengucapkan sedikit kata yang dapat dimengerti, itu artinya tidak ada karunia “penafsiran bahasa Roh” yang menyertai bahasa Roh Paulus. Namun selain bahasa Roh, Paulus memilki karunia Roh yang lain diantaranya adalah: karunia Mujizat.

    Di Gereja Karismatik ADA KARUNIA PENAFSIRAN BAHASA ROH. Saya ambil contoh di Gereja saya saja. Ada beberapa Pendeta di Gereja kami yang memiliki karunia ini. Dan karunia Roh di Gereja kami berjalan secara dinamis dan teratur. Mungkin anda memang belum pernah menyaksikan adanya karunia penafsiran semcam ini di Gereja karismatik. TIDAK PERNAH MELIHAT.. ITU BUKAN BERARTI TIDAK ADA.

    ReplyDelete
  28. @ PAULUS TEGUH

    2). Sekali lagi saya katakan bahwa angka 90% hanyalah untuk mempermudah gambaran saja. Dan sekali lagi, tidak semua hal dicatat dalam Alkitab, sehingga untuk mengetahui kejadian detil dari suatu ayat terkadang kita harus mencari referensi ayat lain yang berhubungan atau sama kasusnya. Perhatikanlah.. tidak disebutkan “berbahasa roh” bukan berarti benar-benar tidak berbahasa roh. Ya kan? . karena pada contoh lainnya kepenuhan Roh Kudus selalu diikuti dengan bahasa roh. Saya mengambil contoh yang PALING BENAR DARI ANTARA YANG BENAR, Yaitu Pentakosta!. SEMUA MURID YESUS TANPA KECUALI BERBAHASA ROH. Murid-Murid Yesus yang berkumpul pada hari Pentakosta adalah SATU-SATUNYA JEMAAT KRISTEN PERTAMA YANG ADA!. Belum ada jemaat Kristen di tempat lain. Belum ada orang lain yang mereka Kristenkan. Sebelum mereka mengKristenkan orang lain (saat sebelum Petrus membaptis 3000 orang) mereka adalah SATU – SATUNYA JEMAAT KRISTEN !. Jumlah mereka ada 120 orang. Anda bayangkan.. 120 orang jemaat Kristen satu-satunya ini dipenuhi Roh Kudus dan SEMUA BERBAHASA ROH. Jika hanya ada 120 orang jemaat, lalu 120 orang jemaat itu semuanya berbahasa Roh.. itu namanya ada berapa % yang berbahasa Roh?? 100 % kan.. alias semuanya!. Itu bahkan lebih dari 90%!. Dari sinilah saya berani menyebut bahwa jemaat – jemaat lain yang kemudian hari terbentuk juga berbahasa Roh saat mereka penuh Roh Kudus, walaupun tidak disebutkan “berbahasa Roh” dalam ayat-ayat yang anda kutip (Kisah 2:38, Kisah 7:55, Kisah 8:17, Kisah 13:52). Contoh kepenuhan Roh Kudus lainnya yang disertai bahasa Roh antara lain: Kisah Rasul 10:46, Kisah Rasul 19:6. Namun yang paling utama adalah 120 orang jemaat mula-mula yang SEMUANYA berbahasa Roh di hari Pentakosta. Ayat lain hanya pendukung saja.

    ReplyDelete
  29. @ PAULUS TEGUH

    3). Pendengar bahasa Roh (yang tersandung) boleh saja mengatakan bahwa yang berbahasa Roh itu gila, mabuk, atau apalah istilah negatif yang lain, itu terserah pendapat mereka, tapi kenyataannya ORANG YANG BERBAHASA ROH ITU TIDAK SUNGGUH-SUNGGUH GILA KAN? MEREKA HANYA DISANGKA GILA, TAPI TIDAK GILA BENERAN. Itu faktanya!.

    Anda ingat saat kejadian Pentakosta dalam kisah Rasul pasal 2, murid dan para Rasul yang berbahasa Roh juga disangka MABUK atau mungkin juga ada dari antara mereka yang mengatakan para rasul itu GILA. Lihat ayat ini:

    Kisah Rasul Pasal 2:13:
    “Tetapi orang lain menyindir, mereka sedang MABUK oleh anggur manis”

    Apakah karena si pendengar bahasa Roh ini menyebut para rasul MABUK lalu artinya YANG TIDAK BERIMAN ADALAH PARA RASUL?? Anda berani berkata demikian??

    Dari ayat yang Paulus kutip dalam 1 Kor 14 : 21 (Paulus mengutip dari Kitab Yesaya) terlihat dengan jelas bahwa orang yang tidak beriman itu adalah “pendengar bahasa Roh yang tersandung”, bukan orang yang mengatakan bahasa roh itu.

    1Kor 14:21
    “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain (bahasa Roh) dan oleh mulut orang-orang asing (orang yang mengucapkan bahasa Roh) Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, Firman Tuhan.”

    Anda lihat.. berdasarkan ayat ini.. orang berlidah asing (berbahasa Roh) dipakai Tuhan untuk berbicara kepada segolongan orang, namun si pendengarnya tidak mau percaya. Menurut anda yang disebut tidak beriman adalah orang yang mengucapkan bahasa Roh ataukah yang mendengar dan menjadi tidak percaya? Sangat mudah dijawab kan? Si pendengar yang tidak mau percaya lah yang tidak (belum) beriman!.

    Jika anda tetap memaksa menyebut yg tidak beriman adalah yang berbahasa Roh, lalu bagimana pula dengan Paulus?? Dia berkata bahwa dirinya berbahasa Roh (tidak didepan jemaat) lebih banyak dari pada jemaat korintus. Apakah Paulus adalah orang yang tidak beriman? Apakah para Rasul dalam kisah rasul pasal 2 juga tidak beriman karena mereka berbahasa Roh?

    ReplyDelete
  30. @ PAULUS TEGUH

    4). Anda mengatakan bahwa saya tidak pernah memperlajari sejarah Gereja Mula-mula.

    Ya barangkali saya ini bukan ahli sejarah Gereja, tapi tentu saya tetap bisa belajar kan? Karena tentu yang boleh belajar bukan hanya para ahli, orang biasapun boleh belajar. Dan saya sudah melakukan itu. Saya tidak mengatakan Gereja mula-mula “menyeleweng” ini berarti “sesat/menyimpang sangat jauh”. Misal seperti sekte “Nestorian” dll. Saya memakai istilah “menyimpang” yang berarti “mulai berbeda” dengan aslinya. Walaupun perbedaan praktek iman dan “doktrinal” nya hanya sedikit. Saya tahu bahwa merekalah yang membuat pengakuan Iman Rasuli, mengadakan konsili Nicea, membuat Kanon Alkitab perjanjian Lama dan Baru. Dan dengan segala rasa hormat saya mengacungkan jempol kepada bapa-bapa Gereja kita ini, mereka adalah orang yang luar biasa!. Tuhan sanggup memakai mereka melebihi kelemahan – kelemahan dan kesalahan yang mereka miliki sebagai manusia.

    Tahukah anda bahwa tokoh-tokoh Alkitab ada juga yang menyimpang sangat jauh dari kebenaran namun mereka tetap bisa dipakai Tuhan dalam porsi dan bagian tertentu? Contohnya:
    # Imam Eli dalam Kitab 1 Samuel.
    Imam Eli dan keluarganya dengan sangat jelas telah menyimpang dari kebenaran, namun dalam “porsi yang terbatas” Tuhan masih mempercayakan tugas pelayanan “keimaman” kepadanya.
    #Raja Salomo
    Dia adalah orang yang memiliki sangat banyak istri-istri kafir (non Israel) sehingga akhirnya dia meninggalkan Allah. Namun pada saat itupun Allah masih memakai nya dalam “porsi khusus” untuk menulis kitab Amsal dan sebagian Mazmur.
    #Dan beberapa contoh lainnya..

    Demikian pula dengan bapa Gereja kita, gaya hidup Kekristenan mereka tidak lagi “sangat mirip” dengan zaman para Rasul. Namun Tuhan masih memakai para bapa Gereja ini pada porsinya masing masing untuk merumuskan doktrin Gereja melalui konsili, termasuk menetapkan kanonisasi Alkitab. Mereka luar biasa. Beberapa fakta tentang bapa Gereja yang berkaitan dengan karunia Roh (termasuk bahasa Roh) adalah sebagai berikut:

    #JUSTIN MARTYR (150 AD)
    Dia menulis tulisan kepada orang Yahudi yang skeptic demikian: "Now, it is possible to see amongst us women and men who possess GIFTS OF THE SPIRIT OF GOD...For the prophetical gifts REMAIN WITH US, EVEN TO THIS PRESENT TIME."

    Artinya:
    “Sekarang, sangat mungkin bagi kita untuk melihat wanita dan pria yang ada diantara kita yang memiliki KARUNIA KARUNIA ROH ALLAH (termasuk bahasa Roh)... Sebab karunia bernubuat TETAP ADA BERSAMA KITA, BAHKAN SAMPAI SAAT INI.

    #IRENAEUS (akhir abad ke-2)
    Dia menulis demikian:
    "In like manner do we also hear many brethren in the church who possess prophetic gifts, and who through the Spirit speak all kinds of languages..."

    ReplyDelete
  31. (lanjutan)

    arti perkataan Irenaeus:
    “Kita juga mendengar banyak saudara saudara kita didalam Gereja yang memiliki karunia nubuat, dan karunia berkata-kata dengan berbagai bahasa melalui Roh Kudus”

    #AUGUSTINE (kira-kira tahun 400 AD / setelah proses Kanonisasi Alkitab selesai).
    Dia adalah termasuk orang yang pertama kali berpendapat bahwa karunia Roh (termasuk bahasa Roh) sudah berhenti. Namun dikemudian hari dia mencabut perkataannya. INI ADALAH TANDA BAHWA AUGUSTINE SENDIRI MENYADARI, BAHWA DIRINYA YANG ADALAH BAPA GEREJA PERNAH “SEDIKIT MENYIMPANG” DALAM HAL PEMAHAMAN KARUNIA ROH, DAN AKHIRNYA DIA MENCABUT PERKATAANNYA. Augustine berkata:

    "We still do what the apostles did when they laid hands on the Samaritans and called down the Holy Spirit on them in the laying-on of hands. It is expected that converts should speak with new tongues."

    Artinya:
    “Kita masih melakukan apa yang para Rasul lakukan seperti saat mereka (Para Rasul) menumpangkan tangan pada orang-orang Samaria dan mengundang Roh Kudus untuk turun atas mereka melalui penumpangan tangan itu. Dengan harapan agar ORANG – ORANG YANG BARU SAJA BERTOBAT BISA BERKATA – KATA DENGAN BAHASA YANG BARU (BAHASA ROH).


    Jadi ternyata Bapa-bapa Gereja kita “masih” menghargai dan mempercayai adanya karunia Roh. Walaupun seiring dengan berjalannya waktu selama berabad – abad lamanya kemudian Gereja mengalami kemunduran dan penyelewengan yang luar biasa (Abad kegelapan Katolik dll).

    ReplyDelete
  32. @ PAULUS TEGUH

    5). Anda mengatakan bahwa hamba – hamba Tuhan yang tidak berbahasa Roh adalah orang – orang yang “PALING” dipakai Tuhan dengan luar biasa. Seperti Billy Graham, Martin Luther, Ravi Zacharias.

    Ok.. sekali lagi saya katakan.. saya menghormati mereka. Banyak dari pengajaran tokoh – tokoh ini yang memberkati dan menginspirasi saya. Mereka adalah orang – orang yang dipakai Tuhan dalam bidangnya masing-masing. Namun Yang menjadi tolak ukur dan panduan iman yang paling aman tetap adalah praktek iman para Rasul yang tertulis di Alkitab.

    Hamba Tuhan lain yang berbahasa Roh juga dipakai Tuhan. Mereka ada yang berjuang memberitakan Injil sampai daerah – daerah pedalaman, sehingga suku – suku yang awalnya “tidak terjangkau” bisa mendengar Injil dan diselamatkan. Mereka menembus kerasnya negara Cina, memberitakan Injil secara tersembunyi dengan ancaman kematian dari otoritas setempat, mendoakan orang yang sakit dan mereka sembuh, mendoakan orang yang mati dan mereka bangkit, memberitakan pengharapan dan sukacita melalui Yesus Kristus kepada orang-orang yang “hopeless”. Jutaan jiwa menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. MEREKA JUGA DIPAKAI TUHAN DENGAN LUAR BIASA. WALAUPUN MUNGKIN DUNIA TIDAK MEMANDANGNYA, TAPI TUHAN MEMANDANGNYA.

    Intinya kita semua bisa dipakai Tuhan, itu bukan monopoli sebuah Gereja atau aliran Kristen tertentu.

    ReplyDelete
  33. Sebenarnya penafsiran anda yang mengatakan bahwa "jika semua rasul berbahasa roh, maka semua orang Kristen yang dipenuhi Roh Kudus juga berbahasa roh" itu sangat aneh. Sekarang saya tanya: di Bagian tersebut juga disebutkan bahwa saat Roh Kudus memenuhi mereka, terdengar tiupan angin yang keras, dan para rasul itu juga dihinggapi oleh lidah-lidah api. Bagaimana dengan yang ini? Apakah semua orang karismatik yang dipenuhi Roh Kudus juga mengalami ini? Apakah muncul lidah-lidah api di kepala mereka? Apakah terdengar suara angin yang keras?

    Dan kalau anda mengatakan Paulus hanya memiliki karunia bahasa roh yang membangun diri sendiri, lantas bagaimana anda menjelaskan ayat ini:

    Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. (1 Korintus 14:18)


    Di sini Paulus dengan jelas mengatakan bahwa dirinya memiliki bahasa roh yang melebihi semua jemaat.


    Saya sudah malas melanjutkan debat ini, karena kita tidak akan bisa mencapai titik temu. Tentu saja kita masing-masing akan bertahan pada pendapat masing-masing. Tapi jujur saya kecewa karena anda berkali-kali tidak menjawab argumen saya, hanya terus bertahan pada argumen saya sendiri.... Penafsiran saya bahwa bahasa roh tidak terbagi menjadi 2 jenis itu jauh lebih konsisten dengan keseluruhan ayat tersebut, seperti yang sudah saya tunjukkan. Namun anda tidak menjawabnya. Saat saya menanyakan ini:

    Sekarang coba anda jawab: Apakah di gereja karismatik, yang berbahasa roh hanya 2-3 orang saja? Apakah mereka berbicara seorang demi seorang? Apakah ada orang lain yang menafsirkannya?

    Anda juga tidak menjawabnya.

    Saat saya menantang anda membuktikan perbandingan anda 10% banding 90% itupun anda juga tidak bisa menunjukkan untuk sekedar 5 kisah saja, padahal seharusnya anda menunjukkan 45 kisah.

    Karena itu sebaiknya kita akhiri saja perdebatan ini. Lebih baik kita kembali mengoreksi pendapat kita masing-masing. Apakah anda mau ikut ajaran gereja anda atau ikut ajaran gereja mula-mula. Apakah anda mau ikut ajaran gereja anda atau ajaran Alkitab. Silahkan direnungkan dan didoakan.

    ReplyDelete
  34. Anyway, benar bahwa bapa gereja kita percaya bahwa karunia roh masih berlanjut. Dan saya sendiri pun juga percaya hal itu, seperti yang saya tegaskan dalam artikel saya di atas. Saya tidak pernah menentang ajaran gereja mula-mula, gereja yang didirikan oleh Yesus dan para rasul itu. Namun semua tokoh gereja mula-mula tidak ada satupun yang mengatakan bahwa semua orang Kristen harus berbahasa roh, bahwa semua orang yang dipenuhi Roh Kudus pasti berbahasa roh; itu hanya ajaran gereja anda sendiri, ajaran yang sungguh menyimpang dari kebenaran Alkitab. Toh nyatanya banyak sekali argumen anda yang tidak ada dasar Alkitabnya. Di Alkitab tidak pernah tertulis bahwa semua orang dipenuhi Roh Kudus pasti berbahasa roh. Di Alkitab tidak pernah tertulis bahasa roh terbagi menjadi 2 jenis.

    Saya perlu jelaskan pula: dalam peristiwa pentakosta, memang para rasul diberi bahasa roh. Kenapa demikian? Karena bahasa roh adalah untuk membangun diri sendiri, supaya mereka dibangun imannya. Terbukti kemudian Petrus bangkit dan berbicara dengan iman yang begitu hebat yang tidak pernah dia miliki sebelumnya. Jadi? Ya, saat itu para rasul memang tidak beriman, makanya mereka tidak berani berbicara. Baru setelah Roh Kudus turun dan mereka berbahasa roh, mereka memperoleh iman tersebut.

    ReplyDelete
  35. 1Kor 14:21
    “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain (bahasa Roh) dan oleh mulut orang-orang asing (orang yang mengucapkan bahasa Roh) Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, Firman Tuhan.”

    Justru karena oleh karena bahasa roh itu orang-orang tidak mau mendengarkan (malah menganggap gila) makanya bahasa roh tidak boleh digunakan dalam ibadah.


    "Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah." (1 Korintus 14:26-28)


    Karunia bahasa roh itu untuk orang yang tidak beriman, seperti yang dikatakan paulus. Kenapa? Karena bahasa roh itu bertujuan membangun iman, sehingga orang yang tidak beriman tersebut bisa dibangun imannya. Karena itulah Paulus diberikan karunia bahasa roh supaya dia imannya semakin bertumbuh. Bagaimana dengan orang lain yang tidak dapat bahasa roh? Tuhan mempunyai cara lain untuk membangun iman mereka tanpa melalui bahasa roh. Paulus sendiri sudah jelas mengatakan bahwa bahasa roh bukan untuk semua orang; namun anda menjawabnya dengan memberikan pembagian jenis bahasa roh; suatu cerita karangan anda sendiri, yang tidak pernah ada dasar Alkitabnya. Silahkan anda tunjukkan pada saya jika ada ayat yang mengatakan "bahasa roh terbagi menjadi 2 jenis".

    ReplyDelete
  36. Saya ingin tambahin aja.
    Boleh kah seseorang berbahasa Roh?.
    Jika Ia mendapatkannya.Aku rasa boleh aja.

    Bahasa Roh boleh digunakan oleh jema,at sesuai tuntunan roh dan tunduk pada otoritas hamba Tuhan yg di atas mimbar.

    Perlu diketahui ,bahasa roh adalah karunia cuma2 yg diberikan Tuhan Yesus sesuai kehendakNya, bukan kehendak Kita.

    Bahasa roh adalah karunia terkecil diantara karunia.
    Guna bahasa roh untuk jemaat supaya orang yg kurang beriman menjadi beriman.

    Yg dipesankan rasul paulus di korintus.
    tentang bahasa roh, mungkin pada waktu itu pendetanya kotbah pake bahasa roh dan jemaatnya pun pake bahasa roh.
    Jadi terjadi kekacauan disana yaitu di korintus.bukan lantas tak bole bahasa roh,
    yand dimaksud paulus, jangan kotbah pake bahasa roh ,itu pesan untuk orang yg diatas mimbar.

    Boleh jemaat memuji, maupun berdoa ,atau bermazmur dgn roh. tapi pemimpin diatas mimbar tidak boleh berbahasa roh terus menerus dan melupakan jemaat yg di bwh pimpinannya. gitu kali.maksud paulus.
    supaya orang yg baru masuk kegereja pun boleh tetap mengerti make bahasa manusia.

    Bukan lantas tak boleh pake bahasa roh untuk jemaat. Kita juga jangan cepat2 menghakimi. seseorang yg sedang berbahasa roh.

    Jika kita ingin bilang mereka berbasa roh tapi bukan dari roh kudus. melainkan dari roh kudis. bahaya itu.


    Jika kita ingin menilai orang bukan dari roh kudus atau dari roh kudis.kita harus memiliki karunia membeda2kan roh.


    Jika tidak ada ,mending diam aja dech kita.
    karena takut salah omong.
    tentang berdosa dan menghujuat roh kudus. itu adalah dosa yg kekal kata Yesus.
    dosa yg tidak terampuni di dunia ini maupun dunia yg akan datang.

    Dosa kepada Yesus bisa di ampuni
    Dosa terhadap Roh kudus tak terampuni

    ReplyDelete
  37. @ PAULUS TEGUH

    1). Saudara Paulus, blog ini anda buat bukankah salah satu tujuannya adalah untuk berdiskusi?
    Nah dalam disukusi itu wajar jika ada perbedaan pendapat, yang penting kita tidak saling menghina dan bertengkar, ya kan? Jadi yang penting saya tetap mengasihi anda dan kita berdiskusi dengan sopan.

    Anda membandingkan bahasa Roh dengan manisfestasi – manisfestasi lain yang juga muncul di hari pentakosta seperti: lidah api, gemuruh angin dll. dalam hal ini kita harus bisa membedakan mana yang disebut sebagai KARUNIA ROH (GIFT OF THE SPIRIT) dan MANIFESTASI ROH. Dua hal itu SANGAT BERBEDA. Dalam 1 Korintus 12, 13, 14 Paulus dengan jelas menyebut bahasa Roh sebagai KARUNIA ROH, BUKAN MANIFESTASI ROH. Paulus dengan jelas menyebut dan mengelompokkan bahasa Roh bersama-sama dengan Karunia Roh yang lain (Nubuat, Mujizat, kata Hikmat dll). Paulus SAMA SEKALI TIDAK MENYEBUT ADANYA KARUNIA ROH BERUPA: LIDAH API, ANGIN KENCANG dll. sekali lagi TIDAK ADA!. Jadi dengan jelas kita dapat simpulkan bahwa Lidah Api dan Angin Kencang di hari Pentakosta BUKAN KARUNIA ROH, ITU HANYALAH “MANIFESTASI ROH”, dan Manifestasi Roh bentukknya tidak selalu sama, bahkan kadang juga TIDAK ADA. MANIFESTASI ROH ITU TIDAK PENTING, TAPI KARUNIA ROH (TERMASUK BAHASA ROH) ITU PENTING!. itulah sebabnya mengapa lidah api dan angin kencang tidak muncul atau tidak selalu muncul saat orang Kristen berbahasa Roh / dipenuhi Roh Kudus. Saya pikir jawaban logis dan cukup Alkitabiah.

    @ PAULUS TEGUH

    2). Perkataan Paulus dalam 1 Kor 14:18 harus kita pahami bersama-sama dengan ayat selanjutnya (ayat 19) agar kita tidak salah memahami artinya. Ayat 18 dan 19 itu mempunyai arti bahwa Paulus BERKATA – KATA DALAM BAHASA ROH “LEBIH BANYAK” (SECARA KUANTITAS) DARIPADA SEMUA JEMAAT KORINTUS. NAMUN PAULUS MENGUCAPKAN SEMUA PERKATAAN BAHASA ROHNYA TIDAK DIDEPAN JEMAAT SAAT IBADAH UMUM. DIA MENGUCAPKANNYA BAHASA ROH NYA SAAT DIA SEDANG BERDOA SECARA PRIBADI (TIDAK DILIHAT/TIDAK DIDENGAR ORANG LAIN). Itulah sebabnya dia berkata dalam ayat 19: “dalam pertemuan jemaat aku lebih suka mengucapkan 5 kata (dalam bahasa manusia) yang dapat dimengerti daripa beribu-ribu kata bahasa Roh”.

    Jadi dari sini kita bisa mengerti bahwa bahasa Roh Paulus adalah bahasa Roh “untuk pribadi”. Sebab jika bahasa Roh Paulus adalah bahasa Roh untuk membangun jemaat maka otomatis harus ada Karunia Penafsiran bahasa Roh yang melengkapi dan menyertai bahasa Roh Paulus. Tapi nyatanya tidak ada karunia penafsiran yang menyertainya. Saya pikir hal ini sangat mudah untuk dimengerti.

    Mungkin anda mengira bahwa kata “LEBIH BANYAK” yang dikatakan Paulus itu berarti Paulus berbahasa Roh DIDEPAN JEMAAT secara berkobar-kobar dan mendominasi lebih dari pada para jemaat yang saat itu hadir. Sehingga kalau andaikata jemaat berkata dalam 5 kalimat bahasa Roh, Paulus akan berkata – kata 100 kalimat bahasa Roh (LEBIH BANYAK).
    Saudaraku.. BUKAN ITU YANG PAULUS MAKSUDKAN. PAULUS MEMANG “LEBIH BANYAK” BERKATA DALAM BAHASA ROH DARIPADA JEMAAT KORINTUS, NAMUN BAHASA ROH ITU TIDAK DIA PERKATAKAN DIDEPAN JEMAAT. BAHASA ROH ITU DIA PERKATAKAN SAAT DIA SEDANG BERDOA SECARA PRIBADI, MUNGKIN SAAT DIA BERDOA DI KAMAR ATAU DI RUMAHNYA. JADI DENGAN JELAS ITU ADALAH BAHASA ROH PRIBADI.

    ReplyDelete
  38. @ PAULUS TEGUH

    3). Masalah 2 - 3 “orang yang boleh berbahasa roh” yang disebutkan Paulus itu BUKAN HARGA MATI. SAYA SUDAH JELASKAN DI AWAL KOMENTAR SAYA BAHWA ITU ADALAH ATURAN INTEREN (LOKAL) YANG PAULUS BUAT KEPADA JEMAAT SAAT ITU. BISA DITERAPKAN KEPADA JEMAAT LAIN, NAMUN JIKA TIDAK DITERAPKAN SECARA HARAFIAH JUGA TIDAK APA-APA. KARENA YANG PAULUS TEKANKAN ADALAH “KETERATURAN DAN KESEIMBANGAN DALAM IBADAH”. Bentuk aplikasinya bisa berbeda-beda, yang penting ibadah tetap teratur dan seimbang

    Perlu kita ketahui bersama bahwa Paulus dalam pelayanannya sering kali diperhadapkan dengan kasus-kasus spesifik tertentu dalam jemaat, sehingga dia harus membuat peraturan yang “spesifik” juga, misalnya:

    # Ada perkataan Paulus dalam sebuah ayat yang berbunyi bahwa “wanita Kristen tidak boleh rambutnya dikepang-kepang”. Itu dikatakan Paulus karena alasan budaya/tradisi. Karena saat itu wanita yang rambutnya dikepang adalah pelacur. Apakah kita (jemaat jaman moderen ini) mau menerapkan ayat ini secara harafiah?? Tidak kan!. Karena pada jaman sekarang wanita yang rambutnya dikepang belum tentu pelacur!. Wanita Kristen ada yang ke Gereja dengan rambuatnya dikepang, dan itu biasa saja.

    # Ada juga perkataan Paulus dalam sebuah ayat yang berbunyi bahwa “suatu kehinaan apabila wanita beribadah tanpa menggunakan kerudung kepala”. Itu juga karena latar belakang budaya karena wanita yang baik pada saat itu lazimnya akan mengenakan kerudung saat ibadah. Sedangkan jaman sekarang tidak bisa diterapkan begitu.

    # Demikian juga dengan kasus jemaat Korintus dimana Paulus mengatakan pada jemaat itu bahwa yang boleh berbahasa Roh dalam ibadah umum hanya 2 – 3 orang bergantian. Mengapa Paulus sampai berkata demikian?? Itu karena SEMUA JEMAAT berbahasa Roh dalam jemaat secara mendominasi dari awal sampai akhir ibadah. Dan hampir tidak ada bahasa Manusia yang terucap dari mulut mereka, sehingga jemaat “yang baru” menjadi bingung dan tidak dibangun. Sehingga Paulus HARUS MEMBUAT PERATURAN SEMACAM ITU.


    Lalu bagimana dengan Gereja Karismatik jaman sekarang. Ya memang yang berbahasa Roh di Gereja Karismatik saat ibadah sangat banyak dan kadang bersamaan (lebih dari 3 orang), tapi kami sudah melakukannya dengan tertib dan terkontrol. Kami mematuhi aba-aba/petunjuk dari Worship Leader atau Pendeta kami mengenai kapan harus berbahasa Roh, kapan harus bebahasa Indonesia, kapan harus diam. ITU SEMUA ADA ABA-ABANYA DAN ADA ATURANNYA DI GEREJA KAMI. Dan jemaat “yang baru” pun tidak merasa asing di gereja kami. Padahal mereka belum bisa berbahasa Roh, tapi iman dan rohani mereka tetap terbangun melalui doa, nyanyian dan kotbah dalam bahasa Indonesia. Itu kesaksian mereka sendiri.

    Apakah dengan demikian lalu artinya Gereja Karismatik melanggar peraturan yang Paulus buat? TIDAK SAMA SEKALI. Karena dalam Kisah Para Rasul 10:46, Kisah Rasul 19:6, Kisah Rasul 2:4 diceritakan bahwa SEMUA ORANG SAAT ITU BERBAHASA ROH, dan herannya PAULUS (dalam Kisah Rasul 19:6) SAMA SEKALI TIDAK MENGKRITIK MEREKA YANG BERBAHASA ROH. MENGAPA?? KARENA MEREKA SUDAH BERBAHASA ROH DENGAN TERTIB DAN TERATUR, TIDAK SEPERTI JEMAAT KORINTUS. ITU BUKTINYA!.

    Jadi sekali lagi.. Perkataan Paulus dalam 1 Kor 14 mengenai “hanya 2 – 3 orang yang boleh berbahasa roh” itu sifatnya FLEKSIBEL / RELATIF / BUKAN HARGA MATI. YANG PENTING TERATUR DAN TERTIB. INI BUKAN HASIL IDE SAYA.. INI TERTULIS DALAM ALKITAB SENDIRI.

    ReplyDelete
  39. @ PAULUS TEGUH

    4). Anda suka sekali merubah hal-hal yang sebenarnya fleksibel menjadi harga mati. Seperti mengenai perkataan saya tentang 90% dan 10%. Saya sudah katakan berkali-kali bahwa itu hanya GAMBARAN UNTUK MEMUDAHKAN PERHITUNGAN, saya pun tahu itu tidak tepat jumlahnya, bisa lebih, bisa juga kurang. Saya kan sudah bilang begitu. Kalau anda memaksa saya untuk menunjukkan 45 kisah dalam Alkitab yang “mencantumkan bahasa Roh”, maka saya akan menjawabnya dengan ayat yang sudah pernah saya kutip ini:

    Yohanes 21:25
    “tetapi jika semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu”.

    Seperti yang ayat itu katakan.. TIDAK SEMUA HAL DETIL DICATAT DIDALAM ALKITAB. Ada beberapa hal yang dicatat yang dimaksudkan BISA MEWAKILI HAL – HAL LAIN YANG KEJADIANNYA SAMA. Saya yakin bahkan ada lebih dari 45 kisah lain sepanjang sejarah para Rasul dimana fenomena bahasa Roh muncul, namun hal itu tidak dicatat dalam Alkitab. Bahkan para Bapa Gereja pun meng-iya kan adanya bahasa Roh dalam jemaat-jemaat dalam generasi mereka. Jika dijumlah maka pasti jumlahnya lebih dari 45 kisah. Karena pada jaman Paulus hidup saja Injil sudah tersebar sampai ke berbagai negara. Dan pasti kepenuhan Roh Kudus yang yang menyertai pelayanannya juga terjadi diberbagai tempat dan jemaat. Kejadian fakta yang terjadi pada SEMUA ANGGOTA JEMAAT KRISTEN SATU-SATUNYA dalam Kisah Rasul 2 : 4, sesungguhnya sudah bisa mewakili kisah-kisah selanjutnya. Karena bahkan saat itu ada 100% (semua) dari keseluruhan jumlah jemaat Kristen yang berbahasa Roh.

    @ PAULUS TEGUH

    5). Ya, Bapa Gereja tidak mengatakan secara eksplisit bahasa bahasa Roh diperuntukkan bagi semua orang Kristen, namun dasar iman kita “yang utama” bukanlah pada mereka, dasar iman kita adalah pada apa yang ada di Alkitab. Bukan berarti saya mengabaikan para Bapa Gereja, saya menghormati mereka. Namun fakta Alkitab jauh lebih bisa dipercaya. Dasar acuan utama saya adalah para rasul.

    Apakah anda bisa menunjukkan kepada saya Rasul mana yang tidak berbahasa Roh (setelah pentakosta)? (Yang saya maksud disini adalah Murid Yesus yang diutus dan dipilih sebagai Rasul, bukan murid hasil pemuridan para rasul

    Dalam Alkitab memang tidak disebutkan secara literal bawa bahasa Roh diperuntukkan untuk semua oarng Kristen, namun faktanya mengatakan bahwa karunia bahasa Roh terjadi pada semua Rasul dan jemaat Kristen awal saat pentakosta tanpa kecuali (120 orang murid).

    ReplyDelete
  40. @ PAULUS TEGUH

    6). Jika mengacu pada 1 Kor 14:22 dan dihubungkan dengan pendapat anda bahwa yang tidak beriman itu adalah yang mengucapkan bahasa Roh, maka lantas apakah dengan demikian orang yang bernubuat (dalam ayat yang sama) adalah orang yang sudah beriman kuat?? Mengingat lanjutan ayat itu berkata bahwa nubuat adalah tanda bagi orang beriman. bukankah tafsiran seperti ini akan menjadi agak aneh dan rancu?

    Kita harus meluruskan dulu makna asli dari 1 Kor 14:22.

    Alkitab Indonesia memang menyebut “tidak beriman” dalam 1 Kor 14:22.


    1 Korintus 14:22
    "Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang BERIMAN, tetapi untuk orang yang TIDAK BERIMAN; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang BERIMAN".

    Namun Alkitab King James yang lebih dekat dengan bahasa asli menyebutnya sebagai UNBELIEVER (ORANG YANG TIDAK PERCAYA). Makna ini lebih tepat dan pas dengan bahasa aslinya. Jadi yang dimaksud disini jelas adalah orang yang TIDAK PERCAYA, BUKAN SEKEDAR TIDAK BERIMAN. Paulus dan Petrus tidak mungkin masuk dalam kategori TIDAK PERCAYA. Ya kan? Mereka adalah orang orang percaya. Sehingga jelas yang dimaksud TIDAK PERCAYA disini bukanlah orang yang berbahasa Roh (Paulus dan Petrus).

    Dan andaikata anda tetap memaksakan pendapat anda bahwa yang tidak “tidak percaya” adalah yang mengucapkan bahasa Roh, lalu bagaimana anda menghubungkan dan menafsirkan ayat sebelumnya (ayat21)?? Karena ayat 21 dan 22 itu saling berhubungan dan saling melengkapi.

    Dalam ayat 21 dengan tegas Tuhan memakai orang berlidah asing (berbahasa Roh) untuk berbicara kepada sekelompok orang, namun sekelompok orang itu tidak mau mendengar (tidak percaya). Jika mengacu kepada pendapat anda, bagaimana mungkin orang yang tidak percaya (yang mengucapkan bahasa Roh) bisa DIPAKAI TUHAN untuk berbicara?? Kira kira mana yang lebih pantas disebut ORANG TIDAK PERCAYA? Orang yang dipakai Tuhan untuk berbicara (bahasa Roh) ataukah orang yang mendengar namun tidak percaya?? Mohon anda jawab..

    ReplyDelete
  41. Yang jelas Karunia Allah
    adalah hadiah Yesus ,buat kita semua orang
    Percaya,

    Fungsi dari semua itu
    supaya kita makin dekat dengan Yesus.
    bukan makin jauh.
    tetapi makin dekat.

    tiap2 orang,punya karunia berbeda2. dan tidak akan sama ,sesuai pemberian Tuhan Yesus Kristus.

    Ada yg berbahasa roh
    ada yg bernubuat
    ada yg karunia bermazmur
    ketiga karunia ini yg paling banyak
    di curahkan.

    Yg lainnya Tuhan akan berikan tetapi kepada
    setiap orang yg percaya yg sanggup bertanggung jawab. Tentu kepada Yesus.
    bukan ke pendeta, maupun orang percaya lainnya.

    Jika Hamba2 Tuhan maupun jemaat sudah siap.
    Mungkin Tuhan akan curahkan lebih banyak lagi. karunia2 Allah ke semua orang percaya tanpa terkecuali.

    Karunia2 diberikan supaya Nama Yesus ditinggikan. semua itu ,untuk mengharumkan nama Yesus.

    Bahasa Roh adalah banyak bahasanya ,1 dengan yg lain tidak akan sama. sesuai pemberian Roh kudus.

    Karunia Allah seperti bahasa roh tidak bisa dibeli dgn uang. Itu adalah pemberian Tuhan Yesus. Sesuai kehendak Yesus.

    Tuhan Yesus ingin membaptis semua orang yg
    percaya kepadaNya.tanpa terkecuali.

    Baptisan air dibaptis oleh pendeta
    Baptisan roh Oleh Yesus Kristus sendiri

    PEndeta yg mendoakan
    Yesus yg membaptis

    Jika belum dapat ,Ya tak apa2.
    kita boleh minta .biar Tuhan Yesus
    yg memberikan sesuai dgn waktuNya.

    Roh kudus adalah pemberian Allah kepada kita semua orang percaya.
    Roh kudus adalah meterai bahwa kita
    adalah milik Kristus dalam roh.
    roh kudus diberikan sebagai
    jaminan keselamatan atas jiwa kita.

    Selain itu Roh kudus
    Juga akan menuntun roh kita. supaya
    kita makin cinta Yesus.


    Roh yg makin menjauhkan kita
    dari Yesus
    itu bukan lah dari Roh Yesus.

    Jika ada orang yg percaya belum dapat
    karunia semacam bahasa roh
    ya..... nga usa berkecil hati.

    Mudah2an Tuhan Yesus
    akan memberikan Kita .pemahaman yg
    benar. ke diri kita, tiap2 pribadi.

    Sehingga kita saling membangun
    saling mengisi.
    Ketika orang luar yg belum
    percaya.
    Bisa melihat bahwa :Tuhan beserta kita
    Bahwa Tuhan Yesus luar biasa
    Melalui umatNya.

    Yesus sudah disurga tapi kita umatNya
    masih didunia. Maka itu .Yesus curahkan RohNya
    kepada kita .untuk menjalankan Misi Yesus.
    Dan Roh Yesus akan terus menuntun kita smapai
    akhir jaman.

    Rela kanlah. Yesus dimuliakan melalui tiap2 dari kita.

    ReplyDelete
  42. @anonim: silahkan anda baca baik-baik keseluruhan 1 Korintus 14. Paulus dengan jelas mengatakan

    "Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya."
    ayat 27


    Jadi di sini jelas bahwa nasihat Paulus ditujukan pada keseluruhan jemaat, bukan pemimpin di atas mimbar saja. Kalau memang Paulus hanya ingin menasihati pemimpin mimbar, kenapa dia mengatakan "2-3 orang saja"? Memangnya pemimpin di atas mimbar itu lebih dari 1 orang ya?

    ReplyDelete
  43. @davidzone: Saya tidak pernah mengatakan bahasa roh adalah untuk orang yang tidak percaya. Memangnya kapan saya mengatakan demikian?
    Bahasa roh adalah untuk orang yang kurang imannya, supaya iman mereka dibangun. Dan saya juga sudah menjawab di komentar saya sebelumnya sebagai berikut:

    Justru karena oleh karena bahasa roh itu orang-orang tidak mau mendengarkan (malah menganggap gila) makanya bahasa roh tidak boleh digunakan dalam ibadah.


    Dan kalau anda menuduh saya "memutlakkan hal yang fleksibel", sudahkah anda merefleksi diri anda sendiri? Saya berani mengatakan bahwa bahasa roh tidak boleh digunakan oleh lebih dari 2-3 orang karena ada ayat yang SECARA LITERAL mengatakan itu. Terserah deh kalau anda menafsirkan itu harus disesuaikan dengan konteks budaya. Tapi sudahkah anda merefleksi diri anda sendiri? Anda sendiri malah menjadikan karunia bahasa roh adalah HARGA MATI bagi tiap orang yang dipenuhi Roh Kudus, padahal sama sekali tidak ada ayat yang mengatakan itu. Silahkan tunjukkan pada saya kalau ada ayat yang mengatakan "Semua orang yang dipenuhi Roh Kudus pasti berbahasa roh". Anda sudah refleksi diri belum? Jadi di sini sebenarnya siapa yang "menjadikan yang fleksibel menjadi harga mati"?

    ReplyDelete
  44. Tentang bapa-bapa gereja mula-mula: adalah fakta bahwa mereka hidup sangat dekat dengan zaman Yesus dan para rasul. Mereka masih hidup dalam budaya yang sama, latar belakang yang sama, dan lokasi yang sama pula. Mereka JELAS lebih mengerti dibandingkan gereja anda yang terpisah ribuan tahun dari zaman Yesus. Sungguh suatu kesombongan kalau anda menganggap gereja anda lebih benar daripada gereja mula-mula itu. Pada faktanya, gereja mula-mula itu yang bisa bertahan meskipun dianiaya secara brutal selama 300 tahun. Mereka juga yang menyebarkan Injil ke seluruh dunia. Mereka juga yang dipakai Tuhan untuk menetapkan kanon PL dan PB. Dan gereja mula-mula tersebut dengan jelas mengajarkan bahwa bahasa roh tidak untuk semua orang Kristen. Dan begitu pula dengan gereja-gereja pada zaman selanjutnya. Baik itu zaman Martin Luther, zaman Wesley, dan lain-lain. Dan di zaman sekarang pun mayoritas aliran tidak menganggap bahasa roh itu untuk semua orang Kristen. Sungguh kesombongan besar kalau anda mengatakan bahwa mereka semua salah, mereka semua tidak memperhatikan Alkitab, dan hanya gereja anda yang menaati Alkitab dalam hal ini. Ibaratnya di sini anda adalah 1 di antara 99 orang. Anda sendirian berpendapat x, 99 lainnya berpendapat y. Lalu anda menuduh 99 orang ini gila karena berpendapat y. Nah yang gila itu anda sendiri atau 99 itu yang gila?

    ReplyDelete
  45. Dan sebelumnya anda sudah mengakui pula bahwa banyak orang yang tidak berbahasa roh yang dipakai secara luar biasa oleh Tuhan. Pertanyaannya: bukankah anda mengatakan bahwa kami yang tidak berbahasa roh ini tidak dipenuhi Roh KUdus? Kalau begitu mengapa justru kami-kami ini yang dipakai luar biasa oleh Tuhan?
    Kenyataannya, para ahli teologi terbaik dunia seperti Ravi Zacharias, Bruce Metzger, William Lane Craig dan lain-lain itu tidak berbahasa roh. Kalau memang mereka itu tidak dipenuhi Roh Kudus, lalu kenapa anda-anda yang dipenuhi Roh Kudus ini tidak bisa memiliki hikmat dan pengetahuan yang lebih hebat daripada mereka? Kenapa anda-anda tidak bisa memiliki kasih yang lebih besar daripada Mother Teresa, bukankah anda menganggap Mother Teresa itu tidak dipenuhi Roh KUdus? Kenapa anda-anda tidak bisa melakukan penginjilan yang lebih hebat daripada Billy Graham, bukankah Billy Graham itu tidak dipenuhi Roh Kudus? Lebih baik anda refleksi diri, siapa sebenarnya yang tidak dipenuhi Roh Kudus.

    ReplyDelete
  46. Kenapa anda begitu yakin bahwa bahasa roh terbagi menjadi 2 jenis padahal tidak ada ayatnya di Alkitab? Itu karena anda berusaha menyelaraskan ajaran gereja anda dengan Alkitab. Kenapa anda meyakini bahwa 90% kisah Alkitab menunjukkan keharusan berbahasa roh padahal tidak ada kisah sebanyak itu di Alkitab? Karena itu ajaran gereja anda.

    Saya sendiri tidak peduli ajaran gereja mana yang benar, pokoknya saya percaya Alkitab. silahkan anda tunjukkan kalau ada argumen saya yang tidak ada dasar Alkitabnya. Pokoknya saya percaya Alkitab. Kalau ada di Alkitab ya saya percaya. Kalau tidak ada di ALkitab ya saya tidak akan percaya. Titik. Itulah sola scriptura.
    Bagaimana dengan anda sendiri? Anda lebih percaya ajaran gereja, karena itulah anda menambah-nambahi isi Alkitab. Bahasa roh terbagi menjadi 2 jenis itu sama sekali tidak ada di Alkitab. Semua orang yang dipenuhi Roh Kudus pasti berbahasa roh? Itu juga tidak ada di Alkitab.

    ReplyDelete
  47. @anonim: Saya salut dengan kata-kata anda berikut:

    Bahasa roh adalah karunia terkecil diantara karunia.
    Guna bahasa roh untuk jemaat supaya orang yg kurang beriman menjadi beriman.


    dan yang ini

    Ada yg berbahasa roh
    ada yg bernubuat
    ada yg karunia bermazmur
    ketiga karunia ini yg paling banyak
    di curahkan.

    Yg lainnya Tuhan akan berikan tetapi kepada
    setiap orang yg percaya yg sanggup bertanggung jawab. Tentu kepada Yesus.
    bukan ke pendeta, maupun orang percaya lainnya.



    Saya rasa perkataan anda inilah kunci utamanya. Tiap orang memiliki karunianya sendiri. Karunia itu akan diberikan untuk orang yang menggunakannya dengan bertanggung jawab.
    Sedangkan davidzone terus-terusan berkeras kepala dengan pendapatnya bahwa karunia bahasa roh adalah untuk semua orang Kristen... Jadi bagaimana dengan kami yang tidak berbahasa roh? Bagaimana dengan para bapa gereja yang tidak berbahasa roh? Bagaimana dengan Mother Teresa, Ravi Zacharias, Billy Graham, dll? Davidzone menjawab, "mereka semua tidak dipenuhi Roh Kudus". Tidakkah ini merupakan suatu kesombongan yang luar biasa dan penghinaan yang keterlaluan?????


    Seperti yang juga saya jelaskan di artikel saya, karunia akan diberikan bagi yang menggunakannya dengan bertanggung jawab. Kenyataannya di mayoritas gereja karismatik, bahasa roh tidak digunakan dengan bertanggung jawab. Ribuan jemaat berbahasa roh bersama-sama tanpa ada yang menafsirkan. Apakah ini namanya bahasa roh yang benar?

    ReplyDelete
  48. @davidzone: Setelah saya berdoa dan meneliti kembali 1 Korintus 14:22, saya mengakui bahwa saya sebelumnya memang telah salah menafsirkan ayat ini. Saya akui bahwa tafsiran anda di ayat ini memang benar. Saya mohon maaf atas kesalahan tafsir yang saya lakukan.

    Namun kebenarannya tetap saja sama: karunia bahasa roh tidak pernah ditujukan untuk semua orang Kristen. Dan bahasa roh tidak pernah dibagi menjadi 2 jenis. Itu hanyalah doktrin karangan anda (atau gereja anda) sendiri, tidak ada di Alkitab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salahpun pendapatmu mengenai sesuatu, nanti akan dibetulkan juga oleh Roh Kudus.

      Benar hanya ada satu bahasa roh, kita tahu bahasa manusia cuma jutaan kata; satu kata bisa belasan arti, seperti ditulis di kamus. Tetapi kalau bahasa roh memiliki milyaran kata. termasuk kata-kata benda abstrak (non materi / tidak kasat mata).

      Delete
  49. yang pasti ,karunia bahasa roh itu
    tidak bisa di jelaskan,
    dan dimengerti ,
    bagi yg belum memilikinya.

    Jadi kalau bisa
    Pemimpin jemaat terlebih dahulu harus
    mengalaminya.

    Jika tak alami dan juga takut ,akan pekerjaan Roh kudus.yg di utus Yesus.
    Ya susah. Karena Pekerjaan Roh kudus
    tak bisa diselami dengan akal budi
    bagi mereka yg belum memiliki

    Hanya Tuhan Yesus sajalah
    Yang akan membaptis Roh kudus
    Kepada semua hambaNya.

    Lalu kepada jemaat.

    Jika kita para pemimpin jemaat belum
    ngalami baptisan Roh kudus.
    Bagaimana kita seorang pemimpin
    bisa menuntun orang yg mengalami
    karunia bahasa Roh.

    Semua Karunia dari Roh kudus
    untuk memuliakan Yesus.
    Bukan diri kita.

    Itulah gunanya pekerjan Roh kudus.
    Yang diutus Yesus.

    Dan lagi pula ketika Roh kudus
    tinggal di dalam kita.
    kita menjadi 1 roh dengan Roh kudus.
    Roh kudus ini akan memberikan
    karunia sesuai dgn kita.

    apakah cocok untuk diberi
    karunia bahasa roh, atau karunia musik,
    atau karunia berkotbah.dan karunia bersaksi
    atau disebut penginjil.

    Jika kita belum di baptis Roh kudus.
    sanggat lah susah untuk mengenal pekerjaan roh. Semua tergantung kita.
    Ketika Yesus mengijinkan kita di baptis Roh kudus.

    Kita boleh menerima atau menolaknya
    Jika kita tak mau.
    Yesus tak mau paksa.
    begitu aja.

    Jika sudah lahir secara roh
    maka kita para orang percaya
    akan memahaminya

    selama ini kita cuma dilahirkan oleh
    orang tua kita sendiri
    maka kita hanya bisa memahami bahasa duniawi
    Sedangkan agama adalah rohani

    Jadi kita harus dilahirkan Tuhan lewat roh
    terlebih dahulu
    Jika tidak
    kita selamanya tidak akan memahami Allah

    ReplyDelete
  50. Jika ada orang percaya,
    yg mau supaya gerejanya hanya
    1 atau 2 orang yg berbahasa roh.
    ya silakan aja.

    lakukanlah sesuai iman
    yg diberikan Yesus.

    Bukan lantas tak boleh berbahasa roh.
    Mungin ada gereja, yg ga mau
    batasi pekerjaan roh kudus.
    itu juga silakan aja.

    asal jangan saling menghancurkan.
    semua itu untuk kemulian Yesus.

    Bagi gereja yg membebaskan pekerjaan Roh kudus. Mungkin perbedaannya .ya pekerjaannya
    lebih dasyat aja.
    selain dasyat. cobaanya pun berat.

    Karena banyak orang percaya
    yg belum sepenuhnya
    mengalami Roh.

    Maka kita2 ini, yg lebih dewasa rohaninya.
    Jangan membinggungkan para pengikut
    Kristus yg baru bertobat.
    Gara2 bahasa roh.
    Umat Tuhan ga terurus.


    Jika orang yg sudah
    di baptis roh.
    Ia juga harus minta ke pada Allah, supaya
    Allah memberikan Roh penguasaan diri
    dan Roh kasih kristus.
    Inilah yg akan menetralkan pekerjaan Allah.

    Karena Iblis juga masih didunia.
    Sudah lama Iblis
    berusaha supaya anak Tuhan
    tak mengenal kuasa Tuhan.
    Karena jika tahu bahwa kuasa Tuhan
    di berikan kepada semua orang percaya
    itu adalah bahaya buat Iblis.

    Tapi sesungguhnya Yesus rindu
    setiap hambaNya maupun JemaatNya
    di baptis dalam 1 Roh

    Supaya Kerajaan Allah
    semakin nyata dibumi
    Lewat hambaNya.

    Dan perlu di ingat
    Semua itu
    harus dilakukan atas dasar Kasih Kepada Kristus.

    Sebenarnya sudah lama Yesus
    Rindu akan kita supaya kita makin mengenalNya
    Yaitu lewat Rohkudus.
    dan firmaNya.

    Bedanya orang yg sudah lahir
    secara roh.
    Dia suka akan firman Allah.

    Dan itu pun perlu dijaga.

    ReplyDelete
  51. Aku berdoa semoga semua orang, yg
    rindu dan binggung akan Pemberian Tuhan.
    Yaitu selain keselamatan juga Roh Allah.

    Mereka boleh mengalami Roh kudus.
    Sesuai dengan janji Yesus
    sebelum naik kesurga.

    Yesus berkata dlm Yohannes
    Aku akan memberikan penolong yg lain
    Yaitu Roh kudus.
    Aku tidak akan membiarkan kalian menjadi
    yatim piatu ,di dunia tanpa Aku(Yesus)

    Memang dunia tak mengenalNya
    Tetapi umatKu akan mengenalNya.

    Dia lah Roh kudus.
    Yang akan menuntun semua orang percaya ke Yesus.
    Dan meninggikan Yesus.

    Dialah yg akan memeteraikan kita
    bahwa kita adalah milik Yesus.

    Dan Roh kudus ini datang
    dari Allah.

    Roh kudus juga yg akan bersaksi
    di depan Allah
    bahwa kita adalah milik Yesus.

    Biarlah Allah membaptis kita semua
    orang percaya.

    Supaya kita makin mengenal Yesus
    bukan hanya kenal NamaNya saja.

    Tetapi sungguh mengenalNya.
    Dan biarlah, ketika
    Mengalami Kuasa Tuhan.

    Tiap2 orang di ubahkan.
    supaya memiliki pikiran Kristus.
    dan rindu akan Yesus
    dan menjadi surat Yesus.
    Yang dapat dibaca semua orang.
    Supaya Yesus di tinggikan.

    Saling mengasihi 1 dengan yg lain.
    kepada semua orang percaya.
    Dan berdoa kepada mereka
    yang belum percaya.

    Supaya mereka juga boleh
    selamat dari Murka Allah.
    Dan percaya Ke Yesus Kristus

    Yaitu 1 iman dan 1 Tuhan dan 1Roh
    yaitu Yesus Kristus

    Sehingga kita menjadi orang percaya
    yg luar biasa.
    Supaya orang dapt melihat
    Tuhan beserta dengan kita.

    Dan Relakan kita2 ini
    Milik Yesus bersaksi
    tentang Yesus.

    Bagaimana kah mereka bisa bersaksi
    Kalau mereka tidak mengalaminya

    Bagaimana mereka bisa mengalaminya
    Kalau mereka semua masih binggung

    Maka biarlah tidak binggung
    Biarlah Tuhan melawat kita
    Masing2 Pribadi
    Menjadi Pribadi yg sungguh
    mengenal Yesus.

    Bukan hanya kenal namaNya saja
    melainkan kuasaNya juga.
    Karena kerajaan Allah bukan terdiri
    Perkataa saja.

    Melainkan Perkataan dan Kuasa.

    Didalam Nama Yesus.
    Bapa putra.dan ROh Kudus.
    Aku berdoa amin.

    ReplyDelete
  52. @ PAULUS TEGUH

    1). Saudara Paulus, INGATLAH BAHWA AWAL PEMBAHASANNYA ADALAH TENTANG 1 KORINTUS 14:22.

    Ayat itu berbicara mengenai Bahasa Roh sebagai tanda untuk orang-orang yang tidak beriman. Dan yang jadi pertanyaan awal adalah SIAPAKAH ORANG YANG TIDAK BERIMAN TERSEBUT? APAKAH YANG MENGATAKAN BAHASA ROH ATAU PENDENGARNYA??

    Dan asumsi anda berdasarkan 1 Kor 14:22 itu adalah seperti ini:

    -Anda berasumsi bahwa Yang TIDAK BERIMAN adalah ORANG YANG MENGUCAPKAN BAHASA ROH (THE SPEAKER).
    -Dan anda berasumsi bahwa orang yang MENDENGARKAN BAHASA ROH (DAN MENGATAI ORANG YANG BERBAHASA ROH ADALAH "GILA / MABUK") hanyalah KORBAN DARI ORANG YANG BERBAHASA ROH, DAN PARA PENDENGAR INI BUKAN DALAM POSISI SEBAGAI ORANG YANG "TIDAK BERIMAN".

    Itulah asumsi dan tafsiran anda terhadap 1 Kor 14:22.

    Anda mengacu secara LITERAL / HARAFIAH terhadap kata "TIDAK BERIMAN" YANG TERTULIS DALAM 1 Kor 14:22 ALKITAB TERJEMAHAN BARU - INDONESIA. Dan lalu itu anda hubungkan dan anda indentikan kepada 1 Kor 14:4 (bahasa Roh membangun diri sendiri). Lalu anda terapkan lagi kepada Kisah Rasul Pasal 2 (Pentakosta) dan anda mengatakan bahwa Petrus sedang "KURANG IMAN / TIDAK BERIMAN" sehingga dia perlu berbahasa Roh untuk MEMBANGKITKAN IMANNYA untuk berkotbah didepan 3000 jiwa. Itulah ASUMSI ANDA MENGENAI SIAPA YANG "TIDAK BERIMAN".

    Lalu.. Saya membuktikan kepada anda makna sebenarnya dari 1 Kor 14:22 dengan menggunakan ALKITAB NEW KING JAMES yang memang secara fakta lebih tepat dengan bahasa Asli Alkitab. Dalam Alkitab NKJV tertulis kata "UNBELIEVER (ORANG YANG TIDAK PERCAYA" dalam 1 Korintus 14:22 ini. Kata Unbeliever ini dalam bahasa aslinya bukan hanya berarti "TIDAK BERIMAN", itu menunjuk kepada orang yang benar-benar BELUM PERCAYA ATAU BARU AKAN PERCAYA KEPADA TUHAN. JADI JELAS KATA "TIDAK BERIMAN" DALAM 1 KOR 14 ITU TIDAK TEPAT BERDASARKAN BAHASA ASLINYA. Jadi sekarang BUANGLAH KATA "ORANG YANG TIDAK BERIMAN" DARI 1 KOR 14:22 ITU, DAN GANTILAH DENGAN KATA "ORANG YANG TIDAK PERCAYA (UNBELIEVER)".

    Nah... Saya bertanya kepada anda dua pertanyaan ini:

    #1). PANTASKAH PETRUS DAN PAULUS DISEBUT SEBAGAI "ORANG YANG BELUM PERCAYA KEPADA TUHAN (UNBELIEVER) SESUAI DENGAN BAHASA ASLI ALKITAB"??? Mengingat mereka dalam hal ini adalah sebagai orang yang mengucapkan bahasa Roh. Jangan melihat para pendengar bahasa Roh terlebih dulu, lihatlah fokus kepada Petrus dan Paulus sebagai pengucap bahasa Roh (entah didepan jemaat atau tidak didepan jemaat). MOHON ANDA JAWAB PERTANYAAN YANG INI TERLEBIH DAHULU.

    #2). Jika anda mengatakan Paulus dan Petrus PANTAS disebut sebagai ORANG YANG TIDAK PERCAYA, lalu bagaimana mungkin mereka sudah diangkat menjadi Rasul dalam kondisi TIDAK PERCAYA?? Mohon sekali lagi jangan kaburkan makna ini dengan kata "TIDAK BERIMAN", Kata itu jelas tidak tepat menurut bahasa aslinya.
    Kemudian.. Jika anda mengatakan bahwa Paulus TIDAK PANTAS disebut sebagai ORANG YANG TIDAK PERCAYA.. Lalu siapakah orang yang tidak percaya itu??



    (ini tanggapan awal saya terhadap komentar anda, sebelum saya membaca pernyataan anda dibagian bawah, bahwa anda mengakui telah salah tafsir 1 KOR 14:22, jadi komentar poin 1 ini tidak usah dibalas).

    ReplyDelete
  53. @ PAULUS TEGUH

    2). Anda bertanya balik kepada saya: "sudahkah saya berefleksi, karena menurut anda saya juga membuat bahasa Roh sebagai harga mati kepenuhan Roh Kudus". Anda juga bertanya: "adakah ayat yang mengatakan demikian"

    Jawaban saya:

    Saya bukan orang yang "anti" terhadap pemahaman LITERAL sebuah ayat. Namun pemahaman Literal sebuah ayat akan membawa kepada kesalahan tafsir apabila tidak dihubungkan / di "cross check" dengan ayat lainnya. Kecuali ayat itu adalah satu-satunya ayat yang berbicara tentang topik itu, barulah kita bisa menerapkan ayat yang literal itu sebagai harga mati.

    Mari kita bandingkan:

    # Anda menerapkan secara literal/harga mati perkataan Paulus tentang "hanya 2 - 3 orang yang boleh berbahasa Roh dalam jemaat". Tapi mengapa anda tidak melihat latar belakang "penyebab/kasus" mengapa Paulus sampai harus berkata demikian kepada jemaat Korintus??, Mengapa anda tidak melihat Kisah Rasul 2:4 dimana semua murid Yesus (120 orang) berbahasa Roh dan tidak ada kritikan terhadap kejadian itu??, Mengapa anda tidak melihat Kisah Rasul 19:6 dimana Paulus sendiri menumpangkan tangan atas 12 orang dan mereka berbahasa Roh dan Paulus tidak mengkritik mereka dengan mengatakan bahwa hanya 2-3 orang yg boleh berbahasa Roh??. Mengapa??

    # Saya percaya dan menerapkan bahasa Roh secara Literal/harga mati sebagai tanda kepenuhan Roh Kudus karena: Semua murid Yesus (120 orang anggota jemaat Kristen awal satu-satunya) berbahasa Roh, saya meng cros check nya dengan Kisah Rasul 10:45-46 dimana orang-orang yang Petrus kotbahi juga berbahasa Roh saat penuh Roh Kudus, saya juga meng cross check nya dengan Kisah Rasul 19:6 dimana 12 orang yang didoakan Paulus juga berbahasa Roh saat penuh Roh Kudus. Sehingga kesimpulan "harga mati" yang saya buat bukan hanya didasarkan pada 1 ayat, tapi pada beberapa ayat lain yang berhubungan dan kasusnya sama. Mungkin anda akan membantah: "lalu bagaimana dengan Kisah kepenuhan Roh Kudus lain yang tidak disebut adanya bahasa Roh??". Namun saya sudah menjawabnya, bahwa Kisah Rasul 2:4 dimana 100% (semua) anggota jemaat Kristen mula-mula yg berbahasa Roh SUDAH CUKUP MENJADI ACUAN UNTUK MEWAKILI SEMUA KISAH KEPENUHAN ROH KUDUS LAINNYA. Ayat-ayat tersebut tidak mencantumkan Bahasa Roh karena TIDAK SEMUA HAL DICATAT DENGAN DETIL DALAM ALKITAB.

    Sebagai perbandingan:

    # Silsilah (daftar nenek moyang) Yesus Kristus HANYA DICATAT SECARA DETIL DALAM INJIL MATIUS DAN INJIL LUKAS, SEDANGKAN INJIL MARKUS DAN INJIL YOHANES TIDAK MENCATATNYA. Mengapa?? Karena memang tidak semua hal dicatat secara detil dalam Alkitab.
    # Tentang Ketuhanan Yesus. Para Ahli Theologia dan Sarjana Alkitab mengatakan bahwa hanya Injil Yohanes dan Surat-surat Yohenes yang "paling gamblang" membahas tentang Ketuhanan Yesus. Sedangkan Injil lainnya membahas Yesus dari "sisi-sisi" yang lain. Lalu apakah Injil yang lainnya salah? Lalu apakah Yesus itu bukan Tuhan?? TIDAK! Yesus adalah Tuhan! Dan setiap kitab perjanjian baru BENAR! Itu kita dapatkan dari pemahaman keseluruhan Perjanjian Baru secara komprehensif dan tidak hanya berkutat pada satu ayat saja.

    Saudaraku.. Itulah sebabnya kita harus memahami makna sebuah ayat secara komprehensif.

    ReplyDelete
  54. @ PAULUS TEGUH

    3). Ya anda benar.. Para Bapa Gereja kita hidup dalam zaman yg masih berdekatan dengan Para Rasul. Dan mengenai Karunia-Karunia Roh Kudus, sebelumnya saya sudah kutip beberapa perkataan mereka (silahkan anda baca ulang). Perkataan Mereka itu menunjukkan mereka percaya, menerima dan mempraktekan Karunia Roh yang terjadi di zaman para Rasul (entah sama persis atau hampir sama saya tidak tahu), tapi yang jelas karunia-karunia itu terjadi juga di zaman para bapa Gereja.

    Saya bertanya pada anda, jika acuan anda adalah Bapa Gereja, dan faktanya Bapa Gereja kita masih percaya dan mempraktekan karunia Roh (entah sama persis dengan para Rasul atau tidak). Lalu bagaimana dengan Gereja jaman sekarang? Apakah Gereja jaman sekarang juga mempraktekannya? Apakah dalam ibadah Gereja jaman sekarang karunia Roh juga masih bekerja? Silahkan dijawab..

    Mungkin anda (atau Gereja anda) menjawab bahwa Pemberitaan Injil dan buah Roh adalah yang paling penting, sedangkan karunia Roh bukanlah hal yang paling penting. atau mungkin anda menjawab bahwa Karunia Roh itu adalah semata mata diberikan karena kehendak Allah.

    Namun faktanya didalam Alkitab.. Pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Yesus dan Para Rasulnya disertai dengan karunia-karunia Roh yang luar biasa (dalam skala kecil/besar dalam intensitas yang stabil). Yesus menyembuhkan, membangkitkan orang mati, Paulus dan semua Rasul berbahasa Roh, mereka juga mengadakan banyak mujizat dan tanda. Jadi pemberitaan Injil yang mereka lakukan tidak lepas dari karunia karunia Roh (dalam intensitas yang stabil). Bagaimana dengan penerapannya dalam Gereja moderen sekarang?


    Saya tidak mau menganggap Gereja Karismatik sebagai Gereja yang paling baik, itu jelas namanya kesombongan. Kita semua belum sempurna, namun kita harus mengejar yang sempurna semaksimal mungkin menurut standard Tuhan dalam firmanNya. Itulah yang Paulus lakukan karena dia pun menyadari bahwa dirinya belum sempurna, tapi dia berusaha mengejar yang sempurna. Seperti yg dikatakannya dalam ayat ini:

    Filipi 3:12-14
    "BUKAN seolah- olah aku telah memperoleh hal ini ATAU TELAH SEMPURNA, melainkan aku MENGEJARNYA, kalau- kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara- saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari- lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus".


    Semua hanya karena anugrah Allah saja, bukan karena kuat dan gagah manusia. Tidak ada yang layak untuk menyombongkan diri.


    Saya tidak sendiri.. Saya bersama dengan kesaksian Para Rasul didalam Alkitab, apa yag saya lakukan saya dasarkan sepenuhnya pada apa yang tertulis dalam Firman Tuhan. Gereja Kami (dan Gereja Karismatik lain "yang Alkitabiah") tidak membuat ajaran yang baru, atau ajaran yang aneh. Karena sesungguhnya itu semua sudah ada didalam Alkitab.

    "1" banding "99" itu tidak selamanya yang salah atau yang gila adalah yang "1". Anda ingat Nabi Nuh dan semua orang sezamannya yang hidup tidak benar dihadapan Allah?? semua orang saat itu juga menganggap Nuh "gila" karena membangun bahtera raksasa di tengah tanah lapang yang jauh dari air. Namun nyatanya.. Tuduhan mereka bahwa Nuh itu "gila" TIDAK TERBUKTI. Nuh dengan "pede" tetap melakukan pekerjaan membagun bahtera bukan tanpa alasan! Itu karena dia tahu sungguh-sungguh perintah dan petunjuk Allah. Itulah bukti bahwa tidak selamanya 1 : 9 yang salah adalah yang 1.

    Dan lagi.. kebenaran bahwa bahasa Roh adalah tanda kepenuhan Roh Kudus juga sudah mulai terbukti dan dialami oleh orang-orang Non Karismatik yang awalnya menolak mentah-mentah bahasa Roh.

    ReplyDelete
  55. @ PAULUS TEGUH

    4). "Dipenuhi Roh Kudus" itu berbeda dengan "Memiliki Roh Kudus". Orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan sudah memiliki Roh Kudus didalam dirinya. dan dia sudah diselamatkan. Orang yang "sudah memiliki Roh  kudus" (walau belum penuh Roh Kudus) juga sudah bisa dipakai Tuhan dalam skala tertentu dan dalam bidang tertentu pula. Ditambah lagi dengan fakta apabila orang tersebut memperdalam keahlian atau talentanya. Maka dia bisa menjadi ahli/mahir dalam bidangnya dan juga bisa dipakai Tuhan.

    Jika anda meminta saya membandingkan mana yang "lebih hebat" antara Ravi Zacharias dan seorang Misonaris "karismatik" yang melayani di pedalaman Afrika. Maka itu sama halnya anda membandingkan siapa yang lebih hebat antara Salomo dan Ayub, atau antara Daud dan Yeremia. Anda bisa menjawab mana yang lebih hebat antara Daud dan Yeremia ??

    Kalau saya disuruh menjawab.., maka jawaban saya adalah: MEREKA SEMUANYA HEBAT DALAM PORSINYA MASING-MASING. Salomo hebat dalam hikmatnya dan dipakai Tuhan dibidang itu, Ayub hebat dalam kesabarannya dan dipakai Tuhan disitu, Daud hebat dalam kesetiaannya dan talentanya yang suka memuji Tuhan, Yeremia hebat dalam perjuangannya medoakan bagsa Israel. Mereka semua hebat dalam bidangnya masing-masing!.

    Ravi Zacharias hebat dalam hal pembelaan iman Kristen, namun maukah Ravi Zacharias diutus untuk memberitakan Injil ke pedalaman Afrika dengan segala resiko dan ancaman dari penduduk setempat?? Pembelaan iman Kristen itu penting! Tapi keselamatan jiwa-jiwa di pedalaman Afrika juga sangat penting.

    Tidak ada di antara kita yang berhak berkata SAYA "LEBIH / PALING" DIPAKAI TUHAN!. KARENA setiap orang dikaruniai jumlah talenta masing-masing. Jika kita bisa.. Itu karena Tuhan, bukan karena kehebatan kita sendiri.

    Kepenuhan Roh Kudus dan Karunia Roh Kudus berfungsi untuk melengkapi kita dengan "kuasa / kekuatan / dan kemampuan diluar kemapuan kita sebagai manusia biasa". Bukan supaya kita menjadi sombong dan merasa lebih dari yang lain.

    ReplyDelete
  56. @ PAULUS TEGUH

    5). Saudaraku.. Jika anda berkata bahwa saya lebih percaya pada ajaran Gereja daripada ajaran Alkitab, itu tidak benar! mengenai bahasa Roh yang dibagi menjadi 2 itu pun bukan artinya saya menambahi Alkitab. Itu adalah kesimpulan yang saya ambil dari fakta Alkitab juga. Bukan dari yang lain. Ada kalanya firman di Alkitab sudah tertulis secara jelas. Namun ada kalanya kita harus menarik kesimpulan dari beberapa fakta yang nyata-nyata ada.

    Saya sudah katakan bahwa Fakta Alkitab menunjukan adanya DUA HAL YANG BERBEDA, YAITU ADANYA FENOMENA BAHASA ROH YANG TERJADI HANYA PADA ORANG-ORANG TERTENTU (1 KOR 12) DAN ADANYA BAHASA ROH YANG TERJADI PADA SEMUA ORANG (KISAH RASUL 2:4, 19:6).


    Saya tanya kepada anda..
    #Bagaimana kesimpulan anda mengenai adanya DUA FAKTA YANG NYATA-NYATA BERBEDA INI?
    #BAGAIMANA CARA ANDA MENERAPKAN 1 KOR 12 KEPADA JEMAAT MULA-MULA DI KISAH RASUL 2:4 YANG SEMUANYA BERBAHASA ROH, APAKAH ANDA AKAN MENGHAKIMI 120 MURID DI HARI PENTAKOSTA DENGAN MENGATAKAN MEREKA SESAT / SALAH??

    Bagaimana??

    Misalnya.. Ayah anda bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan. Di pagi hari ayah anda pamit kepada anda bahwa dia akan ke kantor dan akan pulang sekitar jam 4 sore. tapi di tengah siang hari anda bertemu dengan teman ayah anda dan dia berkata bahwa dia bertemu ayah anda di sebuah Mall. Bagaimana anda menarik kesimpulan tentang dua fakta kejadian yang berbeda ini??

    Gampang saja kan.. itu artinya ayah anda memang ke kantor, tapi saat istirahat siang dia berjalan-jalan ke Mall sebentar, mungkin untuk makan siang atau membeli sesuatu. Dan sorenya ayah anda pulang ke rumah.

    Sebagai orang yang dapat berpikir dengan jernih tentu anda tidak akan berkata dengan bersikeras dan "ngotot" bahwa hari itu ayah anda hanya pergi ke kantor dan tidak mungkin ke Mall. Jika anda berkata demikian,, itu namanya anda sedang menutup mata terhadap dua fakta yang nyata-nyata terjadi.

    Demikian pula dengan 2 jenis bahasa Roh diatas. Itu fakta yang tertulis di Alkitab, saya tidak menambahi sama sekali.

    ReplyDelete
  57. Orang yg, belum berbahasa roh.
    janganlah, melarang orang berbahasa roh.


    Orang yg, sudah berbahasa roh.
    Janganlah membuat binggung, orang yg belum berbahasa roh.

    Jika orang yg belum berbahasa roh
    Ingin tahu tentang apa yg namanya
    bahasa roh.

    Baiklah ia,Tanyakanlah kepada pemimpin yg sudah berbahasa roh
    Dengan hati yg lemah lembut
    supaya jangan kalian lekas binggung

    Bagi para pemimpin
    sekali2, berikanlah pemahaman bagi domba2
    yg dipercayakan Allah.Kepada kalian ,masing2,
    tentang bahasa roh, supaya domba2 yg belum
    mengalami bahasa roh.tidak binggung.


    Jika ada orang yg belum berbahasa roh.
    dan binggung akan bahasa roh.
    dan ingin mengerti apa sich, yg namanya
    bahasa roh?.

    Sekali lagi berdoalah kepada Allah
    Tuhan Yesus Kristus supaya mengirimkan
    Hamba Tuhan ke gerejanya.

    Yang bisa memberikan pemahaman yg benar
    kepada jemaat.
    supaya jangan sampai ada perpecahan.


    Tuhan tidak memberikan Rohnya untuk
    di perdebatkan.
    Tetapi terima 1 dengan yg lainnya.
    dengan kasih kristus.

    Bagi mereka yg belum memiliki karunia
    bahasa roh.
    Baiklah ia diam dan berkata2 kepada
    dirinya dan kepada Allah.

    Tetapi dari semua itu,
    karunia Allah diberikan untuk memperkuat
    umat Allah selama dibumi.
    Allah tahu daging kita ini lemah.
    Makanya Ia kirim RohNya
    untuk menolong kita.

    Jika ada yg belum dapat
    karuni roh.
    Ya bersabarlah.dan berdoalah.

    bahasa roh tidak bisa diberikan
    oleh saya.Maupun para pendeta sehebat
    apapun.

    Hanya oleh kehendak Tuhan Yesus.
    Bahasa roh akan diberi.

    Memamng pendeta yg mendoakan.
    Tuhan Yesuslah
    Yang akan memberikan sesuai kehendakNya.

    Ada juga bahasa roh yg bisa didapat. tampa
    di tumpangkan tangan oleh pendeta.

    Melainkan Yesus sendiri yg menghampiri
    umatNya. dan menbaptis secara pribadi
    ke umatNya.

    Yang susah siap untuk dibaptis roh.
    Siapa yg sudah siap dan tidak siap.
    Hanya Tuhan Yesus yg tahu.

    Aku tak tau.

    Tapi dari semua itu.

    ReplyDelete
  58. 2. Kenapa pada hari pentakosta semua murid berbahasa roh? Jawabannya mudah saja. Perhatikan ayat ini:

    Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah. (1 Korintus 14:27-28)

    Poinnya di sini adalah, mereka berbahasa roh bersama-sama karena saat itu karunia menafsirkan bahasa roh juga muncul. Pada saat para rasul berbahasa roh, semua orang bisa mengerti bahasa tersebut. Bagaimana dengan gereja karismatik? Apakah saat mereka berbahasa roh, semua orang bisa mengerti apa yang mereka semua katakan dalam bahasa roh itu?

    Dan kalau anda mau bicara "memahami ayat secara komprehensif", justru seharusnya saya yang bilang begitu pada anda. Nyatanya, semua teolog Kristen paling hebat di dunia ini, semua para penafsir Alkitab paling hebat, bukanlah berasal dari gereja karismatik, mereka tidak berbahasa roh. Dan mereka juga tidak pernah berpendapat bahwa bahasa roh dimiliki oleh semua orang yang kepenuhan Roh Kudus. Dan saya juga sudah mengalami sendiri bahwa di gereja non-karismatik, pembelajaran firman selalu lebih mendalam dibandingkan gereja karismatik. Seharusnya justru anda itu yang belajar firman dengan komprehensif.

    ReplyDelete
  59. 3. Baik bapa-bapa gereja mula-mula, maupun saya, maupun orang-orang Kristen non-karismatik zaman sekarang, percaya pada karunia roh. Kami percaya bahasa roh. Kami percaya itu masih terjadi sampai sekarang. Silahkan anda baca di artikel saya di atas. Tapi kami tidak percaya bahwa semua orang yang dipenuhi Roh Kudus pasti berbahasa roh, karena itu tidak ada dasar Alkitabnya. Yang ada hanyalah peristiwa pentakosta, yang anda paksakan menjadi bukti argumen anda. Padahal Petrus sendiri--yang waktu itu kepenuhan Roh Kudus--sama sekali tidak pernah menyuruh mereka untuk berbahasa roh pula.

    ReplyDelete
  60. 4. nah, di sini anda kembali membuat doktrin karangan anda sendiri. Silahkan berikan dasar Alkitabnya, dari mana teori anda tentang pembagian 2 jenis orang Kristen, "ada orang yang memiliki Roh Kudus", dan ada yang "kepenuhan Roh Kudus"? Ini teori karangan anda sendiri. Tidak ada 1 ayatpun yang mengatakan itu! Inilah bedanya saya dan anda. Semua argumen saya selalu berdasarkan Alkitab. Sedangkan argumen anda semuanya tidak berdasarkan Alkitab, melainkan berdasarkan karangan anda sendiri, atau karangan gereja anda.

    Dan kalau anda mengatakan "semua hebat pada bidangnya masing-masing".... Silahkan tunjukkan, dalam bidang apakah orang karismatik lebih unggul daripada orang-orang non karismatik ini? Dalam hal kasih, MOther Teresa lah yang paling unggul, bukan orang karismatik. Dalam bidang pembelaan iman, Ravi Zacharias yang paling unggul, bukan orang karismatik. Dalam hal penginjilan, Billy Graham lah yang paling unggul, bukan orang karismatik. Tidak ada 1 aspek pun di mana orang Karismatik yang terbukti paling berkompeten! Ini sungguh ironis mengingat anda mengklaim orang karismatik sebagai satu-satunya golongan yang "dipenuhi Roh KUdus". Sungguh benar ayat ini, "orang yang meninggikan diri akan direndahkan oleh Tuhan".

    Dan salah besar kalau anda menganggap Ravi Zacharias tidak pernah mempertaruhkan nyawa ke pedalaman. Silahkan baca otobiografinya. Dia pernah pergi ke pedalaman Myanmar di saat terjadi perang dan berkali-kali nyawanya terancam di sana. Suatu kali makanan yang dihidangkan untuknya ternyata sudah disisipkan beberapa ekor lipas. Penerjemah Ravi bahkan telah ditangkap dan disiksa berkali-kali. Anda itu banyak-banyaklah membaca buku sebelum berkomentar.

    ReplyDelete
  61. 5. Saya sudah jelaskan ini berkali-kali namun anda yang tidak mau tahu.

    Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah. (1 Korintus 14:27-28)

    Bahasa roh itu hanya ada 1. Bedanya adalah: ditafsirkan atau tidak. Ada yang menafsirkan atau tidak. Ibaratnya, seorang bule datang ke Indonesia, dia bicara bahasa inggris. Suatu kali, omongan dia tidak dimengerti orang-orang, karena dia tidak bawa penerjemah. Tapi di waktu lain, dia bawa penerjemah sehingga omongannya dimengerti orang-orang. Bahasa inggris yang dia pakai itu jelas cuma 1 jenis, bukan 2 jenis. Bedanya adalah: yang 1 ditafsirkan, yang lainnya lagi tidak. Inilah yang dikatakan sendiri oleh Paulus. Ayatnya cukup jelas. Teori anda bahwa bahasa roh ada 2 jenis itu tidak pernah disebutkan oleh Paulus. 1 kalipun tidak pernah. Dan tidak akan pernah.

    ReplyDelete
  62. 6. Argumen anda jelas-jelas banyak yang tidak alkitabiah. Sebelumnya, anda sudah jelas gagal mempertanggungjawabkan ataupun membuktikan teori "90% banding 10%" itu. Tidak peduli berapa kalipun saya suruh anda menunjukkan 45 kisah, anda tidak bisa menjawabnya. Anda cuma bisa mengatakan bahwa itu tidak tercatat di Alkitab. Kalau alasannya begitu, saya juga bisa mengarang-ngarang semuanya: saya katakan bahwa Paulus itu bisa bahasa prancis, bahasa inggris, dan bahasa indonesia, hanya saja itu tidak tercatat di Alkitab. Saya juga bisa mengarang bahwa Paulus itu pernah mengkritik gereja bermodel karismatik, hanya saja itu tidak tercatat di Alkitab. Bagaimana? Kan anda sendiri yang bilang kalau tidak semua hal tercatat di Alkitab.


    Termasuk sikap anda yang memaksakan hari pentakosta sebagai bukti tegas. Itu tidak masuk akal. Lha kenapa orang-orang karismatik tidak menerima "lidah-lidah api"? Tadi anda menjawabnya dengan membedakan antara "fenomena" dengan "karunia roh". Lha kalau "karunia roh" nya harus dialami semua orang Kristen, lalu kenapa kok fenomenanya tidak harus dialami semua orang Kristen? Harusnya dipukul sama rata dong. Gmana kalau saya balik? Misalnya saya bilang "semua orang yang dipenuhi Roh Kudus harus menerima lidah-lidah api, tapi tidak harus berbahasa roh. Buktinya, semua rasul menerima lidah-lidah api". GMana? Konyol kan? Anda pasti gak terima kan? Ini juga sama konyolnya dengan argumen anda itu.
    Lagi. Di kisah hari pentakosta itu, saat para rasul berbahasa roh, sekaligus muncul pula karunia menafsirkan bahasa roh itu. Terbukti, semua orang dari berbagai bangsa bisa mengerti apa yang dikatakan dalam bahasa roh itu. Lalu bagaimana dengan orang karismatik? Apakah saat mereka kepenuhan Roh Kudus dan berbahasa roh, semua orang dari segala bangsa bisa mengerti apa yang mereka katakan? Bagaimana kalau misalnya saya bilang "semua orang yang lagi kepenuhan Roh Kudus, pasti bahasa rohnya akan dimengerti oleh semua orang dari segala bangsa. Buktinya, saat SEMUA RASUL berbahasa roh, bahasa roh mereka dipahami semua orang dari segala bangsa". Gmana? Ini sama konyolnya dengan argumen anda.

    ReplyDelete
  63. Dan meskipun anda mencoba membuat 2 jenis orang Kristen, "yang dipenuhi Roh Kudus" dan "yang memiliki Roh Kudus", tetap saja itu menunjukkan kesombongan anda.... Anda mengklaim bahwa hanya golongan/aliran andalah yang dipenuhi Roh Kudus, sedangkan aliran-aliran lain itu tidak dipenuhi Roh Kudus, hanya sekedar "memiliki Roh Kudus".... Tetap saja itu menunjukkan bahwa anda menganggap aliran andalah yang lebih superior dibandingkan yang lain... Dan anda telah merendahkan aliran-aliran lain dengan menganggap bahwa mereka semua "hanya sekedar memiliki Roh Kudus, tapi tidak dipenuhi".

    Anyway, saya tahu pasti bahwa ada hamba Tuhan non-karismatik yang memiliki bahasa roh... Tapi dia hanya memakainya saat berdoa secara pribadi, dia tidak menggunakannya di gereja, karena tidak ada yang bisa menafsirkannya. Maka dari itu, salah besar kalau anda menganggap bahwa orang-orang non-karismatik tidak mempunyai karunia-karunia roh.

    ReplyDelete
  64. @ PAULUS TEGUH

    1). Saudaraku.. Pada hari Pentakosta itu ada juga sebagian orang yang tidak mengerti "arti (penafsiran / terjemahan) dari bahasa Roh itu. Buktinya ada pada ayat 13:

    Kisah Rasul 2:13
    "Tetapi orang lain menyindir: Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

    Bagi sebagian orang ini, bahasa Roh yang mereka dengar hanyalah seperti bunyi perkataan yang "tidak ada artinya" (seperti bahasa Roh di 1 Korintus 14). Sementara sebagian orang lain lagi "dapat mengerti arti" dari bahasa Roh itu.

    Jadi TIDAK BENAR kalau anda berkata bahwa SEMUA ORANG PADA HARI PENTAKOSTA MENGERTI ARTI BAHASA ROH YANG PARA RASUL UCAPKAN. Sebab jika mereka semua mengerti artinya maka tidak mungkin ada sebagian yang berkata bahwa para Rasul sedang "MABUK". Ini sangat kontras dengan sebagian orang lainnya yang bisa mengerti arti bahasa Roh itu karena mereka mendengar para rasul sedang "memuliakan perbuatan Allah yang besar" dalam bahasa Rohnya.

    Kisah Rasul 2:11
    "kita mendengar mereka berkata- kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan- perbuatan besar yang dilakukan Allah.".


    Jadi pada saat itu Allah memang mengijinkan Karunia "penafsiran dan disertai dengan pemahaman" bahasa Roh bekerja pada para pendengar bahasa Roh. Namun ternyata ada juga orang yang tidak mengerti arti / tafisran dari bahasa Roh itu.

    Jadi tetap saja faktanya adalah:
    SEMUA para Rasul berbahasa Roh, SEBAGIAN pendengar diberi pengertian tentang arti bahasa Roh itu, namun SEBAGIAN pendengar yang lain TIDAK MENGERTI SAMA SEKALI ARTI BAHASA ROH ITU.

    Nah bagaimana dengan orang-orang ini yang tidak mengerti arti bahasa Roh itu? Apakah lalu para rasul dan murid-murid itu "kurang Rohani" karena mereka SEMUA BERBAHASA ROH NAMUN tidak diberi karunia penafsiran bahasa Roh untuk khusus sebagian orang (yang mengatakan mabuk) ini??. Itu disebabkan karena TIDAK SEMUA ORANG (TERMASUK PARA RASUL SENDIRI) "SELALU" DIBERI KARUNIA UNTUK MENAFSIRKAN BAHASA ROH. DAN TIDAK "SELALU PULA" BAHASA ROH HARUS DISERTAI DENGAN KARUNIA PENAFSIRAN. BUKTINYA ADA PADA KISAH RASUL PASAL 2 INI.

    # Jadi saat para Rasul berbahasa Roh dan arti bahasa Roh itu dimengerti oleh golongan "A", maka saat itu Para Rasul sedang menggunakan bahasa Roh untuk "MEMBANGUN JEMAAT + MEMBANGUN DIRINYA SENDIRI.
    # Sedangkan saat para Rasul berbahasa Roh dan arti bahasa Roh itu tidak dimengerti oleh golongan "B", maka saat itu para Rasul sedang menggunakan bahasa Roh HANYA UNTUK MEMBANGUN DIRINYA SENDIRI (BAHASA ROH "PRIBADI")

    Lalu bagaimana dengan Gereja Karismatik?

    Semua jemaat di Gereja saya adalah orang Indonesia (dan sebagian orang asing) yang mengerti bahasa Indonesia. Jadi saat karunia penafsiran bahasa Roh bekerja, maka penafsiran itu hampir selalu diucapkan dalam bahasa Indonesia. Kecuali (pernah terjadi) saat ada orang asing datang (dia orang Spanyol dan tidak mengerti bahasa Indonesia) maka Tuhan menggerakkan karunia penafsiran bahasa Roh kedalam bahasa Spanyol, dan iman orang asing ini diteguhkan!

    Namun ada kalanya juga karunia penerjemahan bahasa Roh tidak bekerja. Namun kami yang memiliki karunia bahasa Roh tetap boleh berbahasa Roh dalam porsi yang seimbang yang tidak mendominasi keseluruhan ibadah. Khotbah 100% menggunakan bahasa Indonesia, nyanyian 100% bahasa Indonesia, dan ajakan untuk menyembah Tuhan oleh Worship Leader juga menggunakan bahasa Indonesia. Jadi jemaat yg belum berbahasa Roh tetap terbangun dalam ibadah.

    Nah bagi para pendengar bahasa Roh dalam Kisah Rasul 2 yang tidak mengerti artinya, pada akhirnya mereka pun tetap terbangun imannya, melalui kotbah Petrus yang tentu saja disampaikan dalam bahasa manusia yang bisa dengan mudah dimengerti.

    ReplyDelete
  65. @ PAULUS TEGUH

    2). Kalau anda berkata bahwa di Gereja non Karismatik, atau katakanlah di Gereja anda, pengajaran Firman nya sangat dalam, ya PUJI TUHAN! Saya pun senang mendengarnya, karena memang harus seperti itu sebenarnya.

    Saya akan becerita sedikit (saya tidak akan menyebut nama / merek Gereja untuk menjaga kode etik) :

    Saya sangat banyak mendapati di beberapa Gereja yang lain yang tidak berbahasa Roh (barangkali bukan Gereja anda), pengajaran Firmannya sangat "powerless". Pendeta hanya menyampaikan kotbah dengan membaca teks tanpa ada penekanan unutk bagian poin kotbah yang disampaikan. Apa yang mereka sampaikan hanya seperti angin lalu bagi mayoritas jemaatnya. Sangat jarang ada firman yang dengan tegas menegur dosa, atau mengajak jemaat untuk hidup kudus, atau mengajak dan membangkitkan jemaat untuk memberitakan Injil dan membawa jiwa kepada Kristus, tidak ada komunitas sel untuk saling membangun dan menguatkan iman dalam Firman Tuhan, tidak ada!. Jemaat menyanyikan lagu dengan ekspresi wajah yang mengantuk dan malas-malasan, saat Pendeta berkotbah banyak jemaat yang menatap dengan tatapan kosong, ada yang bicara sendiri dengan teman-temannya dan tidak memperhatikan kotbah. Saya pernah menjadi jemaat Gereja yang seperti ini dan iman saya menjadi mandul. Saya sudah berusaha membangkitkan iman saya sendiri melalui kegiatan Rohani dan bahkan melalui membaca Firman sendiri, namun tetap tidak bisa.

    Di Gereja saya yang sekarang, saya merasakan iman dan Roh saya bertumbuh luar biasa (ini saya katakan bukan utk kesombongan, karena semua hanya karena Anugrah Allah saja). Saya menerima pengajaran Firman yang saya rasakan cukup dalam dan mencakup berbagai hal dalam kehidupan sehingga saya bisa merasakan tuntunan dan penyertaan Tuhan setiap hari. saya bisa menyembah Tuhan dengan cara yang dulu saya tidak pernah mengerti, saya sungguh bisa merasakan bagaimana Tuhan mengubah hidup saya. Tuhan sungguh luar biasa. Di Gereja kami juga diajar untuk memberitakan Injil, mencari jiwa, membantu orang yang kesusahan, dan bahkan menjadi berkat untuk Gereja lain yang non Karismatik. semua karena anugrah Tuhan saja. Bukan karena saya.

    Ya, sayapun menyadari adanya Gereja aliran pentakosta / karismatik lain yang tidak mendalam dalam Firman Tuhan, saya tahu itu salah!. Oleh sebab itulah Gereja kami dan banyak Gereja Karismatik lain yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk hidup dalam Firman dan berjalan dalam Roh Kudus.

    ReplyDelete
  66. @PAULUS TEGUH

    3). Ok.. Kalau Anda dan Gereja anda percaya bahwa karunia Roh Kudus masih terjadi sampai sekarang. Itu bagus!. Karena ada juga beberapa Gereja yang bahkan tidak percaya bahwa karunia Roh masih ada sampai sekarang.

    Ya.. Memang tidak ada ayat yang menyebut Petrus menyuruh jemaat berbahasa Roh. Namun sekali lagi.. Tidak tertulis BUKAN BERARTI TIDAK ADA. Karena anjuran untuk memperoleh karunia Roh itu sudah dikatakan (diwakili) oleh Paulus. Paulus berkata: usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia Roh, jangan melarang orang yang berbahasa Roh, dan lain lain. Itu adalah anjuran kan? Ditambah fakta mereka semua berbahasa Roh.

    Jika Paulus tidak mengaggap bahasa Roh dan karunia Roh lain penting, maka tentu Paulus tidak akan pernah menganjurkan demikian. Ya kan?

    Saudaraku, PERCAYA dan MENERIMA itu adalah dua hal yang berbeda. Orang Yahudi sangat "PERCAYA" akan datangnya Mesias, karena nubuat kedatangan Mesias itu tertulis dalam kitab suci, namun tidak semua orang Yahudi "MENERIMA" Yesus sebagai Mesias sekalipun tandanya sudah jelas. Demikian pula dengan karunia Roh. Banyak Gereja yang "PERCAYA" karunia Roh masih terjadi sampai sekarang, namun tidak semuanya "MENERIMA" saat karunia Roh kudus itu benar-benar datang dan terjadi.

    Ada Gereja yang "percaya" pada karunia Roh, namun saat ada jemaatnya atau Gereja lain yang mendapat karunia Roh (misal bernubuat, berbahasa Roh, menyembuhkan dll) maka si jemaat itu langsung dicap sebagai jemaat yang sesat dan karunia Roh nya berasal dari setan. Dan pada akhirnya sungguhpun Gereja ini berkata dirinya "percaya" pada karunia Roh, namun pada kenyataannya Gereja ini "ANTI" terhadap SEMUA HAL YANG BERBAU "ROH". DAN MENYEBUTNYA SESAT/DARI SETAN.

    Gereja di jaman Bapa Gereja pun nyata-nyata mempraktekan karunia Roh ((entah sama perisi dengan para rasul atau tidak), tapi yang jelas mereka menerima dan mempraktekkannya!. Berbeda dengan banyak Gereja saat ini Yang berkata "percaya" pada karunia Roh, namun pada prakteknya "menolak" mentah-mentah semua hal yang berhubungan dengan karunia Roh itu. Sehingga tidak satupun hal yang berhubungan dengan karunia Roh yang diijinkan terjadi dalam Gereja maupun kehidupan pribadi jemaatnya.

    Ini bukan berarti saya MENERIMA SEMUA YANG BERBAU ROH ITU ADALAH DARI TUHAN. ADA JUGA YANG BERASAL DARI SETAN. KARENA SETAN JUGA BISA BEMUJIZAT DAN MENIRU "KARUNIA ROH". Oleh karena itu kita perlu karunia untuk "membedakan bermacam-macam roh". Agar kita tidak salah menyebut karunia Roh yang sesungguhnya dari Tuhan sebagai dari setan, atau salah menyebut karunia roh yang sesungguhnya dari setan sebagai dari Tuhan. Dan kami mempraktekan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh ini.

    ReplyDelete
  67. @ PAULUS TEGUH

    4). Bedanya "memiliki Roh Kudus" dan "Penuh dengan Roh Kudus":

    # Orang yang BISA mengaku Yesus adalah Tuhan, SUDAH MEMILIKI ROH KUDUS DIDALAM DIRINYA, karena Roh Kuduslah yang memampukan dia mengakui Yesus adalah Tuhan, berdasarkan ayat ini:

    1 Korintus 12:3
    "dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: " Yesus adalah Tuhan ", selain oleh Roh Kudus".

    # Orang yang sudah mengaku Yesus adalah Tuhan dan memiliki Roh Kudus dalam dirinya, belum tentu PENUH ROH KUDUS SETIAP SAAT, berdasarkan ayat ini:

    Kisah Rasul 4:31
    "Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani."

    Orang dalam kisah Rasul 4:31 ini jelas adalah orang-orang yang sudah percaya dan pasti sudah ada Roh Kudus dalam dirinya setelah Petrus membaptis mereka pada kisah sebelumnya. Namun dikemudian hari mereka dikatakan PENUH DENGAN ROH KUDUS LAGI (dalam Kisah Rasul 4:31). Jika "penuh dengan Roh Kudus" itu sama dengan "memiliki Roh Kudus", maka tentu dalam ayat ini tidak perlu disebut mereka dipenuhi lagi dengan Roh Kudus kan? Karena nyata-nyata mereka awalnya sudah memiliki Roh Kudus. Namun ternyata ada kalanya orang yang memiliki Roh Kudus "tidak penuh dengan Roh Kudus".

    ReplyDelete
  68. @ PAULUS TEGUH

    5). Ya.. Ok, barangkali saya tidak mengetahui secara detil otobiografi Ravi Zacharias, jika faktanya beliau pun pernah ke pedalaman Myanmar untuk memberitakan Injil, ITU BAGUS! PUJI TUHAN! SAYA SANGAT SENANG MENDENGARNYA!. DAN MEMANG BEGITULAH SEHARUSNYA. Itu artinya beliau mau dipakai Oleh Tuhan untuk memberitakan Injil kepada orang-orang yang dipedalaman.

    Namun saudaraku, bisakah 1 orang (sehebat-hebatnya dia) dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil ke SEMUA DAERAH DI PENJURU DUNIA INI?? Bisakah 1 orang (sehebat-hebatnya dia) dipakai Tuhan DALAM SEGALA HAL?. Jika Ravi Zacharias memberitakan Injil di Myanmar? Lalu siapakah yang memberitakan Injil di Afrika? Di Cina? Di Rusia? Di Papua? Dan berbagai belahan bumi lainnya? Bisakah Ravi Zacharian melakukannya seorang diri?? Kita semua saling topang menopang dalam melayani Tuhan. yang satu tidak bisa berkata kepada yang lain: Aku lebih dipakai Tuhan daripada kamu!. Itu sama saja kita menyangkali anugrah Allah dengan berkata seolah-olah kemampuan dan prestasi kita adalah karena kehebatan kita sendiri.

    Namun jika anda tetap mau berkata bahwa hamba-hamba Tuhan ini adalah yang "paling dipakai Tuhan", ok tidak apa-apa. itu hak anda untuk menilai dan berpendapat, namun saya tidak berani terlalu menyanjung seorang tokoh seperti itu seakan kehebatannya karena dirinya sendiri, siapapun tokoh itu.

    Saya mengetahui ada banyak tokoh karismatik yang "juga dipakai Tuhan" dengan luar biasa. Jika Billy Graham sudah menginjil kepada jutaan Jiwa (itu sangat luar biasa), maka hamba Tuhan Karismatik juga ada yang dipakai Tuhan demikian, mereka memberitakan Injil kepada jutaan pasang mata, menyembuhkan orang sakit dalam kuasa Allah, membebaskan orang yang terbelnggu kuasa setan dengan kuasa Allah dll. Saya tidak mau menyebut namanya. Karena nanti akan menjadi pengkultusan individu. Namun yang jelas ada!. Anda mungkin tidak melihat/memperhatikannya karena yang anda lihat selama ini hanyalah tokoh-tokoh yang anda sebut tadi. Sekali lagi semua dipakai Tuhan.

    ReplyDelete
  69. @ PAULUS TEGUH

    6). SEMUA bule itu memang BERBAHASA ASING (katakanlah orang Inggris yang berbahasa Inggris). dan kalau mereka ke Indonesia memang harus pakai penterjemah. Itu masalahnya bukan pada JUMLAH ORANG YANG BERBAHASA INGGRIS DAN JENIS BAHASANYA. tapi pada ada atau tidak adanya penterjemah. Karena SEMUA ORANG ASING PASTI BERBAHASA ASING DAN HARUS DITERJEMAHKAN KALAU MEREKA SEDANG KE INDONESIA. .

    Kalau bahasa Roh itu kasusnya lain. Sehingga tidak tepat jika dianalogikan seperti diatas. Semua orang asing (katakanlah orang Inggris) pasti berbahasa Inggris!. Adakah orang Inggris yang tidak berbahasa Inggris? Tidak ada!, artinya SEMUA orang Inggris pasti berbahasa Inggris. garis bawahi kata SEMUA!. Sedangkan fakta bahasa Roh itu tidak seperti itu. Dalam 1 Kor 12 Paulus berkata bahwa TIDAK SEMUA BERBAHASA ROH, sedangkan KISAH RASUL 2:4, 19:6 dicatat SEMUA BERBAHASA ROH. Jadi ada fakta SEMUA DAN TIDAK SEMUA. Berbeda dengan orang Inggris yang SEMUA PASTI BERBAHASA INGGRIS. Anda bisa melihat perbedaan kasusnya?

    Nah jadi jelas perihal bahasa Roh itu letak masalahnya bukan pada ada atau tidak adanya penterjemah, itu letak masalahnya pada PERBEDAAN JENIS BAHASA ROHNYA. Yaitu UNTUK MEMBANGUN PRIBADI DAN UNTUK MEMBANGUN JEMAAT.


    @ PAULUS TEGUH

    7). Karena saya menyebut hal-hal yang tidak tertulis di Alkitab lalu anda membuatnya sangat ekstrim dengan menyebut: Paulus mungkin bisa berbahasa perancis, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. wah itu namanya argumen yang tidak ada dasarnya saudaraku.

    Saya menyebut "tidak tertulis" secara detil dalam satu ayat, tapi tertulis dengan detil di ayat lain (yang membahas kasus yang sama). Itu namanya ayat yang satu melengkapi ayat yang lain. saya tidak membuat argumen yang sama sekali tidak ada ayatnya. Walaupun ada kalanya ayat yang saya kutip adalah berupa fakta, bukan perintah yang eksplisit.

    Nah kalau anda menyebut Paulus bisa berbahasa Perancis, Inggris dll itu tidak ada ayatnya sama sekali saudaraku (baik yang berupa fakta atau perintah eksplisit), itu tafsir yang kelewatan jauh dan tidak berdasar (jika memang anda sampai melakukan demikian).

    90% dan 10% sudah saya jawab, itu hanya angka utk mempermudah gambaran saja.

    ReplyDelete
  70. @ PAULUS TEGUH

    8). Fenomena dan Karunia Roh itu jelas berbeda. Dimana letak kekonyolannya? Paulus dengan tegas mennyebut jenis-jenis karunia Roh. Dan ada bahasa Roh didalamnya. Sedangkan Fenomena itu jelas bukan karunia. Itu hanya pelengkap saja. Karunia itu dengan jelas MEMILIKI FUNGSI, dan fungsinya adalah untuk "membangun" roh (baik roh jemaat maupun roh pribadi). Dengan bahasa Roh kita bisa berkomunikasi kepada Allah melalui Roh kita, itu membuat roh kita semakin kuat, dan jika disertai penafsiran akan membangun jemaat, karunia nubuat jelas membangun jemaat, demikian pula dengan karunia yang lain juga jelas membangun jemaat. sedangkan "fenomena Roh" apa manfaatnya bagi roh jemaat dan pribadi?? Apakah "lidah api" bisa membangun jemaat atau pribadi?? Apakah "angin keras" bisa membangun jemaat atau pribadi?. Ini bukan jawaban yang konyol saudara.

    Bahasa Roh para Rasul di hari pentakosta TIDAK DIPAHAMI OLEH SEMUA PENDENGAR YANG ADA DISITU. Itu sudah saya bahas di poin pertama.


    @ PAULUS TEGUH

    9). Saudarkau, Saya sama sekali tidak bermaksud untuk sombong saat saya membahas "memilki Roh Kudus" dan "penuh Roh Kudus". Saya hanya mengutarakan apa yang tertulis di Alkitab. Dan itu sudah saya jelaskan di poin 4.

    #Sombong: Merasa apa yang dimiliki sebagai hasil dari kemampuannya dan kehebatannya sendiri.

    #Tidak sombong: Merasa dan sadar sepenuhnya bahwa apa yg ada padanya hanya semata-mata karunia dan anugrah Tuhan. Orang hanya diberi pertolongan oleh orang lain tidak akan sombong, karena dia sadar bahwa itu bukan hasil jerih payahnya.

    Kita orang Kristen pun sering berkata:
    "Keselamatan hanya ada didalam Yesus!"
    Apakah itu artinya kita sombong saat mengatakan demikian?. Bagi saya.. Setiap kali saya menginjili orang lain dan menyampaikan kalimat itu hati saya bergetar dalam kerendahan, karena saya sadar bentul, keselamatan itu anugrah Allah semata. Bagaimana mungkin saya menyombongkan hal yang adalah anugrah (pemberian) yang sebenarnya tidak layak saya terima. Nah demikian pula dengan kepenuhan Roh Kudus juga sama demikian. Itu aungrah semata! Bukan utk kesombongan.

    Saya pernah mendengar kesaksian Hamba Tuhan Non Karismatik di Amerika yang berbahasa Roh. Awalnya mereka juga adalah penentang bahasa Roh bahkan tidak percaya bahwa karunia Roh masih terjadi. Namun akhirnya mereka mendapati diri mereka "kekeringan" secara rohani Sungguhpun mereka sangat pandai tentang Alkitab dan merupakan ahli Theologia. Pengetahuan theologia yang mendalam tentang Alkitab ternyata tidak cukup untuk "mengobati" kekeringan rohani mereka. Dan akhirnya mereka mendapati bahwa mereka perlu karya Roh Kudus melalui karunia Roh untuk membuat rohani mereka "basah kembali". Itu satu langkah yang sangat maju. Dan saya percaya bahwa langkah itu akan dilanjutkan dengan langkah selanjutnya, dimana mereka bukan hanya berbahasa Roh di rumah dalam doa pribadi, namun jemaat dalam Gereja mereka pun akan mengalami hal yang sama saat beribadah. Dan ini sudah terjadi di beberapa Gereja Non Karismatik di Amerika serikat saat mereka beribadah. Dimana Saat mereka beribadah pun karunia bahasa Roh dan karunia lain diijinkan bekerja dan porsi yang seimbang agar semua jemaat terbangun rohaninya.

    ReplyDelete
  71. @ PAULUS TEGUH

    8). Fenomena dan Karunia Roh itu jelas berbeda. Dimana letak kekonyolannya? Paulus dengan tegas mennyebut jenis-jenis karunia Roh. Dan ada bahasa Roh didalamnya. Sedangkan Fenomena itu jelas bukan karunia. Itu hanya pelengkap saja. Karunia itu dengan jelas MEMILIKI FUNGSI, dan fungsinya adalah untuk "membangun" roh (baik roh jemaat maupun roh pribadi). Dengan bahasa Roh kita bisa berkomunikasi kepada Allah melalui Roh kita, itu membuat roh kita semakin kuat, dan jika disertai penafsiran akan membangun jemaat, karunia nubuat jelas membangun jemaat, demikian pula dengan karunia yang lain juga jelas membangun jemaat. sedangkan "fenomena Roh" apa manfaatnya bagi roh jemaat dan pribadi?? Apakah "lidah api" bisa membangun jemaat atau pribadi?? Apakah "angin keras" bisa membangun jemaat atau pribadi?. Ini bukan jawaban yang konyol saudara.

    Bahasa Roh para Rasul di hari pentakosta TIDAK DIPAHAMI OLEH SEMUA PENDENGAR YANG ADA DISITU. Itu sudah saya bahas di poin pertama.


    @ PAULUS TEGUH

    9). Saudarkau, Saya sama sekali tidak bermaksud untuk sombong saat saya membahas "memilki Roh Kudus" dan "penuh Roh Kudus". Saya hanya mengutarakan apa yang tertulis di Alkitab. Dan itu sudah saya jelaskan di poin 4.

    #Sombong: Merasa apa yang dimiliki sebagai hasil dari kemampuannya dan kehebatannya sendiri.

    #Tidak sombong: Merasa dan sadar sepenuhnya bahwa apa yg ada padanya hanya semata-mata karunia dan anugrah Tuhan. Orang hanya diberi pertolongan oleh orang lain tidak akan sombong, karena dia sadar bahwa itu bukan hasil jerih payahnya.

    Kita orang Kristen pun sering berkata:
    "Keselamatan hanya ada didalam Yesus!"
    Apakah itu artinya kita sombong saat mengatakan demikian?. Bagi saya.. Setiap kali saya menginjili orang lain dan menyampaikan kalimat itu hati saya bergetar dalam kerendahan, karena saya sadar bentul, keselamatan itu anugrah Allah semata. Bagaimana mungkin saya menyombongkan hal yang adalah anugrah (pemberian) yang sebenarnya tidak layak saya terima. Nah demikian pula dengan kepenuhan Roh Kudus juga sama demikian. Itu aungrah semata! Bukan utk kesombongan.

    Saya pernah mendengar kesaksian Hamba Tuhan Non Karismatik di Amerika yang berbahasa Roh. Awalnya mereka juga adalah penentang bahasa Roh bahkan tidak percaya bahwa karunia Roh masih terjadi. Namun akhirnya mereka mendapati diri mereka "kekeringan" secara rohani Sungguhpun mereka sangat pandai tentang Alkitab dan merupakan ahli Theologia. Pengetahuan theologia yang mendalam tentang Alkitab ternyata tidak cukup untuk "mengobati" kekeringan rohani mereka. Dan akhirnya mereka mendapati bahwa mereka perlu karya Roh Kudus melalui karunia Roh untuk membuat rohani mereka "basah kembali". Itu satu langkah yang sangat maju. Dan saya percaya bahwa langkah itu akan dilanjutkan dengan langkah selanjutnya, dimana mereka bukan hanya berbahasa Roh di rumah dalam doa pribadi, namun jemaat dalam Gereja mereka pun akan mengalami hal yang sama saat beribadah. Dan ini sudah terjadi di beberapa Gereja Non Karismatik di Amerika serikat saat mereka beribadah. Dimana Saat mereka beribadah pun karunia bahasa Roh dan karunia lain diijinkan bekerja dan porsi yang seimbang agar semua jemaat terbangun rohaninya.

    ReplyDelete
  72. @ PAULUS TEGUH

    8). Fenomena dan Karunia Roh itu jelas berbeda. Dimana letak kekonyolannya? Paulus dengan tegas mennyebut jenis-jenis karunia Roh. Dan ada bahasa Roh didalamnya. Sedangkan Fenomena itu jelas bukan karunia. Itu hanya pelengkap saja. Karunia itu dengan jelas MEMILIKI FUNGSI, dan fungsinya adalah untuk "membangun" roh (baik roh jemaat maupun roh pribadi). Dengan bahasa Roh kita bisa berkomunikasi kepada Allah melalui Roh kita, itu membuat roh kita semakin kuat, dan jika disertai penafsiran akan membangun jemaat, karunia nubuat jelas membangun jemaat, demikian pula dengan karunia yang lain juga jelas membangun jemaat. sedangkan "fenomena Roh" apa manfaatnya bagi roh jemaat dan pribadi?? Apakah "lidah api" bisa membangun jemaat atau pribadi?? Apakah "angin keras" bisa membangun jemaat atau pribadi?. Ini bukan jawaban yang konyol saudara.

    Bahasa Roh para Rasul di hari pentakosta TIDAK DIPAHAMI OLEH SEMUA PENDENGAR YANG ADA DISITU. Itu sudah saya bahas di poin pertama.


    @ PAULUS TEGUH

    9). Saudarkau, Saya sama sekali tidak bermaksud untuk sombong saat saya membahas "memilki Roh Kudus" dan "penuh Roh Kudus". Saya hanya mengutarakan apa yang tertulis di Alkitab. Dan itu sudah saya jelaskan di poin 4.

    #Sombong: Merasa apa yang dimiliki sebagai hasil dari kemampuannya dan kehebatannya sendiri.

    #Tidak sombong: Merasa dan sadar sepenuhnya bahwa apa yg ada padanya hanya semata-mata karunia dan anugrah Tuhan. Orang hanya diberi pertolongan oleh orang lain tidak akan sombong, karena dia sadar bahwa itu bukan hasil jerih payahnya.

    Kita orang Kristen pun sering berkata:
    "Keselamatan hanya ada didalam Yesus!"
    Apakah itu artinya kita sombong saat mengatakan demikian?. Bagi saya.. Setiap kali saya menginjili orang lain dan menyampaikan kalimat itu hati saya bergetar dalam kerendahan, karena saya sadar bentul, keselamatan itu anugrah Allah semata. Bagaimana mungkin saya menyombongkan hal yang adalah anugrah (pemberian) yang sebenarnya tidak layak saya terima. Nah demikian pula dengan kepenuhan Roh Kudus juga sama demikian. Itu aungrah semata! Bukan utk kesombongan.

    Saya pernah mendengar kesaksian Hamba Tuhan Non Karismatik di Amerika yang berbahasa Roh. Awalnya mereka juga adalah penentang bahasa Roh bahkan tidak percaya bahwa karunia Roh masih terjadi. Namun akhirnya mereka mendapati diri mereka "kekeringan" secara rohani Sungguhpun mereka sangat pandai tentang Alkitab dan merupakan ahli Theologia. Pengetahuan theologia yang mendalam tentang Alkitab ternyata tidak cukup untuk "mengobati" kekeringan rohani mereka. Dan akhirnya mereka mendapati bahwa mereka perlu karya Roh Kudus melalui karunia Roh untuk membuat rohani mereka "basah kembali". Itu satu langkah yang sangat maju. Dan saya percaya bahwa langkah itu akan dilanjutkan dengan langkah selanjutnya, dimana mereka bukan hanya berbahasa Roh di rumah dalam doa pribadi, namun jemaat dalam Gereja mereka pun akan mengalami hal yang sama saat beribadah. Dan ini sudah terjadi di beberapa Gereja Non Karismatik di Amerika serikat saat mereka beribadah. Dimana Saat mereka beribadah pun karunia bahasa Roh dan karunia lain diijinkan bekerja dan porsi yang seimbang agar semua jemaat terbangun rohaninya.

    ReplyDelete
  73. @ PAULUS TEGUH

    8). Fenomena dan Karunia Roh itu jelas berbeda. Dimana letak kekonyolannya? Paulus dengan tegas mennyebut jenis-jenis karunia Roh. Dan ada bahasa Roh didalamnya. Sedangkan Fenomena itu jelas bukan karunia. Itu hanya pelengkap saja. Karunia itu dengan jelas MEMILIKI FUNGSI, dan fungsinya adalah untuk "membangun" roh (baik roh jemaat maupun roh pribadi). Dengan bahasa Roh kita bisa berkomunikasi kepada Allah melalui Roh kita, itu membuat roh kita semakin kuat, dan jika disertai penafsiran akan membangun jemaat, karunia nubuat jelas membangun jemaat, demikian pula dengan karunia yang lain juga jelas membangun jemaat. sedangkan "fenomena Roh" apa manfaatnya bagi roh jemaat dan pribadi?? Apakah "lidah api" bisa membangun jemaat atau pribadi?? Apakah "angin keras" bisa membangun jemaat atau pribadi?. Ini bukan jawaban yang konyol saudara.

    Bahasa Roh para Rasul di hari pentakosta TIDAK DIPAHAMI OLEH SEMUA PENDENGAR YANG ADA DISITU. Itu sudah saya bahas di poin pertama.


    @ PAULUS TEGUH

    9). Saudarkau, Saya sama sekali tidak bermaksud untuk sombong saat saya membahas "memilki Roh Kudus" dan "penuh Roh Kudus". Saya hanya mengutarakan apa yang tertulis di Alkitab. Dan itu sudah saya jelaskan di poin 4.

    #Sombong: Merasa apa yang dimiliki sebagai hasil dari kemampuannya dan kehebatannya sendiri.

    #Tidak sombong: Merasa dan sadar sepenuhnya bahwa apa yg ada padanya hanya semata-mata karunia dan anugrah Tuhan. Orang hanya diberi pertolongan oleh orang lain tidak akan sombong, karena dia sadar bahwa itu bukan hasil jerih payahnya.

    Kita orang Kristen pun sering berkata:
    "Keselamatan hanya ada didalam Yesus!"
    Apakah itu artinya kita sombong saat mengatakan demikian?. Bagi saya.. Setiap kali saya menginjili orang lain dan menyampaikan kalimat itu hati saya bergetar dalam kerendahan, karena saya sadar bentul, keselamatan itu anugrah Allah semata. Bagaimana mungkin saya menyombongkan hal yang adalah anugrah (pemberian) yang sebenarnya tidak layak saya terima. Nah demikian pula dengan kepenuhan Roh Kudus juga sama demikian. Itu aungrah semata! Bukan utk kesombongan.

    Saya pernah mendengar kesaksian Hamba Tuhan Non Karismatik di Amerika yang berbahasa Roh. Awalnya mereka juga adalah penentang bahasa Roh bahkan tidak percaya bahwa karunia Roh masih terjadi. Namun akhirnya mereka mendapati diri mereka "kekeringan" secara rohani Sungguhpun mereka sangat pandai tentang Alkitab dan merupakan ahli Theologia. Pengetahuan theologia yang mendalam tentang Alkitab ternyata tidak cukup untuk "mengobati" kekeringan rohani mereka. Dan akhirnya mereka mendapati bahwa mereka perlu karya Roh Kudus melalui karunia Roh untuk membuat rohani mereka "basah kembali". Itu satu langkah yang sangat maju. Dan saya percaya bahwa langkah itu akan dilanjutkan dengan langkah selanjutnya, dimana mereka bukan hanya berbahasa Roh di rumah dalam doa pribadi, namun jemaat dalam Gereja mereka pun akan mengalami hal yang sama saat beribadah. Dan ini sudah terjadi di beberapa Gereja Non Karismatik di Amerika serikat saat mereka beribadah. Dimana Saat mereka beribadah pun karunia bahasa Roh dan karunia lain diijinkan bekerja dan porsi yang seimbang agar semua jemaat terbangun rohaninya.

    ReplyDelete
  74. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  75. Baiklah kalau demikian. Saya rasa kita memang berbeda pendapat dan tidak bisa mencapai kesepakatan. Namun ada beberapa hal yang bisa saya simpulkan dari perdebatan ini:

    1. Sepertinya anda mengira bahwa saya tidak percaya bahasa roh sama sekali dan menganggap semua orang yang berbahasa roh adalah menggunakan bahasa roh yang palsu. Itu tidak benar. Tolong anda baca artikel saya yang di atas itu secara lengkap, anda akan mendapati bahwa meskipun saya cenderung beranggapan lain, namun saya mengakui bahwa ada kemungkinan di antara orang-orang karismatik ada yang memang memperoleh dan menggunakan bahasa roh yang asli.

    2. Saya juga menyebutkan di artikel saya itu bahwa saya tetap menghargai orang-orang karismatik. Apabila bertemu orang karismatik yang berbahasa roh, saya akan berusaha berpikir positif dengan menganggap, mungkin dia memperoleh bahasa roh yang asli. Begitu pula dengan anda. Karena itu saya sejak awal berusaha berpikir bahwa anda memang memperoleh bahasa roh yang asli; makanya yang saya perdebatkan adalah orang-orang karismatik lainnya/kebanyakan, saya tidak menghakimi bahasa roh yang anda sendiri peroleh.

    Saya rasa diskusi ini sampai di sini saja. Saya merasa sudah memperoleh banyak pelajaran dari anda dan juga sudah dikoreksi oleh anda, dan saya juga kagum dengan pemikiran anda dan sikap anda yang menghargai semua orang Kristen. Saya benar-benar berterima kasih buat diskusi ini. Namun saya mohon maaf kalau pada akhirnya saya tetap tidak bisa sepakat dengan anda mengenai argumen anda bahwa "semua orang yang dipenuhi Roh Kudus pasti mendapat bahasa roh"... Dalam hal ini, marilah kita saling menghormati pendapat masing-masing dan tetap berusaha menjaga perdamaian antar gereja. Gereja kita boleh berbeda, pendapat kita boleh berbeda, tapi marilah kita tetap bersatu di dalam kasih Kristus.
    Saya akan berdoa supaya anda semakin dipakai luar biasa oleh Tuhan. Saya juga berharap anda bersedia meluangkan waktu untuk membaca, berkomentar dan mengoreksi artikel-artikel saya lainnya di blog ini.

    ReplyDelete
  76. @ PAULUS TEGUH

    Amen.. Gereja kita boleh berbeda, tapi kita tetap satu tubuh dalam Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus mengasihi kita semua saudaraku. Dan kita semua pun saling mengasihi. Terima kasih untuk diskusi yang luar biasa ini. God bless us


    Soli Deo Gloria..

    ReplyDelete
  77. @. Paulus Teguh
    Mantap,
    Semoga Tuhan Kita, Yesus Kristus.
    Mencurahkan Roh Hikmat dan ROh wahyu
    Kepada Saudara Paulus , Yaitu Roh Pengenalan
    akan Yesus Kristus lebih dasyat lagi.

    Setiap hari Engkau akan diberikan
    pengalaman yg luar biasa.
    Dan memiliki Roh yg berkobar2 untuk
    memuliakan NamaNya.

    Kasih Kristus anugerah Kristus.
    Yang luar biasa. yg tak terpahami , beserta kita semua. Untuk membuat kita saling kasihi,dan memperhatikan antara saudara seiman.guna membangun iman dan pengenalan akan Allah, lebih lagi.
    dan menjadi bejana yg luar biasa,
    bagi Yesus Kristus, Yaitu menjadi saksi Kristus. dalam Nama Yesus. Amin

    ReplyDelete
  78. TO davidzone,sy ber-gereja di gereja Injili,dan sy jg sering ke gereja kharismatik,sy tidak usah sebutkan nama gerejanya.Saat bergereja di gereja tsbt sy melihat banyak hal yg sudah tidak diterapkan lagi dalam hal tata-cara beribadah.Yang pertama di gereja kharismatik tersebut,diantaranya cara berpakaian,tapi saya nggak tau apa di gereja anda juga begini,kebanyakan di kharismatik membiarkan jemaatnya berpakaian minim,mulai dari hotpant's,you can see,rok mini.gimana orang mau konsentrasi denger firman kalo tiba2 ada jemaat yg lewat trs berpakaian seperti itu?otomatis itu menjadi pusat perhatian.Terus terang kalo di gereja kami ,nggak pernah ada yg seperti itu.Kalo pun ada pasti mendapat teguran dan tidak diperbolehkan masuk ke dalam ibadah,lha kalo di kharismatik itu sudah menjadi hal yg lumrah.Yang lebih-lebih lagi,sementara Pendeta berkhotbah di belakang ada yg makan nasi,minum dan sebagainya,bukankah itu sikap yg menunjukkan ketidaksiapan mengikuti ibadah???Yg lebih memprihatinkan lagi di dalam gereja jemaat diharuskan membayar uang parkir u/parkir kendaraan,bukankah gereja sdh di jadikan lahan bisnis??lha kalo gini kan udah mau kembali ke jamanx gereja katolik dongg....Mengenai bahasa roh ,sy ndak memungkiri keberadaan bahasa roh,bahasa roh itu karunia tapi kalo sudah kebanyakan ato hampir 80% jemaat sudah bisa berbahasa roh itu sudah bukan karunia namanya,tetapi dibuat-buat.

    ReplyDelete
  79. Saya tidak tertarik untuk mendapatkan bahasa Roh, saya tertarik untuk mengenal Yesus Kristus lebih dalam lagi. Jika saya mengejar bahasa Roh tapi tidak memiliki kasih apalah gunanya kehidupan kristen saya? Mungkin kita lupa bahwa perkataan Yesus yang sangat keras mengenai banyak orang yang akan dilempar ke neraka karena sibuk dengan nubuatan, mukjizat dsb tapi melupakan mereka yang telanjang, sakit, dipenjara, tidak memiliki rumah. Bunda Theresa tidak dapat berbahasa roh namun ribuan rakyat India melihat Yesus didalam dirinya.

    ReplyDelete
  80. Betul sekali Anonnymous tgl 21 Feb 2012 jam 18
    Yesus memberkati
    Kita baca di Alkitab dan para penafsir bahwa karunia itu cukup banyak
    Karuania nubuat,atau mujizat dan lain lain
    Sebenarnya karunia itu datang dari mana, dari Tuhan dan bimbingan roh kudus.

    Kita di jaman ini banyak orang mempunyai kemampuan lebih dalam komunikasi, bernubuat, penasihat dan lain lain bahkan penyembuhan penyakitdan dalam bisa berbahasa roh juga

    Mengapa di jaman sekarang ini orang yang mempunyai kemampuan lebih ini ,ada sebagian orang menggunakan kelebihan ini untuk mendapatkan keuntungan yang sangat lebih, dan pinter manupulatif juga.

    Mengapa orang tertentu yang mempunyai karunia demikian bisa terjadi demikian.

    Karunia diperoleh lebih dulu atau roh kudus yang membimbing sebelumnya,

    saya teringat satu ayat
    I Korintus 13:1-13
    14 .13 Tentang bahasa Roh dan akal Budi
    Kasih
    Sekalipun mempunyai Iman yang sempurna namun tidak mempunyai kasih ,tidak akan berguna
    Demikianlah tinggal ketiga hal ini,yaitu Iman ,pengharapam dan kasih dan yang paling besar ialah kasih

    dan adalagi :
    Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna

    Yang mana duluan :
    - Karunia
    - Roh kudus
    - Iman
    - Kasih

    terima kasih para penulis tolong memberikan tanggapannya

    ReplyDelete
  81. Permisi mau ikut diskusi nih. setelah saya ikuti perdebatan di atas; paulus teguh dan david pengetahuan alkitabnya sama-sama bagus. Sebenarnya masalahnya sederhana :
    1. Orang karismatik dan pentakosta karena bisa bahasa Roh merasa lebih beriman
    2. Orang non karismatik dan non pentakosta dikarenakan tidak bisa bahasa Roh mati-matian menjelekan bahasa Rohnya orang karismatik dan pentakosta supaya tidak dianggap tidak beriman
    Jadi perdebatan diatas dilandaskan atas pembelaan diri saja dan bukan untuk mencari kebenaran jadi tidak akan ketemu. Baca 1 korintus 3 ayat 6 lalu dalami siapa paulus dan apolos. satu satunya rasul yang tercatat dialkitab tidak memiliki "karunia Roh" adalah Apolos. tapi pada ayat diatas tersirat bahwa mereka saling menopang. betapa Senangnya Allah kita jika kita saling menopang. saya beri saran ke paulus teguh yang dulunya gereja karismatik, pernah tanya pendeta atau teman yang bahasa Roh tidak mengenai pengalaman bahasa Roh ? karena menuduh orang-orang berbahasa Roh palsu padahal Roh kudus sendang berbicara lewat bahasa Roh merupakan kekejian bagi Tuhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah berkali-kali saya menanyakan dan sangat banyak orang yang saya tanyakan.


      Saya tidak pernah menuduh atau menghakimi orang-orang tertentu, yang saya lakukan di atas sudah jelas hanya mengoreksi sesuai isi Alkitab. Saya hanya menguraikan apa yang Alkitab katakan.
      Alkitab sudah dengan jelas menguraikan prinsip-prinsip bahasa roh dan kita berpegang saja pada itu.

      Delete
  82. Hanya Tuhanlah yang benar....
    kita tidak berhak menghakimi!!!!!
    yakini apa yang kita rasa benar
    dan segala sesuatunya akan di uji
    pada akhirnya.....Gandum akan dipisahkan dari Ilalang!!
    yang terpenting kita melakukan kehendak Bapa!!
    (Matius 7 : 15-23)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Firman Tuhan justru berkata "ujilah SEGALA SESUATU dan peganglah apa yang baik".

      Justru Tuhan memberikan firman-Nya supaya manusia mengujinya sesuai kebenaran firman Tuhan itu.


      Dan sekali lagi, saya tidak menghakimi siapa-siapa tuh.

      Delete
  83. Untuk Mengukur ayat itu tepat tidak tepat ukurlah dengan akal budi mu
    Akal adalah otak dan budi adalah hati

    Caranya kalau di lihat dengan segi otak apakah masuk kerdalam hati mu dan sebaliknya apakah dilihat dengan segi hati apakah masuk dalam otak

    Alias mengggunakan otak jangan lupa dengan hati dan menggunakan hati jangan lupa dengan otak (logika )

    ReplyDelete
  84. Saya merasa tidak ada yang salah dan yang benar
    Saya adalah salah satu orang yang menganggap bahwa aliran adalah suatu hal yang kurang penting untuk diperdebatkan, karena aliran juga manusia yang nyiptain, sehingga gak mungkin sempurna (ada bener ada salahnnya)
    Tuhan juga gak mau liat kita berdebat soal ini itu. Saya terkesan sama kisah perempuan yang kedapatan berzinah, lalu dibawa ke Yesus, orang2 bilang wanita itu harus dirajam, mereka begitu untuk mencobai Yesus, tapi Yesus bilang siapapun yang tidak berdosa boleh rajam wanita itu. Naaah, itu bener2 membekas soalnya jelas banget kalo Tuhan gak mau menghakimi. Siapakah kita sampe kita bisa bilang hal inii lebih benar dari hal itu dan sebaliknya?
    Udah gitu, mungkin ini udah disebut2 juga diatas, tapi gak semua gereja karismatik begitu kook. Saya gak pernah berbahasa roh di kebaktian dan sangat ditekankan sekali kalo bahasa roh emang dipake u/ bangun diri sendiri, dan gak ada yang pake baju minim2 juga kok. Tapi saya jg ga mau menyalahkan komentar diatas karena penilaian saya bisa saja subjektif karena saya belom mengunjungi semua gereja
    Dulu saya gereja di gereja injili, dan satu hal yang sangat saya sayangkan adalah penyembahan yang seadanya dan tidak bersungguh2, padahal Tuhan kita adalab Tuhan yang layak disembah dan ditinggikan, namun sekali lagi saya jg gak mau bilang semua gereja injili begitu soalnya saya belom ke semua gereja injilk

    ReplyDelete
  85. 1 Korintus 2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

    ReplyDelete
  86. bro...artikel ini anda buat kan supaya dapat berbagi pengetahuan n pengalaman rohani..

    knp malah jadi ajang diskusi yg menuju pada perdebatan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bro, perdebatan itu tidak ada salahnya, yang salah itu kalau perdebatan menjadi sebuah debat kusir/debat yang tidak sehat (berisi emosi, penghinaan dsb). Bagi saya, justru perdebatan adalah sesuatu yang baik untuk mencari kebenaran. :D

      Bahkan saya dengar di sekolah-sekolah di amrik dan korea, semua siswa sudah terbiasa melakukan debat-debat konsep mengenai fisika, matematika dsb. Jadi sebenarnya perdebatan itu sesuatu yang bagus kalau dilakukan secara sehat :)

      Delete
  87. Shaloom, kiranya Tuhan memberkati saudara sekalian dan saya....
    Debatnya bagus, semua bisa dimengerti dan nampaknya juga saling bertumbuh 1 sama lain, sadar ga sadar, kita semua sudah saling dikuatkan melalui debat ini....Puji Tuhan.....

    Pedoman saya cuman 1 : Diberkati untuk MEMBERKATI

    Saya ga terlalu hafal isi alkitab, saya cuman jemaat kecil dan tidak berarti apapun......perlu diingat, ASLI / PALSU nya bahasa Roh seseorang, cuman dia sendiri dan Tuhan yang berhak menilai, kita ga pernah tahu dia menghafal/ ikut"an/ atau apa pun lah yg dia lakukan untuk bisa dapat berbicara bahasa roh tersebut, ya thoooo.....

    Pengalaman saya untuk bisa berbasa roh, adalah sesuatu yang Amazing dan butuh kepasrahaan diri TOTAL (surender all)/ pasarah bongkok an (bhs jawa nya), tanpa itu kita ga akan bisa, sebab terlalu banyak hal" duniawi dalam otak kita

    JBU........

    ReplyDelete
  88. Bahasa roh itu yang bagaimana ya....?

    ReplyDelete